Senin, 16 Dec 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Kampanye Safety Riding, Polisi Gelar Aksi Freestyle Motor 

11 Februari 2019, 16: 16: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

freestyle motor

ATRAKTIF:  Freestyler dari Forum Otomotif Kediri menunjukkan kemampuannya beratraksi wheelie dalam kegiatan sosialisasi safety riding di CFD, Jalan Dhoho, Kota Kediri, kemarin. (Iqbal Syahroni - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KOTA – Demi menekan angka korban dan kematian akibat kecelakaan lalu lintas (lalin) pada usia milenial, Satlantas Polres Kediri Kota menggelar sosialisasi safety riding. Kemarin, kegiatan diadakan di Jalan Dhoho untuk menggelorakan kampanye keselamatan berlalu-lintas.

Saat acara Car Free Day (CFD) di sana, disajikan aksi berbahaya para freestyler dari Forum Otomotif Kediri (FOK). Mereka menunjukkan atraksi seperti melakukan wheelie atau berdiri di atas jok motor saat mengendarai sepeda motor.

“Aksi berbahaya ini dilakukan oleh para stuntrider hanya gimmick, jangan dicoba di jalan raya. Meski melakukan adegan seperti itu, mereka tetap menggunakan pengaman dengan lengkap. Keselamatan tetap nomor satu,” ujar Kapolres Kediri Kota AKBP Anthon Haryadi.

Kegiatan sosialisasi ini serentak dilakukan seluruh polres dan polresta di seluruh Indonesia. “Sebagai salah satu tuan rumah di Korwil IV Jawa Timur,” imbuhnya.

Anthon mengaku, pihaknya mendapat kehormatan sebagai tuan rumah Millenial Road Safety Festival (MRSF) di Koordinator Wilayah (Korwil) IV Jawa Timur. Pasalnya, jumlah mereka yang berusia milenial di kota ini pada usia 15 hingga 35 tahun banyak. Angka kecelakaan pada umur milenial itu pun cukup banyak.

Dari data kecelakaan di seluruh Indonesia pada 2018 tercatat sekitar 75 ribu kejadian. Dari total jumlah itu, Jatim menyumbangkan 24 ribu kecelakaan. Sedangkan untuk angka kecelakaan kelompok usia milenial, terhitung sekitar 16 ribu kasus.

“Dari 24 ribu sekian total kecelakaan di Jawa Timur, sekitar 5.000 lebih orang meninggal dunia, dan kelompok usia milenial ada 3.176 korban meninggal. 60 persen lebih banyak,” terang Anthon.

Hal tersebut tentunya menjadi perhatian khusus Korlantas Mabes Polri untuk membuat acara MRSF. Itu untuk pengenalan, sosialisasi kepada usia milenial tentang keselamatan saat berkendara di jalan raya.

“Para orang tua dari remaja-remaja juga kita hadirkan. Dengan harapan turut mengawasi putra putrinya, dan bisa menyampaikan informasi dari sosialisasi ini kepada keluarga dan tetangga untuk mengajak mengutamakan keselamatan dalam berkendara,” pungkas Anthon.

Sementara itu, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar menambahkan bahwa pemkot terus mendukung upaya peningkatan keselamatan berlalu-lintas. “Saya berikan apresiasi dan sangat mendukung kegiatan seperti ini. Agar masyarakat tahu cara berlalu lintas yang baik dan benar, agar tidak mengakibatkan kecelakaan,” tuturnya.

Pria yang akrab dipanggil Mas Abu ini mengatakan bahwa untuk usia pelajar di bawah 15 tahun sebaiknya tidak mengendarai kendaraan bermotor sendiri. Pasalnya, untuk umur memiliki SIM minimal 17 tahun.

Abu menambahkan bahwa untuk pelajar di bawah 17 tahun sebaiknya berangkat sekolah atau beraktivitas sehari-hari menggunakan sepeda. “Untuk jalur sepeda sudah dibuatkan juga. Mereka pun bisa naik bus sekolah atau angkutan umum, atau diantarkan orang tua jika memang belum memiliki SIM,” pungkasnya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia