Selasa, 19 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Satu PSK Positif HIV

Terjaring Razia, Pulangkan Puluhan Orang

10 Februari 2019, 14: 52: 55 WIB | editor : Adi Nugroho

TERTUNDUK: Puluhan pekerja seks menutupi wajahnya saat berada di kantor Satpol PP

TERTUNDUK: Puluhan pekerja seks menutupi wajahnya saat berada di kantor Satpol PP (Anwar Basalamah - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK – Meski sudah diperingatkan berkali-kali, pekerja seks komersial (PSK) masih nekat beroperasi di Eks Lokalsiasi Guyangan. Kemarin, ada 24 PSK dan pemandu karaoke (purel) yang terjaring razia satpol PP. Setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan, satu orang di antaranya dinyatakan positif HIV.

          Pemkab langsung memulangkannya ke Situbondo. Sedangkan puluhan PSK lain yang sebagian besar berasal dari luar Nganjuk dikirim ke panti sosial di Sidoarjo dan Kediri.

          Informasi Jawa Pos Radar Nganjuk, razia satpol PP digelar pada Rabu malam lalu (6/2). Sekitar pukul 21.00, aparat penegak perda itu mendatangi Eks Lokalisasi Guyangan, Kecamatan Bagor.

PEMERIKSAAN: Salah satu pekerja seks menjalani pemeriksaan kesehatan

PEMERIKSAAN: Salah satu pekerja seks menjalani pemeriksaan kesehatan (Anwar Basalamah - radarkediri.id)

          Satu per satu PSK dan purel langsung diciduk. Sebagian ditemui saat mangkal di depan wisma. Sementara beberapa orang diamankan saat berada di kamar dengan tamunya. “Ada yang di kamar,” kata Kasatpol PP Kabupaten Nganjuk Abdul Wakid.

          Wakid mengatakan, total ada 24 orang yang diamankan dari eks lokalisasi tersebut. Selain PSK, mereka juga purel di beberapa karaoke di Guyangan. “Kami langsung bawa ke kantor,” ungkap pria asal Kecamatan Ngronggot.

          Setelah menginap semalam di kantor Satpol PP di Kompleks Pendapa Kabupaten Nganjuk, kemarin puluhan orang menjalani pemeriksaan kesehatan. Melalui tes voluntary counseling and testing (VCT), dinas kesehatan (dinkes) ingin memastikan apakah mereka positif HIV atau tidak.

          Wakid mengungkapkan, sebagian besar PSK yang terjaring berasal dari luar Nganjuk. Di antaranya adalah Kediri, Blitar, Tulungagung, dan Situbondo. Sementara yang dari Jawa Tengah (Jateng) di antaranya adalah Cilacap, Wonogiri, dan Kendal. “Hanya satu orang yang dari Nganjuk,” kata mantan kepala kantor kesatuan bangsa, politik, dan perlindungan masyarakat (kesbangpolinmas).

          Wakidn melanjutkan, dari 24 orang yang dites, satu orang dinyatakan positif HIV. Yang bersangkutan langsung dipulang ke Situbondo. “Kami kirim ke tempat asalnya,” katanya.

          Yang lain, kata dia, ada tujuh orang yang dikirim ke Panti Rehabilitasi Dinas Sosial (Dinsos) Pemprov di Sidoarjo. Adapun 4 orang ditempatkan di Panti Rehabilitasi di Kediri. Sisanya, 7 orang dipulangkan karena pernah mendapat santunan. “Mereka pemain lama,” ujarnya.

          Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Nganjuk Moch Yasin berharap, mereka tidak kembali lagi ke Guyangan atau ke eks lokalisasi lain di Nganjuk. Makanya, dia meminta RT dan RW ikut memfilter pendatang yang masuk. “RT dan RW ikut berperan,” kata Yasin.

          Yasin juga mengharapakan, setelah berada di panti rehab, mereka bisa segera alih profesi di kotanya masing-masing. Sehingga mereka bisa lebih bermanfaat untuk masyarakat.

          Pasalnya, dari puluhan orang terjaring, ada yang baru masuk ke Guyangan pada Januari lalu. Ls, mengaku, baru bekerja di Guyangan pada awal Januari. Bahkan, dia sudah menyekolahkan anaknya di Kelurahan Kedondong, Kecamatan Bagor. “Saya baru sebulan di Nganjuk,” kata perempuan asal Wonogiri, Jateng ini.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia