Kamis, 21 Feb 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Pekerja Bendungan Semantok Tewas di Terminal

Baru Tiba di Nganjuk, Berencana Hendak Bekerja

10 Februari 2019, 14: 37: 57 WIB | editor : Adi Nugroho

TEWAS: Petugas dari Polsek Nganjuk Kota mengecek kondisi jasad

TEWAS: Petugas dari Polsek Nganjuk Kota mengecek kondisi jasad (REKIAN - radarkediri.id)

NGANJUK- Puluhan penumpang terminal Anjuk Ladang digegerkan dengan tewasnya seorang pria berambut putih di bagian trotoar terminal Desa Ringinanom, Kecamatan Nganjuk. Laki-laki bernama Sirdoyo, 59, asal Desa Surotrunan, Kecamatan Alian, Kabupaten Kebumen itu meninggal dalam posisi terlentang, pagi kemarin (7/2) sekitar pukul 04.30.

          Informasi yang dihimpun wartawan koran ini, pagi itu, Sirdoyo berencana hendak kerja di proyek nasional di Bendungan Semantok. Saat itu dia sempat bertanya kepada Supardi, 45, tukang sapu terminal, bus dengan tujuan ke arah Bojonegoro melalui Rejoso. Tidak lama percakapan itu terjadi, laki-laki asal Kebumen tersebut duduk di trotoar terminal sendirian.

Ia lalu tergeletak. Badannya direbahkan di trotoar. Mengetahui kejadian tersebut, Supardi kaget karena Sirdoyo tampak seperti orang kesakitan. Ia lalu melaporkanya ke pos jaga terminal Dinas Perhubungan (Dishub). Saat mendatangi ke lokasi, Sirdoyo sudah tidak bergerak. Meski sudah dibangunkan, tubuhnya sama sekali tidak memberikan respons.

Kejadian itu kemudian dilaporkan ke Polsek Kota Nganjuk. Kanit Reskrim Polsek Kota Iptu Roni Andreas membenarkan adanya laporan tersebut. Petugas bersama dengan tim identifikasi mendatangi lokasi kejadian untuk memastikan kondisi Sirdoyo.

 “Ketika ke lokasi, yang bersangkutan sudah tidak bernyawa,” terang Roni. Perwira balok dua di pundak itu sangat menyayangkan Sirdoyo tidak segera dilarikan ke rumah sakit. Ia meninggal tanpa pertolongan medis.

Polsi tiba ke lokasi kejadian bersama dengan tim identifikasi. Dari olah tempat kejadian perkara, polisi menemukan ada beberapa benda di dalam tas miliknya. Tidak hanya ponsel, petugas juga menemukan berbagai macam obat dari resep dokter serta tasbih. Temuan obat-obatan tersebut menguatkan dugaan polisi jika korban meninggal dunia karena sakit.

Dari keterangan medis, Roni menyampaikan penyakit yang diderita pekerja proyek Bendungan Semantok tersebut adalah sakit jantung. “Kami tidak menemukan adanya tanda-tanda tindak kekerasan di tubuh korban,” lanjutnya. Di bagian tubuh korban tidak ada bekas luka. Selain penyakit jantung, Sirdoyo diduga juga kelelahan karena baru dari perjalanan jauh.

          Akibat kejadian tersebut, petugas lalu menghubungi keluarga korban untuk membawa jasad Sirdoyo pulang ke rumah duka. “Yang bersangkutan datang ke Nganjuk sendirian,” lanjutnya. Hingga siang kemarin, keluarga Sirdoyo masih dalam perjalanan untuk membawanya pulang.

           

(rk/rq/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia