Kamis, 27 Jun 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Sandi Dekati Petani Brambang

10 Februari 2019, 14: 16: 49 WIB | editor : Adi Nugroho

BERI SOLUSI: Cawapres Sandiaga Uno berdialog dengan para petani bawang merah di Kecamatan Sukomoro

BERI SOLUSI: Cawapres Sandiaga Uno berdialog dengan para petani bawang merah di Kecamatan Sukomoro

Share this          

NGANJUK – Calon wakil presiden (Cawapres) Sandiaga Uno, melakukan rangkaian kegiatan di Kabupaten Nganjuk selama dua hari. Kemarin, pasangan dari Prabowo Subianto ini menyambangi petani bawang merah di Kelurahan/Kecamatan Sukomoro.

          Sandiaga memulai kegiatan sekitar pukul 08.00. Lokasi pertama yang dikunjungi adalah pabrik shuttlecock di Desa Sumengko, Kecamatan Sukomoro. Setelah itu, sekitar pukul 09.00, Sandi bergeser ke Kelurahan Sukomoro bertemu para petani.

          Saat dialog, beberapa petani mengeluhkan harga brambang yang anjlok ketika panen raya. Seperti yang terjadi di bulan ini. Rata-rata harga bawang merah hanya Rp 7 ribu per kilogram (kg).

          Mendapat keluhan itu, Sandi mencoba memberikan solusi. Dia menungkapkan beberapa program andalannya di bidang pertanian ketika terpilih nanti. “Saya terkejut ketika harga  sampai anjlok sampai tujuh ribu (rupiah),” kata Sandi.

          Karena itulah, ada beberapa aksi yang dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut. Dia mengatakan, harus ada penetapan harga terendah dan tertimnggi. Kisarannya antara Rp 10 ribu sampai Rp 15 ribu per kg. “Harus ditetapkan batasan supaya tidak anjlok,” ungkap cawapres yang memiliki latar belakang pengusaha ini.

          Selain membuat batasan, ungkapnya, pemerintah harus berani membeli hasil panen petani. Saat harga masih rendah, bawang merah bisa disimpan di gudang. Begitu harga mulai naik, pemerintah bisa melepas brambang ke pasaran. “Dengan begitu petani tidak merugi,” ujarnya.

          Sandi mengaku, memiliki pengalaman dengan pembelian produk milik petani itu. Saat menjadi Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, dia sudah mempraktikkannya. “Kami punya Food Station (BUMD) yang membeli produk,” terang Sandi.

          Dia melanjutkan, Kabupaten Nganjuk memiliki potensi yang bagus di bidang pertanian. Terutaman tanaman bawang merah. Di bawah Kabupaten Brebes, Kota Angin merupakan lumbung bawang merah nasional.

          Selain itu, kata Sandi, bawang merah bisa diolah menjadi beberapa makanan olahan. Salah satunya adalah bawang goreng yang banyak diminati negara Tiongkok dan Vietnam. “Dengan tumbuhnya industri pengolahan, lapangan kerja semakin terbuka,” katanya.

          Untuk diketahui, di hari pertama, Rabu malam lalu (6/2), Sandi menemui pendukungnya di salah satu kafe di Nganjuk. Di sana, dia berdialog berbagai macam isu.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia