Jumat, 15 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Politik
Demam Berdarah

Minggu I Februari, 4 Dilaporkan Positif DB, 1 Meninggal

09 Februari 2019, 13: 03: 49 WIB | editor : Adi Nugroho

dbd kediri

CEK KONDISI: Lailatul Zuhro, perawat RSUD SLG, sedang memeriksa kondisi bocah yang terkena serangan penyakit demam berdarah, kemarin (8/2). (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KABUPATEN - Mudah-mudahan ini menunjukkan tren penderita demam berdarah dengue yang kian menurun. Sebab, berdasarkan pantauan di RSUD SLG pada awal Februari ini, jumlah penderita penyakit tersebut mulai berkurang. Hingga kemarin, ‘hanya’ ada 18 penderita yang masih dirawat di rumah sakit baru tersebut.

Jumlah tersebut berkurang sangat signifikan. Setidaknya bila dibandingkan kondisi Januari. Bulan lalu penderita DB di RS ini mencapai 80 pasien. Sementara, bila ditotal sejak 2 Januari hingga 7 Februari maka jumlah pasien DB-nya 101 pasien.

“Alhamdulillah sudah mulai berkurang pasien DB yang kami rawat di sini. Sekitar dua minggu yang lalu sempat tinggi jumlah pasien DB,” terang Humas RSUD SLG Ahmad Jazuli kepada Jawa Pos Radar Kediri saat ditemui kemarin pagi.

Dari sebaran usia, pasien DB yang dirawat di rumah sakit ini mayoritas adalah anak-anak. Totalnya mencapai 80 persen. Sedangkan sisanya merupakan pasien DB usia dewasa. Bahkan ada seorang pasien DB yang sudah berumur 60 tahun.

Dari total 101 pasien DB yang dirawat tersebut satu di antaranya meninggal dunia. Ia adalah Shifa Mainurul, 3, asal Kandat. Balita tersebut meninggal pada Senin (14/1) tengah malam. Balita itu sempat mendapatkan perawatan dari tenaga medis di desanya sebelum dibawa ke RSUD SLG.

Saat berada di RSUD SLG kondisi korban sempat membaik. Namun kemudian mengalami demam tinggi lagi. Setelah itu kondisi pasien tak kunjung membaik lagi. Hingga akhirnya mengembuskan napas terakhirnya.

“Ia (Shifa, Red) masuk ke sini saat kondisinya sudah kritis dan langsung masuk ruang Intensive Care Unit (ICU). Bahkan tidak sampai 24 jam di sini, ia meninggal dunia,” paparnya.

Selain Shifa, pasien DB yang ada di sana berhasil sembuh dari keganasan penyakit tersebut. Rentang kesembuhannya atau perawatan di RS pun berbeda-beda antar-pasien. Berdasarkan data RSUD SLG, pasien yang paling cepat kesembuhannya adalah setelah dirawat selama 2 – 3 hari saja. Namun ada pula pasien yang dirawat hingga hampir satu bulan baru menunjukkan kesembuhan.

Berdasarkan keterangannya, mayoritas pasien DB yang berobat di sana masih dalam tahap awal. Sehingga dapat segera ditangani oleh pihak RS. Hal itulah yang juga menjadi faktor tingkat kesembuhan pasien DB relatif tinggi ketika dirawat di rumah sakit ini.

“Pasien yang berobat ke sini kebanyakan sudah mendapatkan penanganan dini dari puskesmas maupun klinik setempat. Menurut saya, masyarakat sekarang sudah mulai sadar dengan gejala awal DB sehingga segera memeriksakannya,” ujarnya menganalisa.

Pasien DB yang dirawat di sana berasal dari hampir semua kecamatan yang ada di Kabupaten Kediri. Namun paling banyak dari wilayah selatan dan barat sungai. Seperti Kecamatan Kandat, Ngadiluwih, dan Tarokan. Sedangkan yang berada di daerah utara kebanyakan memilih berobat di RSUD Pare.

DBD dalam Angka

432             Jumlah kasus DBD yang dilaporkan selama Januari 2019. Asal pasien merata dari seluruh wilayah Kabupaten Kediri.

12               Jumlah korban meninggal akibat DBD selama Januari.

4                 Kasus DBD yang dilaporkan terjadi hingga 6 Februari.

1                 Korban DBD yang dilaporkan meninggal hingga 6 Februari.

Sumber : Dinkes Kabupaten Kediri

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia