Jumat, 15 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

12 Hari, Bekuk 35 Pengedar, Sita 162 Ribu Pil Dobel L

Polres Kediri Rilis Hasil Operasi

08 Februari 2019, 15: 49: 11 WIB | editor : Adi Nugroho

narkoba di kediri

UNGKAP KASUS: Kapolres Kediri AKBP Roni Faisal Saiful Faton ketika merilis pengungkapan kasus narkoba hasil operasi anggotanya selama 12 hari terakhir kemarin. (Habibah Anisa - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KABUPATEN – Kasus penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan berbahaya (narkoba) di Kabupaten Kediri masih marak. Bahkan peredaran obat terlarang itu juga menyasar remaja di bawah umur.

Bandarnya tak hanya menjadikan anak-anak baru gede (ABG) itu sebagai sasaran penyalahguna. Namun, juga melibatkannya sebagai pengedar. Hal itu terkuak dalam rilis Polres Kediri dalam mengungkap kasus kejahatan ini.

Dalam Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2019, mereka dapat mengamankan 35 tersangka. Para tersangka tersebut merupakan hasil penangkapan dalam operasi  yang digelar pada 26 Januari hingga 6 Februari 2019.

narkotika

TERJARING: Sejumlah tersangka yang diamankan karena terlibat narkoba. (Habibah Anisa - radarkediri.id)

“Dari tersangka yang berhasil kami amankan, terdapat sembilan pengedar sabu-sabu (SS) dan 26 pengedar pil dobel L. Total ada 35 tersangka,” ujar Kapolres Kediri AKBP Roni Faisal Saiful Faton.

Dari 35 tersangka yang diamankan, salah satunya masih berusia di bawah 17 tahun. “Untuk tersangka di bawah umur tidak dilakukan penahanan. Namun tetap wajib lapor,” ujar kapolres di hadapan awak media sekitar pukul 12.30 WIB, kemarin (7/2).

Dari hasil pengungkapan selama 12 hari itu, Roni mengatakan, tidak hanya hasil kerja keras satresnarkoba. Namun dalam operasi juga melibatkan jajaran polsek di wilayah hukum Polres Kediri. Barang bukti yang diamankan berupa sediaan farmasi. Yaitu pil jenis dobel L sebanyak 162.620 butir.

Pil koplo ini sudah dalam keadaan siap edar. Setiap kemasan berisi 100 butir. Dari 26 tersangka pengedar pil dobel L, Dodi Trisno, 31, memiliki barang bukti paling banyak. Dari tangan warga Pare ini, polisi menyita 150 ribu butir pil dobel L dalam kemasan siap edar.

“Hasil interogasi yang kami lakukan, barang tersebut diambil dari bandar yang berada di Jakarta,” ungkap Kasatresnarkoba AKP Eko Prasetio Sanosin.

Jika dibanding dengan narkotika jenis sabu-sabu, pil dobel L sangat mudah dipasarkan di kalangan remaja, termasuk pelajar. Hal tersebut dikarenakan harga setiap paketnya yang terjangkau. Dalam satu paket berisi delapan butir dijual seharga Rp 10 ribu.

“Kebanyakan yang menjadi penyebab mereka menjual barang haram tersebut karena faktor ekonomi,” ungkap Roni.

Selain pil dobel L, dalam operasi itu polisi juga mengamankan 21,01 gram SS. Dari sembilan pengedar, M. Fatinuhada, 23, memiliki barang bukti terbanyak, yakni beratnya 6,1 gram. Tersangka tidak hanya memakai namun juga mengedarkan. Hal tersebut terbukti dari barang bukti yang diamankan.

Tidak hanya SS, tetapi ada pula enam bong (alat isap sabu), empat pipet kaca, delapan korek gas, satu gunting, dan satu timbangan digital. Bahkan petugas juga mengamankan 35 gawai beraneka merek, yang diduga sebagai peralatan transaksi.

“Dalam ungkap kasus yang kami lakukan, untuk lokasi penangkapan berbeda-beda,” jelas Eko.

Berdasarkan keterangan yang didapatakan Jawa Pos Radar Kediri, ketika diamankan tersangka tidak hanya berada di rumah. Beberapa diamankan ketika sedang mengantarkan barang haram tersebut.

Akibat perbuatannya, para tersangka tidak hanya melanggar pasal 197 sub 196 jo UU Nomor 36/2009 tentang Kesehatan dengan ancaman maksimal 15 tahun. Namun juga melanggar pasal 112,114, dan 127  UU Nomor 35/2009 tentang Narkotika. Ancaman hukuman minimalnya empat tahun penjara.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia