Kamis, 14 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Depresi Berat, Remaja 18 Tahun Gantung Diri

08 Februari 2019, 15: 36: 57 WIB | editor : Adi Nugroho

gantung diri

IDENTIFIKASI: Petugas mengecek kondisi jasad Gangga di RS Wilujeng (HUMAS POLSEK PAGU for radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KABUPATEN – Malang nian nasib M Gangga Nuri Pramata, 18. Akibat mengalami depresi, remaja yang juga warga Desa/Kecamatan Kayen Kidul ini nekat gantung diri di blandar rumah.

Peristiwa yang sempat menggemparkan warga setempat, terjadi Rabu (6/2).

Tubuh Gangga ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu, Suparmin, 48, ibu korban baru saja pulang menjemput anaknya yang bersekolah di SD NU Sekaran.

Namun alangkah kagetnya, perempuan yang bekerja sebagai petani ini melihat putranya sudah dalam keadaan tergantung di blandar rumah. “Melihat kejadian tersebut, ayah korban langsung berlari meminta tolong bantuan warga,” terang Kasi Humas Polsek Pagu Bripka Erwan Subagyo.

Suparmin kemudian memanggil Supartono, 44, ayah korban untuk mengecek keadaan anaknya.  Bersama dengan tetangga sekitar rumah, mereka berusaha untuk menurunkan tubuh Gangga dan melarikan ke Rumah Sakit (RS) Wilujeng. “Namun sayangnya, nyawa korban tidak berhasil diselamtkan,” imbuhnya.

Mendapati anaknya sudah dalam keadaan meninggal, Suparmin langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pagu. Petugas yang mendapati laporan tersebut, langsung datang ke rumah sakit bersama dengan unit identifikasi Satreskrim Polres Kediri.

Petugas lalu melakukan visum bagian luar. Petugas bekerja sama dengan tim unit identifikasi dan tim medis RS Wilujeng. “Dari hasil pemeriksaan, korban murni meninggal karena jeratan di leher,” tutur Erwan.

Tidak hanya itu saja, di tubuh Gangga juga tidak ada bekas atau tanda-tanda penganiayaan. Sedangkan berdasarkan keterangan yang didapatkan Jawa Pos Radar Kediri, kematian Gangga diduga mengalami depresi berat. Meski begitu, belum jelas apa yang memicu pemain jaranan ini nekat mengakhiri hidupnya.

Sebelum ditemukan dalam keadaan tergantung tidak bernyawa. Seperti biasa Gangga masih beraktivitas seperti biasa. Hingga sekitar pukul 14.00 WIB, Suparmin berpamitan untuk menjemput adiknya sekolah. Namun tidak ada yang menyangka, bahwa Gangga nekat melakukan aksi bunuh diri. “Selama hidup korban memang dikenal penyendiri dan tertutup,” ungkap Erwan.

Karena keluarga sudah menerima kematian Gangga, tidak dilakukan visum lebih lanjut dan langsung membawa Gangga pulang, untuk kemudian dimakamkan.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia