Jumat, 15 Nov 2019
radarkediri
icon-featured
Hukum & Kriminal

Sayat Pisau Sang Bos, Ririn Divonis 5,5 Tahun 

08 Februari 2019, 15: 11: 23 WIB | editor : Adi Nugroho

percobaan pembunuhan

TERBUKTI BERSALAH: Ririn Septifiana mendengar vonis majelis hakim di ruang Candra, PN Kabupaten Kediri. (Habibah Anisa - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KABUPATEN – Persidangan kasus percobaan pembunuhan terhadap Djony Suwono, 43, Kepala Bidang Sekuritas Bank Sinarmas Cabang Kediri, memasuki tahap akhir, kemarin. Terdakwanya, Ririn Septifiana, 39, karyawati perusahaan itu, diganjar hukuman 5,5 tahun atau lima tahun enam bulan penjara.

Majelis hakim menyatakan, perempuan asal Perum Griya Intan Permata, Mrican, tersebut terbukti bersalah. “Terdakwa dinyatakan bersalah karena telah terbukti melakukan tindak pidana,” ujar Ketua Majelis Hakim Guntur Pambudi ketika memimpin persidangan di ruang Candra, Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Kediri sekitar pukul 15.00 WIB.

Ririn dinyatakan telah melanggar pasal 340 juncto pasal 53 KUHP tentang percobaan pembunuhan berencana. Dia mencoba membunuh Djony yang tak lain adalah bosnya sendiri saat berada di dalam mobil operasional perusahaan, Daihatsu Xenia bercat Silver nopol N 1437 BV.

Kepala bidang sekuritas asal Pakuwon Indah Cluster The Mansion, Sambikerep, Surabaya ini diserang dengan sebilah pisau ketika masih duduk di kursi kemudi. Akibatnya, Djony mengalami luka sayatan di leher kanan dan luka benturan di kepala. Pria ini juga mengalami pascatrauma setelah kejadian tersebut. Insiden berdarah tersebut terjadi pada 25 September 2018 di perempatan traffic light Desa Sambirejo, Kecamatan Pare.

Vonis kurungan selama 5,5 tahun yang ditetapkan hakim tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU). Sebab, dalam persidangan sebelumnya JPU Tommy Marwanto dan Moch Iskandar menuntut terdakwa kelahiran 1979 tersebut dengan hukuman tujuh tahun penjara.

Waktu itu, selain membacakan tuntutan, JPU juga menyertakan barang bukti (BB) perkara ini. Yakni satu pisau dengan gagang dibungkus plastik hitam, satu pisau merek Baishun dengan gagang terbungkus plastik hitam. Kemudian, satu martil dan satu plastik berisi blanko kosong dokumen chif sekuritas.

Dalam amar putusannya, majelis hakim juga menyampaikan sejumlah pertimbangan. Baik yang memberatkan maupun pertimbangan meringankan untuk terdakwa. Yang memberatkan, menurut hakim Guntur, karena perbuatan Ririn mengakibatkan trauma kepada Djony. Selain itu, Ririn dianggap berbelit-belit dalam memberikan keterangan.

Sedangkan pertimbangan yang meringankan, Ririn belum pernah dihukum sebelumnya. Majelis hakim juga mempertimbangkan kondisi terdakwa sebagai seorang ibu yang kehadirannya masih diharapkan oleh keluarganya.

Setelah membacakan vonisnya, hakim memberikan kesempatan terdakwa untuk menanggapi atau menyatakan sikap. “Dengan putusan tersebut, terdakwa diberi waktu selama tujuh hari untuk pikir-pikir, menerima, atau banding. Bagaiman tanggapan terdakwa?” urai Guntur dengan nada tanya.

Mendengar putusan majelis hakim itu, Ririn tampak tertunduk lemas. Namun, pada akhirnya ia menyatakan menerima vonis tersebut. “Saya menerima hukuman Yang Mulia,” jawabnya sambil masih menundukkan kepala.

Setelah mengetahui sikap terdakwa, majelis hakim mengakhiri acara persidangan. Untuk diketahui, saat menjalani sidang kemarin, Ririn tak didampingi pengacara. Di dalam ruang sidang juga tidak tampak keluarganya yang mendampingi.

Setelah hakim ketua mengetukkan palu tanda persidangan ditutup, perempuan lulusan fakultas hukum ini dibawa menuju sel tahanan sementara PN Kabupaten Kediri.

Seperti diberitakan sebelumnya, motif kasus ini dipicu karena masalah utang-piutang. Ririn memiliki utang pada Djonysebesar Rp 150 juta. Pinjaman tersebut disepakati dengan bunga 5 persen. Namun hingga jatuh tempo pembayaran,Ririn tidak bisa melunasi. Karena Djony terus menagih, emosi Ririn pecah. Saat berdua di dalam mobil, dia nekat melukai bosnya itu.

Masalah Utang Berujung Penjara

2018

25 September                 Ririn menyerang bosnya, Djony Suwono, dengan pisau dalam mobil di Desa Sambirejo, Kecamatan Pare. Polisi mengamankan Ririn

12 Desember                  Ririn menjalani sidang perdana

2019

23 Januari                      JPU menuntut Ririn tujuh tahun penjara

6 Februari                      Majelis hakim memutus Ririn bersalah. Dia divonis hukuman lima tahun enam bulan 

(rk/baz/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia