Kamis, 27 Jun 2019
radarkediri
icon featured
Politik
Pemilu 2019

KPU Kota Kediri: Targetkan Partisipasi Pemilih 80 persen

08 Februari 2019, 14: 49: 04 WIB | editor : Adi Nugroho

kpu kediri

OPTIMISTIS: Agus Rofiq, Ketua KPU KOta Kediri. (Didin Saputro - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KOTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kediri secara masif melakukan sosialisasi pemilihan umum (Pemilu) 2019. Hal ini untuk menekan angka golput di Kota Kediri. KPU pun menargetkan partisipasi pemilih di Kota Kediri mencapai 80 persen.

Ketua KPU Kota Kediri Agus Rofiq menyampaikan bahwa dalam melakukan sosialisasi, pihak KPU tidak serta merta melakukannya sendiri. Targetnya dalam melakukan sosialisasi dibantu relawan demokrasi yang terdapat dalam sebelas basis. “Satu di antaranya itu berbasis keluarga,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Gus Rofiq menyebut sosialisasi dan pendidikan pemilih berbasis keluarga bertujuan membentuk keluarga sadar pemilu. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menyasar semua basis pemilih, karena semua kategori pemilih sesungguhnya terdapat dalam keluarga seperti pra pemilih, pemilih pemula, pemilih muda, pemilih perempuan, kelompok agama, disabilitas dan lainnya. “Ada juga pemilih pemula berbasis netizen, kelompok komunitas dan lain sebagainya,” imbuhnya.

Selama ini, sosialisasi dan pendidikan pemilih yang dilakukan KPU terkesan elit dan eksklusif karena dilakukan secara khusus. KPU juga lebih cenderung berorientasi pada publikasi kegiatan di media, sementara basis-basis pemilih yang menjadi target sosialisasi dan pendidikan pemilih kurang tergarap secara optimal.

Untuk itu, sosialisasi dan pendidikan pemilih berbasis keluarga akan menjadi 'produk' unggulan penyelenggara pemilu dalam menyasar pemilih. Menurutnya, keluarga sebagai basis sosialisasi dan pendidikan pemilih sudah terakomodasi dalam Peraturan KPU Nomor 08 Tahun 2017 tentang Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Peningkatan Partisipasi Masyarakat dalam Pemilihan.

“Pendekatan basis keluarga merupakan yang paling efektif karena semua kategori pemilih akan kembali dan berkumpul dengan keluarganya masing-masing,” jelasnya.

Selain itu, ada basis berupa kelompok disabilitas dan marginal. Gus Rofiq mengharapkan, dengan menggerakkan relawan demokrasi, bisa membantu KPU dan menjangkau seluruh lini yang dibutuhkan dalam rangka untuk sosialisasi pemilu 2019.

Hal ini di samping penyelenggara sendiri, mulai dari KPU, PPK, PPS yang ada di kelurahan, dan nanti setelah KPPS terbentuk, itu juga akan digerakkan untuk melakukan sosialisasi kepada warga, sehingga mampu menjamah ke seluruh masyarakat yang ada.

“Dari jumlah 947 TPS itu, masing-masing TPS kita mengangkat personel KPPS,” terangnya. Setiap TPS ada tujuh orang. Mereka juga diharapkan bisa membantu KPU melakukan sosialisasi. Setidaknya ada lebih 6 ribu lebih. Bisa bersama-sama menyosialisasikan Pemilu ini.

Untuk diketahui, selama ini KPU RI menargetkan 77,5 persen partisipasi pemilih se-Indonesia. Namun, untuk Kota Kediri mencoba menargetkan 80 persen dari  jumlah DPT yang ada. “Target kita sedikit di atas target KPU RI,” pungkasnya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia