Kamis, 27 Jun 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Revisi RTRW Kediri: Kawasan Gunung Klotok  Dipastikan Terimbas Tol

08 Februari 2019, 14: 38: 54 WIB | editor : Adi Nugroho

tol kediri

STRATEGIS: Warga berada di lahan sawah yang nantinya akan jadi kawasan jalur lingkar barat di Kelurahan Bujel, Kecamatan Mojoroto. (Didin Saputro - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KOTA- Dampak rencana revisi tata ruang dan wilayah (RTRW) Kota Kediri, utamanya barat sungai bakal meluas. Salah satunya kawasan Selomangleng. Sebab, jalan tol Nganjuk-Kediri bakal dilanjutkan hingga wilayah selatan Jawa Timur.

Dalam pemaparannya di Politeknik (Poltek) Kediri beberapa waktu lalu, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar menyebut, area poltek menjadi salah satu kawasan terimbas megaproyek besar Kota Kediri di masa mendatang. Seperti pembangunan jalan tembus dan jalur lingkar (ringroad). Termasuk rencana pembangunan jalan tol yang pada 2019 ini dalam tahap pembebasan lahan.

“Nanti exit tol di daerah Maron, Banyakan juga rencana mengarah ke Gunung Klotok dan akan dilanjutkan ke jalur lintas selatan (JLS). Bisa dibayangkan kalau nantinya area poltek bakal ramai,” kata wali kota yang akrab disapa Mas Abu ini.

Tak hanya itu, area belakang poltek nantinya juga menjadi salah satu titik yang bakal digunakan jalur tembus. Jalur ini akan mengurai kemacetan dari keberadaan bandara. Utamanya di daerah Mrican.

“Insya Allah nanti di belakang poltek pemkot akan membuat jalur tembus untuk mengurai kemacetan akibat adanya bandara,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan (Barenlitbang) Kota Kediri Edi Darmasto mengatakan, masih ada sejumlah kajian perubahan yang memerlukan waktu cukup lama. Dan jumlahnya cukup banyak. Hal ini karena barat sungai selama ini merupakan kawasan pendidikan.

Bandara dan jalan tol itu diprediksi akan mengubah kondisi kawasan barat sungai. Seperti semakin tingginya volume kendaraan. Terutama di Mrican sebagai imbas exit tol yang rencananya di Desa Maron. Tak jauh dari Mrican.

Karena itu dalam RTRW kali ini, menurut Edi, ada beberapa alternatif perencanaan yang berkaitan dengan bandara dan tol. “Rencananya akan ada pembukaan akses jalan baru dari Mrican, Gayam, Bujel hingga Selomangleng,” paparnya.

Selain untuk mengurai kemacetan di simpang empat Mrican, rencana itu juga sebagai aksesbilitas dari exit tol dan bandara ke kawasan objek wisata Gua Selomangleng. “Selain jalan tembus dan tol juga akan dibangun jalur lingkar barat,” imbuhnya. Namun ini membutuhkan kajian mendalam. Terutama untuk pembebasan lahan.

Dari keterangan Edi, semua itu baru berupa perumusan perencanaan. Dengan konsep hirarki primer, semua perencanaan terkait pembuatan akses baru ini juga mengantisipasi arus yang masuk kawasan pendidikan. Yakni di Kelurahan Mojoroto, Sukorame, Lirboyo, dan Bandar yang selama ini dikenal sebagai pusat pendidikan di Kota Kediri. Terkait revisi RTRW dia menargetkan akan selesai pada pertengahan 2019.

Saat dikonfirmasi terkait perencanaan pembangunan kawasan barat sungai, Anggota Komisi C DPRD Kota Kediri Ayub Wahyu Hidayatullah menegaskan, proyek strategis nasional (PSN) merupakan program yang sangat penting. Makanya Kota Kediri sebagai daerah yang terimbas harus sejak dini mempersiapkan diri. “Salah satunya adalah proyek-proyek yang diprioritaskan di sisi barat sungai,” sebutnya.

Khusus untuk pembangunan jalan tembus, Ayub sangat mendukung karena selain sebagai pengurai kemacetan dan akses pariwisata juga untuk akses di dua kampus besar. Yakni Universitas Brawijaya (UB) Kampus III dan Poltek Kediri yang rencanannya akan naik status sebagai kampus negeri.

Sementara ring road nantinya akan melewati Kota dan Kediri Kabupaten, hal ini agar kendaraan besar tidak masuk di tengah kota. Ayub berharap, dengan beberapa jalur penghubung tersebut warga yang ingin ke bandara akan lebih cepat.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia