Kamis, 21 Feb 2019
radarkediri
icon featured
Ekonomi

Imlek, Permintaan Daging Ayam Stabil

06 Februari 2019, 16: 40: 39 WIB | editor : Adi Nugroho

harga ayam

STABIL: Penjual ayam di area Pasar Setonobetek. (Iqbal Syahroni - radarkediri.id)

KEDIRI KOTA – Libur Imlek tidak banyak berpengaruh terhadap harga daging ayam. Permintaan tidak banyak berubah. Membuat harga relatif stabil.

          Hal tersebut dibenarkan Andik, 40, salah satu penjual daging ayam di Pasar Setonobetek, Senin (4/2). “Stabil aja, Mas, nggak naik, juga tidak turun,” imbuhnya saat ditemui Jawa Pos Radar Kediri.

Untuk perubahan harga, memang pada hari Minggu (3/2) mengalami kenaikan menjadi Rp 32 ribu jika membeli dagingnya saja. Sebelum hari tersebut, harga pasar berkisar di angka Rp 31 ribu hingga Rp 31.500. Ia juga menambahkan bahwa kebijakan untuk menurunkan dan menaikkan harga daging tergantung dari masing-masing penjual.

Kenaikan harga tersebut, menurut Andik dipengaruhi dari harga yang dijual langsung peternak ayam kepadanya. Karena memang para penjual mengambil daging ayam dari kandang atau pabrik yang berbeda, Maka nilai jual dari kandang atau pabrik tersebut juga memengaruhi harga jual setiap pedagang.

 “Ya, ngikutin harga dari kandang,” terangnya.

          Andik merasa kenaikan permintaan dari konsumen biasanya naik pada awal-awal bulan. Apalagi, jika awal bulan pada akhir pekan. Namun,pada akhir awal Februari ini, kenyataaannya tidak seperti itu. Tidak naik, maupun turun.

          Selain itu, penjual lain di Pasar Bandar, Naryo, 42, menjelaskan bahwa di kedainya menjual daging ayam seharga Rp 32 ribu per kilogram juga. Ia menjelaskan bahwa mulai Senin (4/2) mengalami kenaikan. “Awalnya turun, beberapa minggu lalu naik lagi, turun hari Minggu dan Senin kemarin mengalami kenaikan lagi,” tuturnya.

          Salah satu pembeli daging ayam, Astutik, menjelaskan bahwa kenaikan harga ayam tersebut tidak terlalu membuatnya berhenti membeli daging ayam di pasar. Sebab, ia juga berprofesi sebagai pemilik kedai ayam goreng. “Ya, bagaimana, naik atau turun juga tetap beli, Mas, namanya juga punya warung makan,” ujarnya.

(rk/rq/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia