Kamis, 21 Feb 2019
radarkediri
icon featured
Features

Nabilah Rizky Amalia, Pengusaha Cilik Penjual Slime

Snack Pemberian Ibunya pun Dijual Lagi

05 Februari 2019, 11: 00: 02 WIB | editor : Adi Nugroho

slime pengusaha cilik

NALURI BISNIS: Nabilah bersama produk slime yang dia jual. (Didin Saputro - radarkediri.id)

Bakat wirausaha sudah terlihat pada diri Nabilah Rizky Amalia sejak kecil. Kini, saat baru kelas 5 SD, gadis cilik ini sudah mampu meraup omzet jutaan rupiah dalam sebulan dengan menjual slime.

 

MOCH. DIDIN SAPUTRO

Masa kecil memang menjadi saat-saat paling membahagiakan bagi setiap orang. Sehari-hari selalu diwarnai dengan bermain. Seperti apa yang dilakukan Nabilah, bermain slime menjadi kegemarannya saat ini. Bahkan bukan hanya sekadar mainan saja, di tangan bocah sebelas tahun ini, mainan bak lumpur berwarna itu bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah.

“Awalnya aku lihat teman di sekolah bawa slime. Di rumah penasaran dan lihat cara buatnya di youtube,” kata Nabilah saat dijumpai Jawa Pos Radar Kediri di rumahnya Minggu (3/2) sore.

Berawal dari rasa penasaran itulah akhirnya Nabilah mencobanya. Di awal pembuatan dia sempat dimarahi orang tuannya. Sebab slime yang terlihat lengket itu bisa saja mengotori lantai. Saat itu dia masih duduk di kelas tiga SD. Atau, tepatnya, satu tahun yang lalu. “Pertama buat tidak jadi karena hanya pakai dua bahan. Sudah coba lima kali tapi gagal terus,” ujarnya sembari mempraktikkan pembuatan slime di rumahnya. Di Gang Belakang TMP Kelurahan Banjaran, Kota Kediri.

Merasa belum puas, dia terus mencobanya. Hingga mendapat komposisi yang pas. Komposisi bahan itulah yang digunakannya hingga sekarang.

Gaya bicara centil dan luwes tercermin pada bocah ini. Sambil mempraktikkan pembuatan slime, Nabilah menyampaikan bahwa dulu slime buatannya hanya untuk mainan sendiri. Belum terbesit untuk menjualnya. Namun, ada tetangga yang tertarik.

“Dibeli tetangga dan teman bermain di rumah. Dulu saya jualan sama teman. Tetapi lama-lama jualan sendiri-sendiri,” kenangnya.

Belum memiliki wadah, Nabilah menggunakan kap jelly ukuran 50 mililiter dan dijual dengan harga lima ribuan. “Pertama gak tahu beli kap di mana, akhirnya alat dan bahan cari di internet,” sebutnya.

Produk slime yang diberi merek dagang Nabira Slime ini sekarang sudah banyak peminatnya. Nabilah dibantu kakaknya dalam pemasaran online. Dia juga menjual saat car free day (CFD) di Jalan Dhoho. Sementara selain hari Minggu, slime miliknya selalu diburu teman-teman sekolahnya.

Yang menarik, slime buatan Nabilah juga memiliki aroma buah-buahan. Warna yang menarik juga menjadi nilai tambah tersendiri. Dalam satu minggu dia memproduksi enam kilo slime. Dan diwadahi berbagai ukuran mulai 50 cc hingga 200 cc. Ada yang memiliki aroma green tea, permen karet, dan buah-buahan segar.

Menurutnya bermain slime itu bisa menghilangkan stress. Juga menjadi hal yang seru. “Saya suka dimainkan hingga berbunyi,” cetusnya.

Muhartoyo, ayah Nabilah mendukung putrinya itu menekuni usahanya ini. Namun dia selalu berpesan untuk tidak lupa belajar. Muhartoyo menyampaikan bahwa dengan belajar berwirausaha ini bisa membuat putrinya lebih mandiri.

“Satu bulan omzetnya mencapai delapan juta rupiah. Saya hanya jadi kurir, mengantar ke ekspedisi pengiriman barang,” ujarnya.

Memang, selain di lingkungan tempat tingganya, saat ini Slime buatan Nabilah juga telah merambah ke berbagai kota di pulau Jawa. Bahkan terakhir ada pesanan dari Lampung dan juga Makassar.

Yuni Sulistyowati, ibu Nabilah menyebut bahwa bakat anak bungsunya ini sudah terlihat sejak kecil. Tepatnya ketika kelas satu SD. Pernah, suatu saat, Yuni membelikan jajanan kepada Nabilah, namun malah dijual lagi. “Dari kecil jiwa bisnis ada, dulu saya belikan jajanan malah dipasang di depan rumah dijual ke teman-temannnya. Mungkin dulu hanya iseng,” kenangnya. Bahkan akhir-akhir ini Nabilah juga mendapat penghargaan. Salah satunya adalah sebagai young entrepreneur inspiratif dalam Kadin Award Kota Kediri 2018.

(rk/baz/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia