Kamis, 21 Feb 2019
radarkediri
icon featured
Ekonomi

Harga Bawang Merah Turun

04 Februari 2019, 18: 37: 22 WIB | editor : Adi Nugroho

bawang merah

PASOKAN MELIMPAH: Indakah, pedagang di Pasar Induk Pare, menggelar dagangannya yang salah satunya adalah bawang merah. Harga bawang merah mengalami penurunan. (Iqbal Syahroni - radarkediri.id)

KEDIRI KABUPATEN – Melimpahnya stok sering berimbas pada anjloknya harga barang. Apalagi bila tingginya pasokan tak diimbangi dengan meningkatnya permintaan. Dan itulah yang terjadi pada komoditas bawang merah saat ini. Stok yang melimpah membuat harga brambang menjadi terjun bebas.

Di pasaran, harganya sudah menyentuh ke angka Rp 12 ribu per kilogram.  Padahal seminggu lalu masih di kisaran Rp 16 ribu per kilogramnya. “Tadi pagi masih Rp 13 ribu. Mulai siang (kemarin, Red) sekitar jam 2 (pukul 14.00 WIB, Red) turun lagi,” terang Indakah, pedagang di Pasar Induk Pare.

Menurut Indakah, harga dari petani memang turun. Harganya tentu di bawah harga tersebut.

Ia menjelaskan bahwa penurunan harga bawang merah karena sudah memasuki masa panen. Pasokan bawang merah dari petani sudah banyak yang membanjiri pasaran. Bahkan, bawang merah yang masuk ke Pasar Induk Pare tak hanya berasal dari wilayah Kediri dan sekitarnya saja. Juga dari daerah-daerah lain.

Indakah menjelaskan bahwa kebanyakan para penjual di Pasar Induk membeli dari petani Mojokerto, Blitar, hingga Nganjuk. Walaupun juga tidak sedikit pedagang itu yang sekaligus memiliki lahan bawang merah. Alias sekaligus jadi petani. “Saya juga kebetulan bertani bawang merah,” ujar wanita asal Plemahan ini.

Hanya, khusus musim penghujan ini, justru hasil dari lahan bawang merahnya kurang maksimal. Jumlah panenan menurun. Penyebabnya adalah kurangnya sinar matahari untuk menjemur bawang merah. Karena itu, dia lebih banyak membeli dari petani asal Pacet, Mojokerto.

Walaupun sebagian petani lokal mengalami penguranan hasil panen, tapi tak mampu mengangkat harga brambang di pasaran. Sebab, pasokan dari daerah lain juga tetap banyak.

Menurutnya, kebanyakan pembeli bawang merah di Pasar Induk Pare adalah penjual dari pasar lain. “Ada yang beli beberapa hitungan ons. Namun juga ada yang beli berkilo-kilo, biasanya mereka penjual dari pasar lain di Pare, Gurah, dan sebagainya,” imbuhnya.

Agus, pedagang di pasar yang sama, menjelaskan bahwa bawang merah yang ia jual juga seharga Rp 12 ribu. Namun, ia menjelaskan bahwa harga bawang merah yang dijual oleh pedagang lain di luar pasar induk sudah pasti berubah. “Untuk perubahan saya kurang tahu, itu kebijakan dari penjual masing-masing, Mas,” imbuhnya.

Winarko, seorang pembeli, menjelaskan bahwa ia merasa bahwa harga di Pasar Induk jauh lebih murah dibandingkan di luar. Ada perbedaan sekitar Rp 2-3 ribu jika sudah berada di pasar lain. “Dari Pare beli di sini (Pasar Induk, Red) lebih murah karena langsung dari petani,” akunya.

(rk/rq/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia