Jumat, 15 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Kediri Belum Bebas Jentik Nyamuk

Pemkab Terus Gencarkan PSN Serentak

03 Februari 2019, 18: 05: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

demam berdarah

BALIK BAN: Seorang warga Kabupaten Kediri menguras air yang tersisa di ban bekas yang ada di pekarangan rumah. (Dinkes Kabupaten Kediri For radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KABUPATEN - Hasil pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara serentak masih belum memuaskan. Kemarin, hasil angka bebas jentik (ABJ) masih tidak jauh berbeda dengan hasil supervisi sebelumnya.

Berdasarkan data dari Dinkes Kabupaten Kediri, ABJ pada supervisi PSN serentak ini masih berada di angka 44 persen. Hanya naik dua persen jika dibandingkan supervisi pada hari Selasa (29/1) lalu.

“Memang kesadaran masyarakat tidak bisa langsung bisa diubah dengan cepat. Namun jika tidak kita desak seperti ini, penyebarannya nyamuk aedes aegypti tidak akan bisa menurun,” ujar Kasi Pemberantasan dan Pengendalian Penyakit Menular (P3M) Nur Munawaroh kepada Jawa Pos Radar Kediri melalui sambungan telepon kemarin.

Demam Berdarah

Demam Berdarah

Berdasarkan keteragannya, kecenderungan masyarakat desa belum paham akan pentingnya melakukan PSN. Terbukti dari hasil ABJ yang ditemukan di desa lebih rendah jika dibanding di masyarakat yang cenderung di perkotaan. Menurutnya hal tersebut juga dipengaruhi oleh tingkat pendidikan masyarakat itu sendiri.

Kesadaran masyarakat dinilainya masih jauh dari yang diharapkan. Bahkan pihaknya pernah menemukan ada warga yang enggan menguras bak mandinya. “Waktu kita ke sana untuk mengecek ternyata tidak dilakukan PSN. Padahal sebelumnya dia sudah bilang mau PSN. Alasannya karena sibuk bekerja,” terangnya.

Lebih lanjut, untuk bak mandi, mayoritas masyarakat sudah relatif rutin membersihkan. Namun untuk beberapa detail genangan air yang lainnya belum. Seperti halnya botol bekas, ban bekas, tempurung kelapa, dan limbah lainnya. Padahal untuk melakukan PSN yang maksimal, semua potensi tempat jentik berkembang biak  harus dibersihkan.

Berdasarkan keterangannya, PSN secara serentak dan masif tersebut akan dilakukan terus dalam bulan ini. Agar segera bisa meningkatkan ABJ dan menekan kasus demam berdarah dengue (DBD). “Sebenarnya masyarakat itu tahu bahaya DBD tetapi belum sadar akan pentingnya PSN itu sendiri,” keluhnya.

Untuk diketahui, PSN secara masih tersebut dilakukan pada Jumat (1/2) dan Sabtu (2/2) kemarin. Merupakan tindak lanjut atas hasil rapat yang dilakukan oleh Pemkab Kediri. Rapat itu pun melibatkan para camat, puskesmas dan dinkes.

Kegiatan PSN tersebut langsung dipantau Sekda Kediri. Sedangkan untuk monitoring pelaksanaannya melibatkan Dinkes Kabupaten Kediri.

Sementara itu, ABJ pada setiap lokasi yang disupervisi sebelumnya hanyalah berkisar pada angka 42,78 persen. Supervisi sendiri dilakukan di 37 desa yang tersebar pada 26 kecamatan yang ada di Kabupaten Kediri. Padahal ABJ baik apabila nilainya minimal nilainya sebesar 95 persen.

Berdasarkan hasil supervisi tersebut, hampir separo rumah yang dicek terdapat jentik nyamuk. Tidak hanya rumah, juga di sekolah dan masjid pun tak luput dari supervisi tersebut.



Masih Penuh Jentik

ABJ Supervisi Pertama           42,78 persen

ABJ Supervisi Kedua              44,61 persen

Sasaran PSN

1.     Bak mandi

2.     Botol bekas

3.     Ban bekas

4.     Kendi atau gentong air

5.     Toren air

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia