Sabtu, 25 May 2019
radarkediri
icon-featured
Events

Catatan Ekspedisi Wilis I, Potensi Wisata Pegunungan Wilis (15)

Banyak Air Terjun yang Tersembunyi di Hutan

03 Februari 2019, 13: 49: 58 WIB | editor : Adi Nugroho

air terjun wilis

INDAH: Air terjun Ironggolo, salah satu air terjun yang sudah terekspos ke masyarakat. (Iqbal Syahroni - radarkediri.id)

Sebagai gunung air, Wilis memiliki banyak sekali air terjun. Hampir di setiap lereng, teurtama di sisi Kediri. Banyak yang juga baru ditemukan. Potensi yang jadi perhatian Pemprov Jatim dalam mengembangkan wisata Lingkar Wilis.

Keberadaan air terjun di lereng timur Gunung Wilis memang belum banyak diketahui wisatawan. Mungkin yang sudah dikenal adalah dua air terjun andalan Kabupaten Kediri. Yakni air terjun Dholo dan Ironggolo. Namun jangan salah, selain dua air terjun tersebut ternyata masih banyak air terjun lain yang ada di kawasan ini.

Di antaranya adalah air terjun Ngleyangan, Parijoto, Petungroto, Peri-Peri, dan lain sebagainya. Bahkan masih banyak air terjun yang belum dapat diakses. Di tengah hutan belantara.

Setiap air terjun juga memiliki ciri khas. Punya keunikan masing-masing. Banyak yang menilai, air terjun di lereng Wilis tak kalah eksotis dengan air terjun lain di Jawa Timur ini.

"Di Kediri ini sebenarnya banyak pilihan air terjun. Tetapi belum bisa di kemas dengan baik," kata Iwan, warga Kabupaten Kediri sekaligus wisatawan yang datang ke Ironggolo beberapa waktu silam.

Menurutnya potensi air terjun itu sangatlah besar untuk bisa berkembang lagi. Sebab, wisata di lereng Wilis ini dinilai mampu bersaing dengan wisata-wisata andalan Jatim lain seperti daerah Malang, Jember, dan Banyuwangi.

Memang, sesuai dengan rencana, Pemprov Jatim semakin melirik kawasan Lingkar Wilis. Termasuk Kediri. Lingkar Wilis telah menjadi incaran Pemprov Jatim untuk dikembangkan. Mereka telah menargetkan daerah ini menjadi salah satu wisata andalan yang baru. Yang menjadi andalan bagi wisatawan domestic dan mancanegara.

Potensi wisatanya, berupa destinasi yang melingkari Gunung Wilis seperti cincin. Sehingga dinamakan Lingkar atau Cincin Wilis. Di kawasan ini yang dijual adalah alam atau pemandangannya. Yang dinilai banyak orang sangat indah luar biasa.

Sarana jalan sudah dibangun di beberapa bagian. Namun jalan menuju kelayakan masih cukup jauh dari rencana. "Banyak yang masih sempit. Tapi di Kediri untuk menuju kawasan Besuki sudah bagus dan lebar. Hanya yang ke Sumberpodang dan Ngleyangan masih sempit," terang Iwan.

Dari pantauan, memang jalan menuju jalur utama lingkar Wilis ini masih banyak yang sempit dan kurang layak bagi pengguna jalan. Padahal, jika jalur ini sudah selesai, banyak yang menilai akan menyaingi Bromo dan Ijen. Di jalur lingkar Wilis ini udaranya juga segar dan dingin serta panorama alam yang masih sangat bagus di ketinggian.

"Wisata di sini sudah memuaskan. Suasananya adem. Tidak perlu ke Batu, Malang," sebutnya.

Jika nanti terealisasi, terbukanya akses selingkar Wilis ini termasuk dalam program Nawa Bakti Satya yang berisi visi dan misi program kerja gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur.  Rencananya, selingkar Wilis akan berusaha diwujudkan pada 2022. Apalagi dengan dibangunnya bandara dan jalan tol di kawasan ini.

Apabila selingkar Wilis ini segera terwujud, dampak perekonomian warga di sejumlah kabupaten akan meningkat. Adapun wilayah yang terkoneksi dengan lingkar Wilis ini adalah Kabupaten Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo, Madiun, dan Kediri. Atau dikenal dengan istilah Tunggal Rogo Mandiri. (din/fud)

(rk/rq/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia