Kamis, 14 Nov 2019
radarkediri
icon-featured
Events

Catatan Ekspedisi Wilis I, Potensi Wisata Pegunungan Wilis (14) 

Tawarkan Keindahan Alam Serta Budaya

02 Februari 2019, 11: 43: 34 WIB | editor : Adi Nugroho

POTENSIAL: Bumi perkemahan yang menjadi salah satu titik potensi pariwisata di kawasan lereng Gunung Wilis, Besuki, Desa Jugo, Kecamatan Mojo.

POTENSIAL: Bumi perkemahan yang menjadi salah satu titik potensi pariwisata di kawasan lereng Gunung Wilis, Besuki, Desa Jugo, Kecamatan Mojo. (Didin Saputro - radarkediri.id)

Share this          

Keindahan panorama alam Gunung Wilis tak diragukan lagi. Banyak potensi yang menjadi daya tarik. Apalagi, ke depan kawasan ini menjadi prioritas Provinsi Jawa Timur dalam pengembangan pariwisata Lingkar Wilis.

Hawa sejuk, pemandangan indah, membuat semua orang yang datang ke lereng Gunung Wilis betah. Sangat banyak lokasi yang berpotensi sebagai tempat wisata. Utamanya lereng timur atau sisi barat Kabupaten Kediri. Mulai dari wisata alam, buatan, peninggalan bersejarah, hingga berbagai macam wisata edukasi ditawarkan di kawasan ini.

Tak hanya tempat wisata yang dikelola pribadi, ada pula wisata dikelola pemerintah desa maupun pemerintah kabupaten. Setidaknya ada sejumlah desa yang akhir-akhir ini berbenah untuk membuka wisata di sana. Seperti Desa Joho, Kecamatan Semen yang memang sudah terkenal dengan wisata alam Sumber Podangnya.

Desa Joho menjadi salah satu daerah paling menonjol dalam pengelolaan pariwisata di samping kawasan Besuki, Desa Jugo, Kecamatan Mojo yang terkenal dengan air terjun Dolo dan Irenggolonya. Selain itu, masih banyak desa lain yang hingga kini tengah mempersiapkan daerahnya menjadi desa wisata. Seperti Desa Ngadi, Desa Selopanggung, Desa Pagung, Desa Pamongan, Desa Petungroto, dan lain-lain. Mereka menawarkan keunikan dan potensi masing-masing yang dimiliki.

Keberadaan daerah wisata tersebut menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan lokal. Seperti apa yang disampaikan Intan Hidayati, salah satu wisatawan lokal yang berkunjung ke Sumberpodang. Menurutnya, berwisata di lereng Wilis tidak kalah bagusnya dari daerah pegunungan lain.

“Saya dan teman-teman sering eksplore daerah sini. Tidak perlu jauh-jauh ke Batu. Kediri saja punya daerah dengan panorama indah,” kata gadis 22 tahun itu.

Pernyataan Intan menjadi salah satu contoh bahwa potensi Wilis sangatlah bagus dan tidak kalah dengan daerah wisata lain di Jawa Timur, seperti Kota Batu yang dari dulu sudah terkenal itu. Bahkan berbagai potensi tersebut sejak lama telah dilirik oleh pihak Provinsi Jawa Timur. Di mana kawasan Lingkar Wilis atau biasa disebut Tunggal Rogo Mandiri, yakni Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo, Madiun, Nganjuk dan Kediri menjadi fokus utama pengembangan wisata di Jatim.

Bahkan pihak provinsi juga berupaya mempromosikan Lingkar Wilis menjadi salah satu destinasi wisata alam unggulan seperti Gunung Bromo dan Kawah Ijen. Sarana dan prasarananya pun kini mulai disiapkan. Seperti pembangunan sejumlah jalan di barat sungai. Pembangunan Jembatan Wijayakusuma, Ngadiluwih-Mojo, yang menjadi penghubung timur dan barat sungai. Juga tak lama ini akan dibangun bandara di lereng utara Wilis tepatnya di daerah Tarokan.

Selama ini, sudah banyak orang menilai potensi wisata Lingkar Wilis cukup bagus, namun kurang bisa dipromosikan karena minimnya infrastruktur pendukung. Sehingga hal tersebut kurang disambut baik wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

Salah satu wisatawan, Joko Sujono, menyampaikan, Lingkar Wilis ini layak dijual karena masuk dalam kategori wisata Saujana, yaitu wisata alam yang diperkuat dengan wisata budaya. Yang dijual tidak hanya potensi keindahan alamnya, tetapi juga kebudayaan masyarakat sekitar.

“Berbagai infrastruktur pendukung yang harus segera dibangun ataupun diperbaiki adalah akses jalan. Karena jalan yang mengarah ke Lingkar Wilis masih sangat sederhana, sempit dan butuh untuk diperlebar demi kenyamanan wisatawan yang akan berkunjung,” papar pria yang juga pengamat budaya ini.

Selain itu, fasilitas penginapan ataupun hotel berbintang menurutnya juga harus dipikirkan. Karena ketika ada ratusan atau bahkan ribuan wisatawan yang berkunjung, hotel menjadi fasilitas penting yang harus tersedia. Tentunya harus ada kesepakatan bersama antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten untuk melakukan percepatan pembangunan infrastruktur pendukung tersebut. Jika pembangunan hanya dibebankan kepada daerah saja, akan terasa berat karena besarnya investasi yang harus disediakan.

(rk/baz/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia