Kamis, 21 Feb 2019
radarkediri
icon featured
Ekonomi

Produksi Cabai Lebihi Kebutuhan

Perlu Kemitraan dengan Industri Olahan Cabai

02 Februari 2019, 11: 34: 38 WIB | editor : Adi Nugroho

MELIMPAH: Petani Desa Kebonrejo, Kecamatan Kepung saat panen cabai besar. Petani diminta membuat diversifikasi produksi cabai untuk antisipasi jatuhnya harga, kemarin (1/2).

MELIMPAH: Petani Desa Kebonrejo, Kecamatan Kepung saat panen cabai besar. Petani diminta membuat diversifikasi produksi cabai untuk antisipasi jatuhnya harga, kemarin (1/2). (Didin Saputro - radarkediri.id)

KEDIRI KABUPATEN- Produksi cabai di Kediri sangatlah melimpah. Bahkan melebihi dari konsumsi cabai itu sendiri. Oleh karena itu, para petani cabai diharapkan bisa bermitra dengan industri olahan cabai.

Hal itu disampaikan oleh Kasubdit Cabai Dirjen Horti Kementan Mardiyah di Balai Desa Kebonrejo, Kepung kemarin sore (1/2). Ia turun ke lapangan karena adanya fenomena harga cabai yang anjlok. “Hampir di semua sentra penghasil cabai mengalami fenomena itu, tidak hanya di Kediri,” paparnya saat berdiskusi dengan petani cabai di Kebonrejo, Kepung.

Harga cabai dari petani sendiri berkisar antara Rp 6 - 7 ribu per kilogram. Hal itu salah satunya disebabkan melimpahnya produksi cabai domestik. Menurut Mardiyah, konsumsi cabai di Kediri sendiri tidak sampai 400 ton. Sedangkan produksi dari petani mencapai sekitar 2 ribu ton.

Oleh karena itu, ia menyarankan petani untuk mulai melirik pasar di luar pulau Jawa. Pasalnya, produksi cabai di pulau Jawa sendiri juga mengalami surplus. Sehingga jika dipasarkan tetap di pulau Jawa juga tidak akan terlalu ada bedanya.

Perempuan asal Malang tersebut pun menyarankan agar petani melakukan kemitraan. Yaitu dengan perusahaan makanan yang menggunakan cabai sebagai salah satu bahan olahannya. “Seperti produsen mi instan itu kan juga butuh cabai untuk olahannya,” imbuhnya.

Ia juga menyarankan petani agar mulai memproduksi cabai kering bermutu. Selain itu, ia berharap ke depannya para petani agar mempertimbangkan untuk melakukan pola tanam. Yaitu tidak hanya komoditas cabai saja.

Pasalnya, jika produksi cabai serentak maka panen akan kembali berlebihan. Hal itu sama saja akan menimbulkan surplus produksi cabai seperti sekarang ini. Oleh karenanya, ia berharap petani agar mulai mempertimbangkan opsi tersebut.

“Mulai lirik untuk tanam komoditas lain yang juga bernilai ekonomis tinggi. Seperti halnya bawang putih,” pungkasnya. 

(rk/baz/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia