Sabtu, 25 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Politik
TRANSPORTASI

Tambah Kepadatan Baru di Tengah Kota

01 Februari 2019, 15: 09: 33 WIB | editor : Adi Nugroho

MAKIN RAMAI: Arus lalu lintas di Jalan Veteran, Kota Kediri dipadati para pengendara karena terimbas pembukaan Jembatan Braijaya, kemarin.

MAKIN RAMAI: Arus lalu lintas di Jalan Veteran, Kota Kediri dipadati para pengendara karena terimbas pembukaan Jembatan Braijaya, kemarin. (Didin Saputro - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KOTA- Selain hasil evaluasi pemkot, uji coba rekayasa lalu lintas (lalin) Jembatan Brawijaya selama sebulan ini juga menuai sorotan masyarakat. Terutama keberadaan traffic light yang dianggap menambah titik kepadatan baru di tengah kota. Selain itu, penyeberangan di Taman Brantas pun dikeluhkan. Pasalnya, arus lalin terkesan semrawut.

“Dari arah Jalan Brawijaya cukup padat. Terutama di jam-jam sibuk, apalagi ada area parkir motor dan mobil,” ujar Hendrawan, seorang pengendara, kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Saat melintas di Jalan Brawijaya, ia mengaku, kendaraannya sempat tersendat beberapa saat. Hal tersebut tidak seperti sebelumya, di mana kawasan lalin di sana selalu lancar.

Meski senang dengan dibukannya jembatan baru, warga Pesantren ini berharap, pemkot juga memperhatikan hal-hal kecil. Seperti penataan parkir dan pedagang kaki lima (PKL) di Jl Brawijaya. Sebab selama ini masih tampak pedagang yang berjualan di area tersebut.

“Terutama saat jam berangkat dan pulang sekolah. Pasti di sini (Jl Brawijaya) semakin padat,” tanggapnya.

Pantauan koran ini, kepadatan di Jl Brawijaya memang hanya di jam-jam tertentu. Seperti pagi saat aktivitas masuk kerja, siang dan sore. Terlebih ketika usai hujan reda, kemacetan panjang bisa terjadi hampir ke Mako Satlantas Polres Kediri Kota yang berjarak sekitar 500 meter dari perempatan Jembatan Brawijaya.

Dian Fitasari, warga lain, menyampaikan, potensi macet lalin di jembatan penghubung Kecamatan Kota dan Mojoroto itu terutama di utara simpang empat. Tepatnya di area Taman Brantas. Banyak pejalan kaki berlalu lalang menyeberang tak melalui zebra cross. “Seharusnya yang hendak ke taman tidak menyeberang sembarangan. Sebab di sebelah utara sudah ada zebra cross,” ungkapnya.

Untuk itu, Dian berharap, ketika masuk taman sebaiknya dikonsentrasikan dari satu pintu. Jangan sampai dari selatan. Itu sangat membahayakan pejalan kaki. Terlebih bila pemkot bisa membuat barikade di sekeliling taman. Sehingga pejalan kaki otomatis melalui satu pintu di utara.

Memang, cukup banyak titik yang terdampak dari pembukaan Jembatan Brawijaya. Tak hanya di sekitar jembatan, namun meluas ke beberapa kawasan. Terutama di barat sungai. Penumpukan kendaraan meningkat tajam di Jl Veteran. Apalagi di sana merupakan kawasan sekolah.

Seperti kemarin sore, semua ruas di persimpangan Jl Veteran padat. Terutama di Jl Penanggungan dan Jl Veteran sisi timur. Laju kendaraan roda empat merayap. Kabid Manajemen Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Kediri Bagus Hermawan mengatakan, penumpukan akibat banyaknya kendaraan dari pusat kota yang ke barat sungai langsung melewati jembatan baru. “Terutama sore dan malam. Dari arah timur selalu ramai,” ujarnya.

Hal ini dipengaruhi perilaku masyarakat yang ingin melewati jembatan baru. Sebelum pembukaan, kendaraan roda empat jika akan ke barat sungai hanya ada dua pilihan. Yakni melalui Jembatan Semampir dan Jembatan Bandar Ngalim.

Untuk diketahui, dengan dibukannya Jembatan Brawijaya ini, dishub bersama satlantas akan terus memantau dan mengevaluasi. Paling lama tiga bulan. Sementara satu bulan ini, setidaknya titik kemacetan bisa tersebar di sejumlah persimpangan. Tidak lagi pada dua titik. Menurut Bagus, dengan adanya Jembatan Brawijaya, kemacetan di simpang alun-alun dan Semampir bisa berkurang 20 hingga 30 persen.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia