Selasa, 16 Jul 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Berburu Manisan dan Kue Keranjang

Pernak-pernik Imlek Mulai Banyak Dicari

01 Februari 2019, 14: 40: 51 WIB | editor : Adi Nugroho

BABI TANAH: Seorang pengunjung mengamati hiasan untuk perayaan Tahun Baru Imlek yang disediakan di salah satu swalayan di Kota Kediri, kemarin.

BABI TANAH: Seorang pengunjung mengamati hiasan untuk perayaan Tahun Baru Imlek yang disediakan di salah satu swalayan di Kota Kediri, kemarin. (Didin Saputro - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KOTA- Semarak Tahun Baru Imlek 2570 sudah terasa. Sejumlah toko penjual pernik Imlek pun memanfaatkan momentum tersebut. Seperti di Golden Swalayan misalnya. Di supermarket ini,  masyarakat Tionghoa menyerbu berbagai perlengkapan berbau Imlek.

Staf Bagian Pengadaan Barang Golden Swalayan Hadi Irmanto menyebut, penjualan pernik imlek sejak satu bulan lalu. Tepatnya pada awal tahun. Pernak-pernik itu sudah mulai dicari masyarakat. Puncaknya dalam seminggu ini.

“Karena di Kediri tidak ada toko khusus penjualan pernik Imlek, kami berusaha menyiapkan kebutuhan masyarakat yang lengkap,” kata Hadi.

Memang, penyediaan pernik Imlek ini dikhususkan bagi warga Tionghoa. Namun tidak menutup kemungkinan warga etnis lain juga mencari pernak-pernik tersebut. Seperti kue keranjang, manisan, dan buah-buahan sebagai parsel.

Untuk barang-barang yang dijual, banyak diambil dari Surabaya. Tapi ada juga yang dari Jakarta. Jenis-jenis barangnya seperti angpao motif baru, patung kucing, bunga sakura, lampion, dan pernak-pernik lainnya. Terutama produk yang bermotif babi, barang tersebut yang cukup banyak peminatnya.

“Mulai ramai hari ini (kemarin, red). Biasanya hingga mendekati imlek,” imbuhnya.

Untuk harga bervariatif. Manisan paling murah mulai harga Rp 5 ribu. Sementara untuk kue keranjang paling murah sekitar 9 ribu rupiah. Ada juga yang harganya ratusan ribu rupiah. Itu tergantung ukuran dan motif yang ditawarkan.

“Paling banyak dicari adalah manisan, kue keranjang, dan angpao. Karena itu salah satu syarat wajib hidangan saat Imlek,” tukas Hadi.

Wati Hariyati, salah satu pembeli menyampaikan, untuk mencari penjual pernik Imlek di Kota Kediri memang sulit. Tidak seperti di Surabaya. Namun dia selalu berbelanja kebutuhan tersebut di salah satu swalayan tertua di Kota Kediri tersebut.

“Tidak perlu ke Pasar Atom Surabaya. Di sini sudah cukup lengkap,” kata nenek ini sembari memilih angpao untuk cucunya tersebut.

Tahun Baru Imlek 2570 ini bertepatan dengan tahun babi dengan unsur tanah. Berdasarkan astrologi Tiongkok yang ditetapkan Dinasti Han pada kalender lunar Tiongkok, Tahun Baru Imlek 2019 yang dikenal sebagai Tahun Babi dengan unsur Tanah (Bumi) menjanjikan keberuntungan dan berkat bagi semua tanda zodiak Tiongkok.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia