Kamis, 14 Nov 2019
radarkediri
icon-featured
Events

Catatan Ekspedisi Wilis I, Potensi Wisata Pegunungan Wilis (13)

Segarnya Air di Bawah Curug Kali Tempuran

01 Februari 2019, 14: 29: 55 WIB | editor : Adi Nugroho

ALAMI: Warga berada di aliran Curug Kali Tempuran dari air terjun lereng Gunung Wilis, Desa Petungroto, Kecamatan Mojo.

ALAMI: Warga berada di aliran Curug Kali Tempuran dari air terjun lereng Gunung Wilis, Desa Petungroto, Kecamatan Mojo. (Habibah Anisa - radarkediri.id)

Share this          

Tak hanya air terjun Panji Laras, pengunjung bisa berenang atau memancing. Di Curug Tempuran juga dapat mengekspresikan diri dengan fasilitas melukis di sebuah batu.

Selama ini di Kecamatan Mojo hanya terkenal air terjun Dolo. Padahal tidak hanya satu air terjun saja yang berada di kaki Gunung Wilis tersebut. Masih ada air terjun lagi yang berada di Desa Petungroto. Bahkan air terjun ini dipercaya sebagai salah satu lokasi napak tilas Panji Laras. Kini diberi nama Curug Kali Tempuran.

Agar bisa sampai Desa Petungroto, pengunjung terlebih dahulu melewati Desa Kranding dan Desa Ponggok. Butuh waktu sekitar satu setengah jam jika perjalanan dari tengah kota.

Medan jalannya menantang, seolah sedang menaiki wahana roller coaster. Karena jalur jalannya tidak hanya naik dan menurun. Namun juga ada tikungan yang sangat tajam. Tetapi tenang, sebagian jalan menuju lokasi sudah beraspal mulus.

Hanya saja, untuk kendaraan roda empat masih belum bisa diparkir persis dekat tempat wisata. “Karena ini masih proses pengembangan, sementara hanya bisa dilalui oleh sepeda motor,” jelas Kepala Desa (Kades) Petungroto Dariono.

Sebelum dijadikan tempat wisata, kawasan sekitar Curug sangat terbengkalai. Itu karena sebagian tanah menuju ke sana adalah tanah warga. Pemerintah desa bekerja sama dalam pengolahan tanah. Di mana pemilik tanah mendapatkan bagian 30 persen keuntungan dari pengelolaan wisata.

Mulai Juni 2018, dengan mengunakan hadiah sebagai nominator kompetisi Kampung Inovatif pada 2017, anggaran sebesar Rp 100 juta itu digunakan untuk menyulap Curug Tempuran. Untuk mempermudah pengunjung, pemdes terlebih dahulu membuka lahan untuk dibangun jalan.

Meski masih tahap pengembangan, agar tempat tersebut tidak terbengkalai. Wisata Curug tetap dibuka, namun masih dengan fasilitas seadanya. Di mana di Curug Tempuran, pengunjung tidak hanya menikmati secara visual saja. Untuk merasakan segarnya air, pengunjung bisa berenang di kolam yang berada tepat di bawah Curug. “Untuk masuk tempat wisata, sementara tidak perlu membayar,” tutur Dariono.

Pengunjung juga dapat menikmati pemandangan di sekitarnya. Selain dikelilingi oleh hamparan sawah, juga terdapat sungai yang terdapat bebatuan. Air yang jernih juga dapat digunakan untuk mandi orang dewasa.

Tidak hanya itu, di sana juga disediakan kolam pemancingan. Sehingga ketika anak-anak sedang berenang, orang tua dapat menikmati kegiatan lainnya. Agar lebih berkesan, dengan hanya membayar Rp 5000 pengunjung dapat mengekspresikan diri dengan membeli cat. “Cat tersebut nanti bisa digunakan untuk melukis di atas batu-batu,” terang Dariono.

Namun sayang, setiap hujan datang pengunjung diminta agar segera naik. Alasannya, karena takut akan terjadi longsor dari atas Gunung Wilis. Untuk selanjutnya Curug Tempurung akan di kembangkan. Tidak hanya ditambah tempat penjualan makanan. Namun akan dibangun spot-spot foto baru. Bahkan akan direncanakan dibagun jembatan gantung.

Karena tujuan membuka wisata agar memajukan ekonomi desa. Di mana warga hanya mengandalkan hasil tani untuk kebutuhan sehari-hari. Dengan dibukanya wisata tersebut, warga bisa mendapatkan penghasilan. Salah satunya adalah Minarsih, 20, warga Desa Petungroto. “Sebelum ada tempat wisata, saya hanya ibu rumah tangga saja,” ungkapnya.

Dengan dibukanya tempat wisata, Winarsih dapat membuka warung untuk menambah penghasilan. “Daripada diam di rumah, saya memilih untuk berjualan,” imbuh Minarsih. Dengan membuka warung, dalam satu hari ia bisa mendapatkan keuntungan sebesar Rp 300 ribu.

(rk/baz/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia