Sabtu, 22 Feb 2020
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Selidiki Identitas Pria Misterius

Orang Terakhir yang Bertemu dengan Mak Mentil

31 Januari 2019, 15: 04: 53 WIB | editor : Adi Nugroho

Selidiki Identitas Pria Misterius

Share this          

KEDIRI KOTA– Polisi terus mengembangkan penyelidikan kasus pembunuhan Mak Mentil, 82, pemulung yang tinggal di kawasan Pasar Setonobetek. Kemarin, mereka mendalami informasi yang menyebut perempuan lanjut usia (lansia) bernama asli Sukinem itu sempat bertemu seorang laki-laki.

Pria misterius itu dicurigai sebagai orang terakhir yang menemui pemulung asal Magetan tersebut, sebelum ditemukan meninggal pada Senin (28/1) sore. “Kami masih melakukan pencarian atas sosok laki-laki berdasarkan hasil keterangan saksi di sekitar lingkungan tempat tinggal korban. Informasi warga ini nanti dapat untuk memperkuat (penyelidikan),” ujar Kasatreskrim Polres Kediri Kota AKP Andy Purnomo.

Kabar yang berkembang, laki-laki yang belum jelas jati dirinya ini memiliki hubungan asmara dengan Mak Mentil. Beberapa tetangga korban menyebut, pria tersebut bukan warga sekitar Pasar Setonobetek. Namun dia sering mengunjungi kediaman Mak Mentil.

Laki-laki ini kerap diketahui berjalan kaki dari lokasi yang agak jauh saat datang ke pasar di Jl Sam Ratulangi, Kelurahan Setonopande, Kota Kediri tersebut. Dia diperkirakan berusia paruh baya, sekitar 40-an tahun. Kendati usianya terpaut jauh, hubungan keduanya tampak seperti sepasang kekasih.

AA, salah satu warga sekitar lingkungan Pasar Setonobetek, mengungkapkan, memang ada seorang laki-laki yang mendatangi kediaman Mak Mentil sekitar pukul 19.00 WIB, Minggu (27/1). “Selepas Magrib atau Isya, saya lihat ada laki-laki yang datang. Tapi saya nggak begitu tahu wajahnya,” ujar warga yang juga berdagang di pasar tersebut, siang kemarin.

AA menambahkan, sering melihat laki-laki itu mengunjungi Mak Mentil. Biasanya ketika pasar sudah sepi. Setelah kios-kios di sekitar hunian Mak Mentil tutup sekitar pukul 16.30 WIB. Terkadang laki-laki yang usianya jauh lebih muda dari Mak Mentil ini datang mengenakan jaket, topi, dan helm.

Menurut AA, laki-laki tersebut berperawakan tinggi besar. Dia sering mengendarai sepeda motor bercat hitam model lama. “(Datangnya) tidak menentu, kadang dari sebelah timur, utara, selatan, nggak tentu, Mas,” paparnya.

Kedatangannya yang kerap malam hari, lanjut AA, ditengarai lantaran menunggu Mak Mentil pulang mencari rosok. “Tapi memang kalau sudah masuk waktu Magrib di sini memang sudah sepi, Mas. Jadi ya saya tidak terlalu melihat dengan jelas wajahnya, wong sering memakai helm juga,” urainya.

Sementara itu, Kasatreskrim Andy Purnomo mengatakan, pihaknya juga berkoordinasi dengan Polres Magetan untuk mengungkap kasus pembunuhan ini. Hal itu terutama untuk mengetahui identitas korban sekaligus anggota keluarganya. Pasalnya, selama tinggal di Kota Kediri, Mak Mentil tidak punya keluarga.

Dia tinggal sendirian di hunian serupa kios seukuran 2 x 4 meter di kompleks Pasar Setonobetek. Sepengetahuan para tetangganya, Mak Mentil tidak bersuami. Namun tak ada yang mengetahui apakah bercerai atau suaminya telah meninggal. Pun anak atau cucu juga belum jelas diketahui.

Dari kediaman yang menjadi tempat kejadian perkara (TKP) pembunuhan tersebut, satreskrim menemukan selembar berkas identitas Mak Mentil berupa fotokopi kartu tanda penduduk (KTP). Di situ tertera alamatnya di Desa Kembangan, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Magetan.

Dari kartu itulah, Andy lalu menghubungi Polres Magetan. “Karena menurut identitas yang ditemukan atas nama Sukinem atau yang biasa dipanggil oleh tetangganya dengan sebutan Mak Mentil alamatnya berada di tempat itu,” ujarnya.

Hanya saja ketika diperiksa oleh petugas kepolisian setempat, ternyata Mak Mentil sudah lama meninggalkan kampung halamannya. “Di sana ternyata sudah tidak ada keluarganya,” ungkap perwira Polri ini.

Bahkan Mak Mentil tidak memperbarui administrasi KTP-nya. Kartu penduduk yang diterbitkan pada 1998 itu belum elektronik. Di KTP tersebut, tercatat nama Sukinem kelahiran tahun 1937. Statusnya kawin. Dalam KTP yang telah berlaku seumur hidup itu, pekerjaan Sukinem disebut bakulan.

Karena belum ada anggota keluarganya, hingga kemarin jenazah Mak Mentil masih berada di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Kediri. Sebelumnya, seperti diberitakan koran ini, Mak Mentil ditemukan meninggal di kediamannya sekitar pukul 16.00 WIB Senin (28/1). Kondisinya mengenaskan. Kedua tangannya terikat serta mulutnya tersumpal.

Diduga kuat dia dibunuh. Dari TKP polisi mengamankan barang bukti (BB) tali dari kain yang digunakan mengikat Mak Mentil dan kain warna biru gelap untuk menyumpal mulutnya. Namun pelakunya belum tertangkap.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia