Senin, 19 Aug 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Urai Arus Lalin Simpang Alun-Alun

31 Januari 2019, 14: 16: 35 WIB | editor : Adi Nugroho

LEBIH LANCAR: Pengendara kendaraan melintasi gerbang Jembatan Brawijaya sisi timur Sungai Brantas menuju ke arah Mojoroto yang padat arus lalin, kemarin.

LEBIH LANCAR: Pengendara kendaraan melintasi gerbang Jembatan Brawijaya sisi timur Sungai Brantas menuju ke arah Mojoroto yang padat arus lalin, kemarin. (Didin Saputro - radarkediri.id)

Share this          

Di tengah persidangan kasus rasuah yang membelitnya, pengoperasian Jembatan Brawijaya telah berjalan lebih dari satu bulan sejak dibuka 24 Desember 2018 silam. Uji coba fasilitas infrastruktur yang menghubungkan Kecamatan Kota dengan Mojoroto itu berdampak di sejumlah titik jalan.

Baik pengurangan volume maupun penambahan arus kendaraan. Titik pengurangan ada di perempatan alun-alun. Sedangkan yang mengalami penambahan antrean kendaraan berada di simpang Bandarngalim, simpang Jl Iskandar Muda, simpang Jl Kawi, dan simpang Jl Veteran.

Kabid Manajemen Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Kediri Bagus Hermawan mengungkapkan, kendaraan dari pusat kota yang hendak ke barat Sungai Brantas akan lebih efisien. Setelah uji coba Jembatan Brawijaya sejak 24 Desember itu, pengendara tidak perlu lagi memutar melalui Jembatan Semampir dan Jembatan Bandarngalim.

“Namun dari pantauan dan evaluasi, hal ini berdampak pada beberapa persimpangan jalan,” katanya saat ditemui Jawa Pos Radar Kediri.

Yang paling terlihat, ungkap Bagus, terjadi pengurangan arus lalu lintas (lalin)  kendaraan di area simpang alun-alun. Terutama pada jam-jam sibuk, pagi dan sore. Namun kendaraan dari Jl Brigjen Katamso, Jl Panglima Sudirman, dan Jl Bandarngalim lebih lancar. “Antrean kendaraan tidak sampai menumpuk seperti sebelum dibukanya Jembatan Brawijaya,” jelasnya.

Selain di simpang alun-alun, berkurangnya arus kendaraan roda empat juga terlihat di simpang Semampir. Rata-rata kendaraan dari Jl Brawijaya memilih lurus melalui Jembatan Brawijaya. Itu berimbas pada penumpukan kendaraan di Semampir. “Tetapi yang tejadi ada penambahan antrean kendaraan di simpang Jl Veteran. Terutama pada sore dan malam hari. Dari arah timur selalu ramai,” papar Bagus.

Selain itu, penambahan volume kendaraan dari pantauan dishub juga terjadi di simpang Bandarngalim dari Jl Wachid Hasyim, simpang Jl Iskandar Muda dari Jl Ahmad Dahlan, juga simpang Jl Kawi dari arah Jl Jaksa Agung. “Semuanya terjadi saat sore jam pulang kerja. Rata-rata yang menuju luar kota melalu simpang Mrican,” ungkapnya.

Sejak dibukanya jembatan tersebut, dishub bersama satlantas terus memantau dan mengevaluasi. Dalam sebulan ini, setidaknya titik kemacetan tersebar di sejumlah persimpangan. Tidak lagi pada dua titik saja. “Kemacetan di simpang alun-alun dan Semampir bisa berkurang 20 hingga 30 persen,” kata Bagus.

Tak hanya penambahan volume kendaraan di sejumlah ruas barat sungai. Dari evaluasi, uji coba pembukaan Jembatan Brawijaya juga menyebabkan dampak kepadatan di ruas Jl Brawijaya serta Jl Mayjend Sungkono.

Kepadataan ini disebabkan sejumlah faktor, yakni pada pagi dan siang terjadi penumpukkan kendaraan akibat parkir pengantar dan penjemput sekolah di kawasan SD/SMP Santa Maria, Jl Brawijaya. Parkir kendaraan pengunjung Taman Brantas di Mayjend Sungkono. “Juga pengunjung yang menyeberang jalan sembarangan,” imbuhnya.

Soal penumpukan di Jl Brawijaya, Bagus mengakui, setiap ada traffic baru memang selalu muncul hambatan baru. Sebab, yang dulu bisa jalan terus, sekarang berhenti. Pastinya itu menambah hambatan. Namun jika dikatakan kemacetan, itu belum, sebab jika macet, berarti jalanan tersebut berhenti total. “Tetapi yang terjadi saat ini hanya padat, belum sampai macet. Buktinya di traffic light selalu habis,” urainya.

Sebetulnya, lanjut Bagus, di Jl Brawijaya bisa lebih lancar, yang penting adalah orang mau tertib dan mematuhi rambu lalu lintas. Meski selama ini markah parkir di sebelah timur traffic light sudah dihapus, masih ada yang parkir di sana. “Tentunya itu sangat mengganggu kelancaran lalin. Dan itu merupakan salah satu budaya yang sangat sulit dihapuskan,” terangnya.

Untuk diketahui, usai pengerjaan Jembatan Brawijaya rampung, Pemkot Kediri mulai Senin (24/12) pukul 13.00 WIB melakukan uji coba rekayasa lalu lintas. Pembukaan tersebut diharapkan mampu memecah arus lalu lintas kendaraan dari timur ke barat sungai dan sebaliknya yang selama ini terpusat di Jembatan Bandarngalim dan Semampir. Selama uji coba , dalam waktu tiga bulan, pemkot akan terus melakukan evaluasi hingga jembatan prestisius tersebut diresmikan pada Maret mendatang.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia