Kamis, 14 Nov 2019
radarkediri
icon-featured
Events

Catatan Ekspedisi Wilis I, Potensi Wisata Pegunungan Wilis (11)

Air Terjun Ironggolo ibarat Tangga Air

30 Januari 2019, 12: 34: 39 WIB | editor : Adi Nugroho

INDAH: Kontur tebing di air terjun Ironggolo membentuk undakan. Membuat air mengalir seperti melewati anak tangga.

INDAH: Kontur tebing di air terjun Ironggolo membentuk undakan. Membuat air mengalir seperti melewati anak tangga. (Iqbal Syahroni - radarkediri.id)

Share this          

Satu lagi air terjun yang tidak kalah terkenalnya dengan Air Terjun Dolo. Sama-sama bertempat di Desa Jugo, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri. Air terjun itu adalah Ironggolo.

Air itu jatuh dari ketinggian 80 meter. Tidak langsung ke kolam yang ada di bawahnya. Tapi menyusur melalui undakan terlebih dahulu. Undakan yang tersusun secara alami dari tebing bebatuan.

Karena melewati undakan itulah maka suara jatuhnya air di kolam utama tak sekeras seperti di Dolo. Walaupun demikian, suara yang ditimbulkan tetap masih terdengar dari lokasi parkir. Yang berjarak sekitar 100 meter.

Air terjun Ironggolo, masyarakat setempat terbiasa memangilnya dengan sebutan Irenggolo, adalah salah satu tempat wisata terkenal di Lereng Wilis. Jaraknya dengan air terjun sekitar 4 kilometer. Berada di bawah Dolo. Sehinga, bila wisatawan ingin melihat dua air terjun ini, lebih sering melihat Ironggolo dahulu sebelum ke Dolo yang lebih atas.

Air terjun ini dikelilingi pepohonan pinus. Tumbuh lebat di sekitar air terjun. Membuat suasana juga sangat teduh. Menambah kesejukan kala bermain air yang turun dari puncak air terjun.

Air terjun ini tidak setinggi Dolo. Tapi kualitas segarnya air tak kalah. Juga sama-sama terasa nyess bila disentuh. Sangat dingin.

Kelebihan lainnya, air terjun ini paling banyak mengundang wisatawan. Karena tak terlalu sulit mencapainya. Tak seperti bila harus mencapai air terjun Dolo. Yang harus melewati tanjakan gigi satu yang terkenal curam. Untuk mencapainya dari pusat Kota Kediri juga cuma butuh 45 menit berkendara dengan motor.

Kemudian, setelah tiba di parkiran, cukup berjalan sekitar 200 meter. Menembus area yang masih dipenuhi tumbuhan hutan. Dipercantik dengan bunga yang tumbuh di sepanjang jalan menuju lokasi air terjun.

Track menuju lokasi pun tak terlalu sulit. Bahkan, wisawatan tak terlalu merasa lelah saat menuju lokasi utama.

“Lebih mudah untuk trek menuju ke lokasinya dibandingkan Air Terjun Dolo. Tapi semua tergantung wisatawannya juga, Mas,” ujar Almas, salah seorang wisatawan saat sedang menikmati dinginnya air terjun Ironggolo.

Bagian yang menurut beberapa pengunjung unik dari Air Terjun Ironggolo adalah undakan di air terjunnya. Undakan itu seperti membentuk tangga air. Dengan kemiringan sekitar 40-45 derajat. Air yang turun dari atas akan terjatuh secara bertahap seperti anak tangga.

Isnaindy Tanaryopi, seorang pengunjung asal Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri, menjelaskan bahwa  ia bisa sejenak melepaskan penat dari hiruk-pikuk perkotaan di tempat ia bekerja di Surabaya. “Suasananya asri, airnya dingin dan jernih. Bersantai di sini sambil menikmati udara khas pegunungan yang tidak bisa didapatkan di perkotaan,” imbuhnya.

Air yang nantinya akan melewati beberapa desa di Kecamatan Mojo ini membuat banyak lahan pertanian dan perkebunan milik warga menjadi tidak kekurangan air. Tentunya hal tersebut juga merupakan berkah dari gunung yang sering disebut gunung air ini.

(rk/baz/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia