Rabu, 17 Jul 2019
radarkediri
icon-featured
Events

Catatan Ekspedisi Wilis I, Potensi Wisata Pegunungan Wilis (10)

Kicau Burung Berpadu Derasnya Air Terjun

29 Januari 2019, 14: 12: 49 WIB | editor : Adi Nugroho

ASRI: Seorang pengunjung berada di kolam di bawah air terjun Dolo. Kicau aneka jenis burung menjadi daya tarik bagi para wisatawan.

ASRI: Seorang pengunjung berada di kolam di bawah air terjun Dolo. Kicau aneka jenis burung menjadi daya tarik bagi para wisatawan. (Iqbal Syahroni - radarkediri.id)

Share this          

Tantangan kondisi alam yang dipadu keanekaragaman hayati menjadi daya tarik tersendiri dari wisata di wilayah Pegunungan Wilis. Seperti yang terasa di kawasan wisata Air Terjun Dolo.

Setelah berkendara sekitar satu jam dari pusat kota, bising suara kendaraan akan segera terganti. Menjadi suasana yang relatif sunyi. Hening. Membuat kita bisa mendengar suara gesekan yang terjadi antara daun dengan dahan. Yang diakibatkan terpaan angin yang bertiup. Diikuti aroma pegunungan dan pemandangan hijaunya lahan persawahan.

Suara kicau burung bersahutan mulai terdengar dari balik lebatnya pepohonan. Yang berjajar mengelilingi sekitar Air Terjun Dolo di Desa Jugo, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri. Jika didengarkan dengan seksama, suara kicau burung sudah dapat didengarkan ketika baru memasuki kawasan lereng Pegunungan Wilis. Mulai dari Selopanggung hingga ke Jugo.

Memang, di pPegunungan Wilis bagian timur ini dipenuhi oleh berbagai jenis burung. “Semua burung yang tinggal di sini dilindungi,” ujar Suhendro, salah seorang staf Dinas Pariwisata Kabupaten Kediri.

Ia menjelaskan bahwa ketika memasuki wilayah lereng pegunungan, jika jeli dan beruntung,  wisatawan dapat mendengarkan kicau burung yang berada di sekitar. Bahkan, bila beruntung bisa melihat bentuk aneka jenis burung itu. Mulai dari walet, betet hutan, perkutut, kutilang, dan gagak. Burung-burung itu bersarang di dalam hutan Pegunungan Wilis. Namun, yang paling sering didengar oleh para wisatawan di kawasan wisata Besuki, baik di Irenggolo maupun Dolo adalah kicauan kutilang.

Banyaknya jenis satwa yang dilindungi tersebut dapat menambah nilai jual bagi kawasan wisata Air Terjun Dolo. Banyak wisatawan yang datang, baik lokal maupun mancanegara, yang menanyakan hal itu. Mereka bertanya tentang suara bunyi-bunyian yang nyaring terdengar dari atas pepohonan.

Sunari, salah seorang pemilik warung kopi di kawasan Air Terjun Dolo mengatakan tidak sedikit pengunjung yang menanyakan ke dirinya. Mereka yang sedang beristirahat sambil ngopi itu bertanya perihal kicauan burung yang bersahut-sahutan. “Kebanyakan itu kutilang dan perkutut,” terangnya.

Burung-burung yang tinggal di dalam hutan tersebut kadang menunjukkan dirinya. Tapi kadang juga hanya terdengar suaranya saja. Burung-burung tersebut tinggal di antara pepohonan pinus, cemara, dan jenis pohon lain yang merimbun di sekitar Air Terjun Dolo.

Farel Ibrahim, pengunjung asal Bandarlor, Mojoroto, Kota Kediri, merasa dapat menemukan ketenangan ketika berada di kawasan Dolo. Dia bisa melepaskan penat dari hiruk-pikuk. Dengan hanya duduk sambil memandangi air terjun. “Duduk-duduk saja. Tadi sudah bermain air. Sekarang, ya, pengen menikmati suasananya. Dari derasnya suara air terjun, suara kicauan burung, dan lebatnya tumbuhan di sekitar air terjun,” ungkapnya.

Ia merasa bahwa tidak masalah untuk menuruni tangga untuk menuju ke tempat lokasi utama air terjun. Bila kemudian mendapatkan suasana alam yang masih asri seperti hal yang ia gambarkan.

(rk/baz/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia