Kamis, 12 Dec 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Kakek Gantung Diri, Diduga karena Depresi 

29 Januari 2019, 14: 05: 06 WIB | editor : Adi Nugroho

BUNUH DIRI: Petugas memeriksa tempat kejadian perkara gantung diri di Dusun Krajan Timur, Desa Wonojoyo, Kecamatan Gurah.

BUNUH DIRI: Petugas memeriksa tempat kejadian perkara gantung diri di Dusun Krajan Timur, Desa Wonojoyo, Kecamatan Gurah. (Dokumentasi Polsek Gurah for radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KABUPATEN- Bejo, 80, warga Dusun Krajan Timur, Desa Wonojoyo, Kecamatan Gurah nekat gantung diri, Minggu malam (27/1). Diduga kakek ini mengakhiri hidupnya lantaran depresi.

“Dia (Bejo, Red) diperkirakan depresi karena merasa kurang mendapatkan perhatian dari keluarganya,” ujar Kasihumas Polsek Gurah Aipda Yulianto pada Jawa Pos Radar Kediri saat ditemui di kantornya, kemarin siang.

Bejo gantung diri di kebun tetangganya. Tidak begitu jauh dari rumahnya. Ia menggantungkan dirinya di pohon belimbing dengan seutas tali warna biru. Menurut Yulianto, korban diperkirakan gantung diri sekitar pukul 21.30 WIB. “Melihat kondisi badannya, diperkirakan waktu kejadian belum lama. Hanya dalam hitungan jam saja,” paparnya.

Orang pertama yang menemukannya adalah Kesiyanto, 41, cucu Bejo. Merasa kakeknya tidak berada di rumah hingga malam, ia mencari. Hingga akhirnya pukul 23.30 WIB menemukan kakeknya telah meninggal gantung diri.

Kesiyanto pun lalu mengabari tetangga dekatnya untuk menolong. Tak lama berselang, Kepala Desa Wonojoyo diberitahu kemudian melaporkannya ke Polsek Gurah. Hasil analisa dan penyelidikan, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. Analisa tersebut dikuatkan oleh keterangan dari petugas kesehatan Puskesmas Gurah dan Tim Identifikasi dari Polres Kediri.

Meski diduga depresi, Bejo sehari-hari dikenal dekat dengan keluarga. “Mungkin ya karena merasa mendapat perhatian itu tadi,” imbuh Yulianto menutup pembicaraan.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia