Kamis, 27 Jun 2019
radarkediri
icon featured
Ekonomi

Musim Hujan, Harga Bawang Merah Anjlok

29 Januari 2019, 13: 57: 18 WIB | editor : Adi Nugroho

TERSEDIA: Riyatun menimbang dagangan bawang merahnya di Pasar Setonobetek, Kota Kediri. Komoditas sayur ini turun harga sejak dua hari kemarin.

TERSEDIA: Riyatun menimbang dagangan bawang merahnya di Pasar Setonobetek, Kota Kediri. Komoditas sayur ini turun harga sejak dua hari kemarin. (Ramona Valentin - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI– Harga bawang merah anjlok. Dari semula Rp 28 ribu per kilogram (kg), kini harga jual ecerannya sekitar Rp 20 ribu. Sedangkan harga jual grosirnya Rp 15 ribu. Walau harga lebih murah, permintaan terhadap komoditas ini justru turun.

Riyatun, 38, pedagang bawang merah di Pasar Setonobetek, mengatakan harga turun baru dua hari ini. “(Harga) brambang anjlok. Padahal sebelumnya Rp 28 ribu sekilonya dan bertahan sebulan,” ungkapnya saat dijumpai Jawa Pos Radar Kediri. 

Riyatun mengaku, tidak mengetahui penyebab harga rempah-rempah tersebut turun. Sebab pasokan terbilang aman dan stabil. Namun dari sisi permintaan malah turun. Saat ramai ia bisa menjual hingga 10 kilogram sehari.

Namun belakangan ini hanya laku sekitar empat kilogram sehari. “Sayangnya lagi, barang yang tersedia tidak semuanya bagus. Ada yang sudah membusuk, ada yang benjut,” imbuhnya sambil memilah-milah brambangnya. Musim hujan pun mempengaruhi. Riyatun memaparkan, harga bawang merah grosir Rp 15 ribu per kilogramnya.

Di lokasi yang sama, hal serupa diungkapkan Suwarno, 40, yang juga menjual bawang merah dan rempah-rempah. “Memang cabai rawit sampai bawang merah mengalami penurunan harga,” tuturnya.

Ia juga menjual secara eceran seharga Rp 20 ribu per kg. Namun konsumen rumah tangga jarang membeli dalam jumlah besar. Mereka hanya membeli paling banyak seperempat kilogram.

Sementara itu, Sukiyem,55, pedagang Pasar Grosir Ngronggo, menceritakan hal lain. “Bawang merah ndak sama dengan cabai rawit yang naik turun harganya. Tapi sekalinya naik tinggi, sekalinya turun rendah,” tegasnya. Menurut dia, penurunan harga ini menyesuaikan permintaan agar mampu menghabiskan pasokan barang yang tersedia.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia