Kamis, 14 Nov 2019
radarkediri
icon-featured
Events

Catatan Ekspedisi Wilis I, Potensi Wisata Pegunungan Wilis (9)

Turuni Ribuan Anak Tangga demi Air Terjun

28 Januari 2019, 19: 14: 51 WIB | editor : Adi Nugroho

MENANTANG: Pengunjung harus melewati ribuan anak tangga agar bisa melihat keindangan air terjun Dolo di Desa Jugo, Kecamatan Mojo.

MENANTANG: Pengunjung harus melewati ribuan anak tangga agar bisa melihat keindangan air terjun Dolo di Desa Jugo, Kecamatan Mojo. (Iqbal Syahroni - radarkediri.id)

Share this          

Sebelum sampai lokasi utama air terjun Dolo di kawasan wisata Besuki, Desa Jugo, Kecamatan Mojo, wisatawan harus melewati banyak anak tangga. Jalur ini menantang namun asyik untuk aktivitas melatih fisik.

Siang itu, cuaca Kota Kediri sangat terik. Saking teriknya, saat melihat ke arah barat akan terlihat jelas pemandangan Pegunungan Wilis yang diselimuti kabut. Memasuki wilayah Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri semakin terlihat gumpalan kabut yang melewati salah satu area wisata alam di lereng Pegunungan Wilis yang terkenal itu.

Terlihat hijau bercampur dengan kabut yang menyelimuti ternyata tidak mematahkan semangat rombongan pengunjung dari Kota Kediri. “Dari bawah saya pikir awan mendung, tapi tetap saya gas motor saya karena pengin main saja ke sini (air terjun Dolo, Red),” ujar Alfian, salah satu wisatawan itu.

Memang ketebalan kabut tersebut kadang disalahartikan dengan awan mendung yang mampu menutupi area wisata di ketinggian sekitar 1.800 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu. Jika kabut-kabut sudah melewati kawasan wisata, maka akan terlihat jelas hamparan pepohonan dan tanaman yang menghiasi sekitar area wisata alam air terjun.

Sampai di halaman parkir wisata Dolo, pengunjung diharuskan memarkir kendaraan mereka. Pasalnya, hanya ada satu jalan menuju ke lokasi. Itu harus ditempuh dengan jalan kaki.

Menurut Sunari, 53, penjaga warung di kawasan wisata Dolo, tangga menuju ke bawah adalah satu-satunya akses menuju lokasi utama air terjun. “Kalau tidak salah ada 1.200-an anak tangga,” imbuhnya.

Sunari menambahkan bahwa ribuan anak tangga tersebut memakan jarak tempuh sekitar 900 meter. Bisa sejauh itu karena ada belasan tikungan yang membuat jalur turun menjadi agak panjang.

Jika dilakukan babat alas dari halaman parkir melewati hutan yang langsung turun menuju ke air terjun sekitar 300-400 meter saja. Namun hal tersebut tidak disarankan bagi para pengunjung karena rute tersebut merupakan rute yang asing dan tidak lebih aman daripada melewati anak tangga yang disediakan.

Meski panjang dan berliku, namun di beberapa tikungan sudah ada spot untuk beristirahat bagi para pengunjung. Itu untuk sekadar mengistirahatkan kaki dan menghela napas sebentar. “Ada juga warung kopi yang berada di tikungan, Mas, di bawah tempat air terjun juga ada untuk menjajakan para pengunjung yang sudah lelah,” urai Sunari.

Diresmikan sekitar tahun 2008, anak tangga tersebut banyak membantu warga sekitar mata pencahariannya sebagai petani tegalan yang menanam tumbuhannya di hutan dekat air terjun. Sunari sendiri merasa dahulu sebelum dibangun anak tangga, jalanan tersebut hanyalah jalan setapak yang biasa digunakan para petani menuju kebunnya, ia salah satunya.

Farel Ibrahim, pengunjung asal Bandarlor, Mojoroto, Kota Kediri, mengatakan bahwa naik dan turun melewati tangga merupakan aktivitas untuk melatih fisiknya. “Selain joging, bisa untuk hiking juga, itung-itung sekalian berolahraga sebelum sampai ke kolam air terjun,” paparnya.

(rk/baz/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia