Selasa, 16 Jul 2019
radarkediri
icon-featured
Events

Catatan Ekspedisi Wilis I, Potensi Wisata Pegunungan Wilis (8)

Dinginnya Air Terjun Dolo Tak Membuat Sakit

28 Januari 2019, 18: 59: 21 WIB | editor : Adi Nugroho

SEGAR ALAMI: Wisatawan berada di kolam besar di bawah air terjun Dolo, di Kecamatan Mojo, kemarin.

SEGAR ALAMI: Wisatawan berada di kolam besar di bawah air terjun Dolo, di Kecamatan Mojo, kemarin. (Iqbal Syahroni - radarkediri.id)

Share this          

Julukan Gunung Air bagi Pegunungan Wilis bukan tanpa sebab. Di bagian timur pegunungan ini ada salah satu air terjun besar. Yang kesegaran airnya tak bisa didapatkan di air terjun tempat lain.

Air itu jatuh dari ketinggian sekitar 125 meter. Asalnya dari air pegunungan yang terkumpul dari berbagai sumber mata air. Jatuh mengisi mengisi cekungan  tanah di bagian bawahnya. Cekungan yang terbuat karena faktor alam.

Itulah air terjun Dolo. Letaknya di kawasan wisata Besuki, Desa Jugo, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri. Air terjun ini sangat ikonik. Menjadi salah satu simbol wisata alam Kabupaten Kediri selain Gunung Kelud.

Untuk mencapainya, butuh waktu sekitar satu jam perjalanan dair pusat Kota Kediri. Ada dua jalur yang dapat diakses dengan kendaraan pribadi. Yaitu melalui Jalan Argowilis. Jalur ini akan melewati jalanan di wilayah Kecamatan Semen. Sedangkan jalur yang lain adalah menyusuri jalan beraspal menanjak di Jalan Raya Mojo.

Kebanyakan wisatawan memilih jalur pertama. Melalui Jalan Argowilis.  Karena lebih mudah. Rutenya juga tidak terlalu menanjak, terutama di awal-awal. Rute ini juga yang terbiasa dilalui wisatawan.

 “Ya, memang biasanya lewat Puhsarang, Selopanggung, kalau mau ke Dolo,” ujar Alfian, salah satu wisatawan dari Kota Kediri.

Walaupun disebut rute lebih mudah, tapi butuh fokus dan tenaga ekstra jika ingin berkendara menggunakan kendaraan pribadi. Jalanan menuju ke Air Terjun Dolo didominasi jalanan berliku. Dengan tanjakan atau turunan yang curam. Bahkan di beberapa bagian juga diperingatkan dengan rambu lalu lintas. Isinya, agar pengendara menggunakan gigi satu.  Rambu bertuliskan “Naik Gunakan Gigi Satu” itu berada di salah satu tanjakan yang sangat curam ketika mendekati lokasi ke Air Terjun Dolo.

Sulitnya rute itu akan sirna sejak berada di perjalanan. Karena diganti dengan pemandangan rumah dan sawah. Bahkan, bila berhenti di tempat yang tepat, pemandangan Kota Kediri bakal terlihat dari tempat ini.

Memang tidak semua spot untuk berhenti bisa memperlihatkan hal itu. Karena kadang tertutup oleh badan gunung yang dilewati. Belum lagi bila kabut tebal turun. Kondisi yang sering terjadi di daerah ini meskipun pagi, siang, ataupun sore hari.

Rasa was-was di perjalanan juga akan terbayar lunas ketika tiba di lokasi air terjun. Terletak di ketinggian 1.800 meter di atas permukaan laut (mdpl) Air Terjun Dolo memberikan kesejukan alami pegunungan. Airnya jernih dan dingin. Dipercaya bisa memberikan kesegaran khusus bagi wisatawan.

“Bahkan dulu pernah ada yang percaya airnya dapat menyembuhkan pegal-pegal,” ujar seorang penjaga warung di lokasi wisata ini.

Air terjun yang jatuh dari ketinggian sekitar 125 meter itu tidak hanya berkumpul di satu kolam besar yang berada tepat di bawahnya. Air yang tidak pernah habis itu akan turun lagi sebanyak dua undakan setinggi sekitar 3-5 meter. Bagian bawah itu yang biasa digunakan oleh sebagian besar wisatawan yang ingin bermain air. Namun, mereka tak mau berada di kolam besar yang memang langsung tertimpa air dari atas.

Nantinya airnya akan bermuara ke Sungai Brantas. Tapi terlebih dulu melewati beberapa desa di Kecamatan Mojo. Sebelum berakhir di Sungai Brantas yang ada di Desa Tambibendo, Kecamatan Mojo. Di perjalanan, air ini juga digunakan warga untuk pengairan pertanian atau yang lain.

(rk/baz/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia