Selasa, 16 Jul 2019
radarkediri
icon-featured
Events

Catatan Ekspedisi Wilis I, Potensi Wisata di Pegunungan Wilis (7)

Hutan Pinus Plapar Tawarkan Pesona

26 Januari 2019, 16: 58: 52 WIB | editor : Adi Nugroho

TEMPAT NGOPI: Sejumlah tempat duduk untuk bersantai dan ngopi di bawah rindangnya pohon pinus menjadi daya tarik utama dari Hutan Pinus Plapar.

TEMPAT NGOPI: Sejumlah tempat duduk untuk bersantai dan ngopi di bawah rindangnya pohon pinus menjadi daya tarik utama dari Hutan Pinus Plapar. (Iqbal Syahroni - radarkediri.id)

Share this          

Pemandangan yang indah dengan hawa yang sejuk menjadi daya tarik utama dari tempat wisata yang satu ini. Mampu jadi tempat mampir untuk bersantai sekaligus jadi spot foto yang menarik.

Tempat wisata yang ini memang menjadi tempat ideal untuk mengistirahatkan bahu, tangan, kaki, dan bagian tubuh lain. Berada di Desa Selopanggung, Kecamatan Semen ini bisa menjadi tempat istirahat sebelum berwisata ke Desa Jugo, Kecamatan Mojo.

Angin pegunungan yang lewat di antara pepohonan pinus di area Hutan Pinus Plapar ini menjadi salah satu wisata di Lereng Pegunungan Wilis yang masih mempertahankan suasana alamnya.

Dipercantik dengan banyaknya bunga yang  tumbuh di antara pepohonan, dan belasan hammock yang terikat untuk menambah daya tarik, Hutan Pinus Plapar cocok untuk dijadikan tempat "mampir" ngopi sambil bersantai menikmati alam hutan pinus.

Berada sekitar 25 menit dari pusat Kota Kediri dengan mengendarai kendaraan pribadi, maka wisatawan sudah bisa sampai di area hutan pinus Desa Selopanggung, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri.

Jika berkendara tidak menggunakan bantuan peta online pun, wisatawan akan mudah mencapai tempat tersebut hanya dengan mengikuti rambu arah menuju ke area hutan pinus.

Disambut dengan pemandangan terasering yang asri dan tertata rapi dari lahan persawahan yang berada di sekitar Kecamatan Semen, maka lika-liku perjalanan menuju ke area ini menjadi tidak akan terasa lama. Justru menambah daya tarik keindahan alam yang tersaji di Kecamatan Semen.

Angin segar pegunungan yang memiliki ciri khas dingin sudah dapat dirasakan ketika memasuki deretan area hutan pinus tersebut. Nampak sudah banyak remaja yang memarkir sepeda motor dan berjalan ke dalam hutan pinus yang masih terlihat dari jalan untuk sekadar mengabadikan momen melalui jepretan kamera.

Ketika berjalan ke arah barat beberapa meter lagi, maka papan penunjuk nama tempat Hutan Pinus Plapar pun sudah terlihat. Nampak pohon pinus yang berdiri tegak berjajar, dan terlihat ada deretan meja dan kursi yang terbuat dari alam untuk menambah daya tarik wisatawan.

Memang tujuannya adalah untuk lebih bersatu dengan alam sambil rehat sejenak mengistirahatkan tubuh. "Banyak wisatawan yang datang menuju ke Besuki, mampirnya ke sini (Hutan Pinus Plapar, Red) dulu," imbuh Nur, salah satu pemilik warung yang berada di Hutan Pinus Plapar.

Ia menambahkan, tidak sedikit juga wisatawan yang memang tujuan akhirnya adalah mengunjungi Hutan Pinus Plapar untuk sekadar ngopi sembari menikmati kerindangan pohon pinus yang berada di tempat tersebut.

Mulai dari wisatawan lokal, hingga dari luar kota, seperti Nganjuk, Jombang, dan mungkin yang terjauh yang pernah ia ajak bicara adalah wisatawan yang berdomisili di Jakarta.

Memang suasananya cocok untuk sekadar bersantai, dan menikmati suasana alam yang tidak akan didapatkan di area perkotaan. Banyak wisatawan yang ingin melepas penat dari hiruk pikuk kota hanya untuk mengistirahatkan diri sejenak di daerah pedesaan. Khususnya di dataran tinggi, dan menikmati suasana alam bersama sahabat atau keluarga. "Masih asri dan sejuk udara khas pegunungan," ujar Gilang Ramadhan, salah satu wisatawan yang datang dari Bekasi.

(rk/baz/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia