Selasa, 18 Feb 2020
radarkediri
icon featured
Politik

Khawatir Kondisi Relokasi Pasar Bendo

Pedagang Berharap TPPS Bisa Aman

25 Januari 2019, 16: 42: 58 WIB | editor : Adi Nugroho

BAKAL DIBONGKAR: Suasana kios di bagian depan Pasar Bendo, Pare. Pasar tersebut akan segera mengalami renovasi.

BAKAL DIBONGKAR: Suasana kios di bagian depan Pasar Bendo, Pare. Pasar tersebut akan segera mengalami renovasi. (Didin Saputro - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KABUPATEN- Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri membuat tempat penampungan pedagang sementara (TPPS) bagi pedagang Pasar Bendo, sepertinya, harus dilakukan secara cermat. Salah satunya mempertimbangkan masalah keamanan. Sebab, sejumlah pedagang mengaku khawatir dengan kondisi keamanan lokasi TPPS tersebut.

Dari hasil pertemuan antara pemkab dengan pedagang Pasar Bendo, rencanannya mulai Februari pasar harus steril dari pedagang. Termasuk pedagang bagian dalam yang sudah terlebih dahulu menempati TPPS sejak pertengahan tahun lalu. Tepatnya di jalanan samping Pabrik Rokok Apache.

Sementara sisanya, yakni pedagang pada kios depan pasar, rencananya akan ditempatkan di tepi Jalan Soekarno-Hatta. Yaitu di trotoar jalan. Pembangunan TPPS diperkirakan bisa dilaksanakan mulai bulan depan.

“Kalau jadi ditempatkan di trotoar, kalau bisa dibuatkan tempat yang aman,” harap Harto, salah seorang pedagang di kios depan Pasar Bendo kemarin (24/1).

Memang selama ini dari kabar yang beredar, keamanan dari TPPS sangat rawan. Banyak pedagang di TPPS awal (pembangunan tahap I) yang kehilangan barang dagangan. Hal ini lantaran kondisi kios di TPPS yang kurang memadai. Bahan dari kayu tripleks dan mudahnya pengait kunci dibuka  menjadi pemicunya. Apalagi suasana di sekitar pabrik bila malam sangat sepi.

“Ditambah pohon di sana juga banyak, apalagi besar-besar. Apalagi saat ini musim hujan angin,” imbuh penjual berbagai macam plastik tersebut.

Hal-hal seperti itulah yang dia harapkan bisa jadi perhatian pemkab. Terlebih TPPS yang berada di dekat gapura masuk kawasan Pare itu bakal ditempati dalam jangka waktu yang lama. Yakni hingga awal 2020 mendatang.

Harto menyampaikan bahwa dari pembahasan saat rapat, pihak pemkab hanya memberi fasilitas berupa pembuatan TPPS rangkanya saja. Sementara bagian penutup harus diselesaikan pedagang sendiri.

Sementara itu, informasi dari pedagang lain, sejumlah pemilik kios bagian depan sebenarnya menginginkan relokasi dilakukan jika kios bagian dalam diselesaikan total terlebih dahulu. Untuk pembongkaran kios depan dilakukan setelah pedagang bisa menempati kios di dalam yang rencanannya dibangun di kiri-kanan pasar. Hal itu sesuai kesepakatan awal. Yang mengacu pada desain pasar, yaitu bagian depan pasar akan dikosongkan hingga dalam terlihat. Namun pedagang mengaku tidak bisa berbuat apa-apa. Mereka hanya bisa menuruti keinginan pemkab.

Padahal sebenarnya mereka banyak yang setuju dengan kesepakatan awal. Sebab apabila melengkapi TPPS sendiri membutuhkan dana banyak. Termasuk dalam hal pemindahan barang.

Sebelumnya, Plt Kepala Dinas Industri dan Perdagangan (Disdag) Tutik Purwaningsih mengatakan bahwa para pedagang akan menempati TPPS. Yaitu selama masa pembangunan Pasar Bendo tahap kedua. Pasalnya, jika tidak dicarikan TPPS akan lebih banyak hal negatif yang muncul. Salah satunya akan membahayakan keselamatan para pedagang dan pembeli.

Sebab selama pembangunan pasar akan melibatkan sejumlah alat besar. Selain itu, kenyamanan jual beli juga akan berkurang bila tetap berada di lokasi pasar yang sedang dibangun. Namun untuk ukuran TPPS tersebut kemungkinan akan lebih kecil dibanding kios yang saat ini ditempati pedagang.

Untuk diketahui, proyek revitalisasi pasar yang digarap oleh kontraktor lokal PT Putra Harapan, Kayen Kidul ini menghabiskan dana 2,1 miliar. Dengan target, pada 2020 Pasar Bendo sudah bisa ditempati.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia