Kamis, 27 Jun 2019
radarkediri
icon featured
Ekonomi

Lantai 2 Blok A Pasar Setonobetek Masih Sepi

Banyak Yang Bertahan di Bawah

24 Januari 2019, 17: 20: 18 WIB | editor : Adi Nugroho

SEPI: Suasana lantai 2 Pasar Setonobetek masih sepi pengunjung. Beberapa lapak dan kios pedagang juga belum digunakan oleh pemiliknya.

SEPI: Suasana lantai 2 Pasar Setonobetek masih sepi pengunjung. Beberapa lapak dan kios pedagang juga belum digunakan oleh pemiliknya. (Didin Saputro - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KOTA- Sudah lebih dari tiga bulan gedung baru Blok A Pasar Setonobetek difungsikan. Dibanding masa awal berfungsinya gedung baru itu, omzet para pedagang kabarnya juga mengalami kenaikan saat ini. Namun, hal itu tak bisa menutupi fakta banyaknya kios dan lapak yang kosong. Terutama di lantai 2. Sebab, beberapa pedagang masih enggan menempati jatahnya di lantai 2.

Yang merasakan kenaikan omzet di lantai dua, kebanyakan, adalah pedagang gerabah. Itupun tidak semua. Terlebih untuk pedagang lain, seperti pakaian bekas dan warung nasi, kondisinya masih tetap. Omzet mereka tak kunjung membaik. Masih seperti saat mereka pertama berjualan.

Hal seperti itulah yang dirasakan M. Sodiq, 50. Pedagang gerabah mengatakan kondisi jualannya masih sama. Dia mengaku harus bersabar lagi dalam waktu lama. “Belum ada perubahan, hari ini saja (kemarin, Red) sampai sore masih dapat enam ribu rupiah,” akunya saat dijumpai Jawa Pos Radar Kediri kemarin (23/1).

Sodiq tak seberuntung seperti beberapa penjual gerabah lainnya. Menurutnya, pedagang yang omzetnya bertambah kebanyakan memiliki pelanggan yang tetap bertahan.

Menurut Sodiq, kondisi seperti ini salah satunya disebabkan oleh banyaknya pedagang yang enggan berjualan di lantai dua. “Dari awal penjualnya ya tetap ini. Bahkan ada beberapa yang kembali turun lagi karena tidak ada pembeli,” imbuhnya.

Pedagang yang sama sekali tidak menempati lantai atas adalah pedagang sayur dan pracangan. Juga sebagian jajan pasar, kerupuk, kios jahit, dan warung nasi. Padahal mereka telah diberi jatah untuk menempati lapak di lantai dua.

Kondisi inilah yang membuat Sodiq dan beberapa pedagang lain yang ada di lantai dua gelisah. Sebab, apabila terus seperti ini pembeli tidak akan mungkin naik ke lantai dua.

“Seharusnya dari pihak pasar bisa memberi teguran pada mereka yang belum naik. Kalau pedagang di atas banyak pasti pembeli juga banyak yang njujuk (datang, Red) ke sini,” harapnya.

Hal senada juga disampaikan Purnomo. Satu-satunya penjual nasi yang masih bertahan di lantai dua ini juga merasakan seperti yang dialami Sodiq. Dia mengatakan mulai memasuki bulan keempat sejak pengoperasian pasar, kondisinya tak ada perubahan berarti. “Masih sama Mas. Jumlah pedagang juga seperti dulu, tidak ada penambahan,” akunya.

Menurutnya, terutama pedagang makanan basah atau warung, banyak yang bertahan di lantai bawah. Demikian halnya dengan pedagang sayur. Mereka masih memanfaatkan lokasi penampungan dan beberapa tempat di bawah yang dianggapnya strategis. Hal ini lah yang menurutnya membuat lantai dua tidak ada berkembangan.

“Seharusnya pihak pasar ada solusi. Padahal semua pedagang sudah diberi surat imbauan. Dan peraturan pasar, kalau tidak, harus sesuai denah yang ditetapkan,” tandasnya.

Dari pantauan koran ini, lapak yang kosong itu kemudian ada yang ditempati pedagang rombengan. Sebab, pedagang itu merasa lokasi rombengan yang dinilai tidak strategis. Membuat tempat berjualan jenis dagangan tersebut nyaris tak ada pengunjungnya.

Keresahan lain yang dialami pedagang lantai dua adalah dari sisi fasilitas. Sudah dua kali pompa air di lantai atas rusak. Bahkan WC di sana pun belum lama ini juga sempat mampet. Sehingga untuk kebutuhan air, lantai dua harus mengambil dari pedagang daging yang ada di luar gedung.

Tak hanya itu, kebocoran di sejumlah kios lantai dua juga belum ada penanganan. Padahal sudah beberapa bulan yang lalu menurut pria yang karib disapa Pur tersebut pihak Pasar mengaku akan segera memperbaiki.

Sementara itu, hingga kemarin dari pihak PD Pasar belum ada tanggapan. Direktur baru PD Pasar Jayabaya Ikhwan Yusuf tak bisa dihubungi.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia