Rabu, 24 Jul 2019
radarkediri
icon-featured
Events

Catatan Ekspedisi Wilis I, Potensi Wisata di Pegunungan Wilis (4)

Resor Kelir, Wisata yang Tak Ubah Kondisi Alam

23 Januari 2019, 12: 57: 16 WIB | editor : Adi Nugroho

ALAM BEBAS: Salah satu rumah pohon yang jadi andalan di destinasi wisata Resor Kelir.

ALAM BEBAS: Salah satu rumah pohon yang jadi andalan di destinasi wisata Resor Kelir. (Iqbal Syahroni - radarkediri.id)

Share this          

Rumah pohon, suasana hutan yang masih asri, serta kondisi alam bebas merupakan pesona Resor Kelir. Tempat wisata yang desainnya tak ingin mengubah kondisi alam di Pegunungan Wilis.

Satu jam perjalanan dari pusat Kota Kediri seperti tak terasa bila kita tiba di tempat ini. Di pemberhentian akhir wisata Resor Kelir. Resor wisata yang berada di Desa Joho, Semen, Kabupaten Kediri. Tempat wisata alam yang berada di antara ribuan pohon pinus.

Untuk mencapai lokasi ini, kita cuku berkendara mengikuti jalan utama dari Jalan Argowilis, jalan di dekat terminal Tamanan Kota Kediri. Hingga kita dihentikan oleh dua penunggu loket di wilayah Kampung Wisata Desa Joho. Setelah membayar tiket, silakan ambil jalur lurus ke utara. Sebab, jika lurus ke barat yang akan dituju adalah kawasan wisata Sumber Podang.

Setelah itu, kita hanya mengikuti papan penunjuk jalan. Maka kita bisa sampai ke pintu masuk hutan menuju ke Resor Kelir. Memang, tempat wisata ini berada di tengah hutan pinus di wilayah Lereng Pegunungan Wilis.

Di depan gapura besar sudah disediakan tempat untuk memarkir sepeda motor atau mobil pribadi. Sebagai gantinya sudah tersedia ojek. Mereka siap mengantar ke lokasi wisata yang harus melewati jalanan berbatu, makadam, itu.

Namun, para wisatawan juga bebas memilih. Bila enggan menyewa jasa pak ojek, kita bisa mencoba menantang adrenalin. Berkendara sendiri menuju lokasi wisata ini. Tapi, harus sangat hati-hati. Karena jalanan ke lokasi hanya cocok untuk kendaraan bertipe off-road. Setidaknya untuk bagian roda.

Melewati jalanan seperti itu tak sebentar. Sekitar tiga kilometer dari gapura besar. Perjalanan ‘sulit’ ini tentu saja terbayarkan. Bahkan sebelum sampai di lokasi. Karena sepanjang jalan mata kita akan dimanjakan panorama alam hutan pinus yang menyegarkan. Sangat pas untuk melepas penat dari udara perkotaan yang sudah banyak terpolusi.

Setelah sampai di Resor Kelir, pengunjung dapat melihat beberapa bangunan yang menyerupai rumah pohon di beberapa tempat. Rumah-rumah pohon itu sengaja dibangun sebagai salah satu wahana untuk spot foto. Atau untuk menikmati Resor Kelir dari atas pohon.

Memang, tujuan awal dibentuk Resor Kelir adalah untuk wisata dengan tidak mengubah kondisi alam sekitar. “Agar kelestarian hutan pinus tetap terjaga,” ujar Yahmen, salah seorang pegawai Perhutani yang juga penjaga Resor Kelir.

Yahmen pula yang menjelaskan bahwa Resor Kelir baru diresmikan sekitar 2018 awal. Dengan tujuan wisata yang menyatukan manusia dengan alam. Dipenuhi dengan bunga-bunga agar memikat para lebah, capung, serta kupu-kupu. Yang memperindah penampakan Resor Kelir.

Di Resor Kelir juga menyediakan lapangan luas. Yang bisa digunakan untuk camping ground. Lokasinya di sebelah timur resor.

Yahmen menjelaskan bahwa Resor Kelir ramai pengunjung ketika Sabtu dan Minggu. Atau pada saat libur panjang. “Kebanyakan wisatawan yang datang bersama keluarga. Ada juga yang datang bersama rombongan,” imbuhnya.

Selain itu, juga ada kolam ikan. Dengan gazebo yang berada di tengah-tengahnya. Ada pula jembatan gantung yang dapat digunakan anak-anak bermain. Atau ayunan dan taman luas untuk anak-anak.

Dengan luas sekitar 2 hektare, pengunjung tidak akan dirugikan dengan suasana alam yang masih melekat di tempat wisata ini. Menurut Yahmen, ke depannya akan dilakukan pembangunan dengan penanaman bunga dan buah lebih banyak. “Tidak akan dilakukan pembangunan yang dirasa bisa merusak lingkungan hutan,” tegasnya.

(rk/baz/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia