Selasa, 19 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Pemkot-Pemkab Rancang TPA Regional

Bisa Picu Efisiensi Penanganan Sampah

23 Januari 2019, 12: 51: 36 WIB | editor : Adi Nugroho

OVERLOAD: Alat berat terparkir di TPA Gunung Klotok, Kota Kediri. Dua pemerintahan bertetangga ini tengah merancang pembangunan TPA regional.

OVERLOAD: Alat berat terparkir di TPA Gunung Klotok, Kota Kediri. Dua pemerintahan bertetangga ini tengah merancang pembangunan TPA regional. (Didin Saputro - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KOTA- Pemerintah Kota dan Kabupaten Kediri merencanakan pembangunan tempat pemrosesan akhir sampah (TPA) regional. Sebab, dua TPA lokal yang dimiliki kedua daerah ini sudah menunjukkan tanda-tanda melebihi kapasitas (overload).

Selain itu, pembangunan TPA regional juga bermanfaat lain. Lebih efisien dalam segi anggaran dan pengelolaannya.

Kabid Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri Roni Yusianto mengatakan bahwa pembangunan TPA Regional ini dinilai sangat penting. “Memang sudah seharusnya seperti itu. Dalam hal ini karena TPA Klotok sudah mulai overload ya harus ke arah sana,” kata Roni saat ditanya terkait rencana pembangunan TPA regional tersebut.

Karena proyek nasional, lanjut Roni, proyek TPA regional ini juga sudah dilakukan di banyak daerah. Seperti Jakarta yang harus ditopang oleh Bantargebang, Bekasi. Dari keterangan Roni, kerjasama terkait pemrosesan sampah oleh dua daerah ini sebenarnya mendesak dilakukan. Meskipun overload atau tidak, tetap ada skema besar untuk menyelesaikan urusan sampah di dua daerah ini secara bersama-sama.

“Kenapa arus TPA regional, karena ketika volume sampah yang ditangani dalam jumlah yang cukup besar dikelola bersama, tentunya itu akan terjadi efisiensi di sana,” jelasnya.

Contoh lain adalah di Bali. Di sana ada TPA Sarbagita yang melayani empat daerah kabupaten/kota. Bahkan, TPA yang melayani area Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan tersebut akan menjadi proyek percontohan pengolahan sampah menjadi energi.

Karena itu, menurutnya, dengan contoh seperti itu pengelolaan sampah akan menjadi lebih efisien. Apalagi untuk dua daerah menjadi satu lokasi TPA. Ketika pemrosesan itu menjadi satu dan volumenya banyak, selanjutnya inovasi teknologi sangat diperlukan untuk pengelolaan yang lebih efisien.

“Tentunya pengelolaan tadi bisa jadi energi terbarukan. Misal nanti yang investasi teknologi pemkot, namun tempatnya di kabupaten,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Roni menegaskan bahwa wacana TPA regional itu saat ini sudah pada tahap perancangan untuk lokasi. Sehingga nantinya jika sudah selesai dan dipastikan maka proyek ini akan difasilitasi oleh pemerintah provinsi.

“Nanti juga menyesuaikan RTRW provinsi. Karena Kabupaten Kediri ini masuk proyek strategis nasional (PSN), maka RTRW kota/kabupaten harus sinkron dengan RTRW provinsi dan Nasional,” lanjutnya.

Apalagi kali ini RTRW kabupaten dan kota juga masih tahap revisi. Sehingga apabila kemudian proses ini disepakati, secara prinsip nanti masing-masing akan bergerak sesuai kesepakatan.

Selama menunggu untuk persetujuan tersebut, Pemkot Kediri tahun ini juga tengah melakukan pengembangan TPA lokal di lereng Gunung Klotok. Yakni pada TPA III.   

Memang, untuk pembuatan TPA lokal hanya bisa memanfaatkan dana dari APBD. Sedangkan untuk TPA regional bisa mengajukan dana dari pemerintah pusat.

Saat ini pemkot intensif menjalin komunikasi dengan Pemkab Kediri. Termasuk melakukan pendekatan dengan Pemerintah Provinsi Jatim terkait dengan rencana TPA regional tersebut.

Dari kabar yang pernah disampaikan pemkot, lokasi yang cocok untuk TPA regional ada di Kecamatan Mojo. Namun, untuk kepastiannya, Roni menyebut masih masih menunggu informasi lebih lanjut. Termasuk adanya berbagai macam kesepakatan jika rencana TPA regional itu bisa terealisasi.

“Jadi ini masih dalam tahap penjajakan antara kabupaten dan kota yang difasilitasi oleh pemerintah provinsi,” ungkapnya.

Untuk diketahui, rancangan TPA Regional ini juga tak lepas dari peraturan Menteri Pekerjaan Umum No 21/PRT/M/2006 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan Sistem Pengelolaan Persampahan. Dan telah ditetapkan satu sasaran yang akan dicapai adalah peningkatan kualitas pengelolaan TPA. Baik sanitary landfill maupun controlled landfill.

Salah satu strategi yang ditempuh adalah melalui pengelolaan TPA regional. Melalui kerjasama pengelolaan TPA antar kota dan kabupaten ini akan sangat membantu menyelesaikan masalah dengan mempertimbangkan solusi yang saling menguntungkan.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia