Kamis, 14 Nov 2019
radarkediri
icon-featured
Events

Catatan Ekspedisi Wilis I, Potensi Wisata di Pegunungan Wilis (3)

Paduan Taman Bunga dan Sungai

22 Januari 2019, 16: 24: 30 WIB | editor : Adi Nugroho

ekspedisi wilis sumber podang

WAJAH ALAM: Panorama Sumber Podang menjadi salah satu daya tarik wisata di lereng Pegunungan Wilis. (Iqbal Syahroni - radarkediri.id)

Share this          

Asri, sejuk, dan bebas dari polusi. Itulah mungkin kata yang pas menggambarkan suasana di area wisata Sumber Podang di Desa Joho, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri. Salah satu wisata yang ada di lereng Pegunungan Wilis.

Dari Kota Kediri lokasi tempat wisata ini sekitar 14 kilometer. Mencapainya tak terlalu sulit. Meskipun menanjak tapi tak terlalu tinggi. Jalanannya juga relatif lurus, tak banyak kelokan.

Setelah dari Jalan Argowilis di Kecamatan Semen, kita akan menemukan ujung dari jalan beraspal ini. Dari ujung itu, ada jalan setapak. Jalan setapak inilah yang menuju ke arah taman bunga indah di kawasan wisata Sumber Podang. Juga, ada aliran sungai kecil dari mata air Sumber Podang.

Jalan kecil setapak itu dapat dilewati oleh pejalan kaki, pengendara sepeda pancal, dan sepeda motor saja. Kendaraan dengan roda lebih dari dua tak bisa melintasinya. Dari jalan kecil itu terlihat berjajar warung kopi (warkop) yang siap untuk menjamu perut para pelancong. Ditambah lagi dengan pemandangan hijau dari areal persawahan, membuat mata terpuaskan.

Yang tak kalah menarik, sepanjang tepi jalan dihiasi oleh bunga dan tanaman hias aneka warna. Di sela-sela tanaman itu beterbangan kupu-kupu, kumbang, dan capung. Sesekali mereka hinggap di kelopak bunga indah di taman-taman itu.

Sampai di ujung jalan setapak para pengendara motor harus berhenti. Memarkir kendaraannya sebelum turunan ke sungai kecil dan taman bunga. Dari tempat ini, jarak titik akhir tempat wisata sudah tak terlalu jauh.

Putra Setiawan, salah satu wisatawan asal Kota Kediri, mengatakan bahwa udara di sekitar Sumber Podang lebih sejuk dan dingin dibandingkan dengan ketika berangkat dari bawah. “Padahal masih siang, pukul 11.00 WIB. Tapi udara pegunungan memang beda, ya,” ucapnya.

Inilah yang menjadi salah satu nilai lebih dari tempat wisata ini. Kesejukan yang tidak bisa didapat ketika berada di bawah. Memang, lokasi tersebut berada di sekitar 700 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Putra juga menjelaskan bahwa ia sudah beberapa kali mengunjungi tempat tersebut. Hanya untuk sekadar ngopi. Ketika ditanya kenapa jauh-jauh dari Kota menuju ke Sumber Podang, ia dengan santai menjawab bahwa hal seperti ini tidak bisa di dapatkan di warkop di kota. “Sekalian untuk menikmati libur kerja,” imbuhnya.

Dengan ditemani oleh gemericik aliran sungai di sekitarnya, suasana lebih tenang dan ndesa. Karena memang tempat wisata Sumber Podang masih terasa suasana desanya. Dengan dikelilingi oleh alas yang ditanami ribuan pohon pinus membuat suasana di sekitar wisata Sumber Podang sangat tenang.

Selain itu, terdapat taman bunga yang cocok untuk berfoto dengan keluarga dan sahabat. Untuk mengabadikan momen ketika berada di Sumber Podang.

Selain itu juga terdapat beberapa kuliner khas Sumber Podang yang dapat mengobati rasa rindu dengan makanan khas desa. Seperti nasi goreng tiwul yang cukup terkenal.

Sejuk, tenteram, dan damai, serta ditemani dengan aroma persawahan yang dicampur dengan aroma alas pinus adalah suasana yang ditawarkan. Sangat cocok sebagai tempat untuk meredakan segala kebisingan dan keletihan bekerja.

Di tempat ini, sering wisatawan melakukan hal-hal yang sepele tapi unik. Seperti menumpuk batu-batu kali hingga membentuk menara. “Hal seperti ini menjadi salah satu pelepas penat,” ucap Gery Gussandy, seorang pengunjung yang melakukan hal seperti itu, menumpuk batu di sungai.

(rk/baz/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia