Jumat, 15 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Politik
Demam Berdarah

Cegah Korban Bertambah, Masyarakat Harus Kenali Fase Demam Berdarah

20 Januari 2019, 14: 10: 13 WIB | editor : Adi Nugroho

demam berdarah

Sakit Demam Berdarah (Ilustrasi: Afrizal - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KOTA - Ada tiga fase dalam kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD). Sayangnya, hal itu selama ini masih belum banyak diketahui masyarakat. Akibatnya, upaya pertolongan pun sering terhambat. Karena pasien baru dibawa ke dokter ketika sudah masuk fase dua terakhir yang sudah berbahaya.

Menurut Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Kota Kediri Hendik Supriyanto, ada tiga fase demam berdarah. Yang pertama adalah demam dengue (DD). Kemudian demam berdarah dengue (DBD). Dan ketiga adalah dengue shock syndrome (DSS). Kondisi pada tiap fase pun berbeda-beda. Tiga fase inilah yang menandakan parah tidaknya penyakit yang virusnya dibawa nyamuk aedes aegypti ini.

“Kami sebenarnya sudah berupaya jangan sampai ada kasus demam berdarah yang meninggal,” kata Hendik.

Hendik mengakui, wabah DBD menjadi momok bagi warga yang terserang. Selama ini minimnya pengetahuan dari gejala dan fase serangan menjadi salah satu alasan banyaknya warga yang terlambat dalam penanganan.

Jika sampai meninggal, itu rata-rata karena terlambat penanganan. Pasien sudah masuk pada fase DBD serta DSS. Padahal sebenarnya apabila pasien tersebut masih pada fase awal, yakni DD, dan mendapat pertolongan dari layanan (rumah sakit) maka sangat besar peluang untuk cepat sembuh.

“Selama ini gejala awal panasnya mirip dengan panas yang lain. Panas flu, biasanya masyarakat itu dikira sakit flu biasa. Mungkin panas turun sudah senang, hari ketiga dan keempat dingin,” jelasnya.

Padahal dari keterangan Hendik, dingin tersebut bukan berarti sembuh. Tetapi dingin mendekati pre-shock. Ini yang sebenarnya sangat perlu diwaspadai. Jika pre-shock berlanjut, penderita dapat mengalami shock. Dengan kondisi yang lemah tak berdaya, kesadaran menurun, denyut nadi cepat, dan susah diraba.

Untuk demam awal atau yang biasa disebut demam dengue (DD), digambarkan dengan karakter demam tinggi, sakit kepala parah, nyeri di belakang mata, nyeri otot dan sendi, gangguan pernapasan, muntah, dan nodus limpa membengkak. Beberapa orang yang terinfeksi mungkin tidak menimbulkan gejala seperti ini. Dan mungkin beberapa orang hanya menampakkan gejala ringan seperti demam. Bahkan anak kecil mungkin hanya menampakkan penyakit demam yang tidak spesifik. Demam ringan tetapi dengan adanya ruam.

“Gejala dari infeksi pertama biasanya ringan. Bahkan setelah beberapa hari banyak yang mengira sudah sembuh,” imbuhnya.

Setelah sembuh sementara itu kekebalan tubuh sebenarnya akan terbentuk. Meski demikian, kekebalan setelah masa penyembuhan hanyalah bersifat sementara dan sebagian saja. Sementara berikutnya yang terjadi dari virus dengue akan cenderung menyebabkan terjadinya dengue parah atau biasa disebut demam berdarah dengue (DBD).

Pada ciri-ciri dengue parah atau demam berdarah, gejala awalnya mirip dengan demam dengue karena berasal dari virus yang sama. Gejala DBD sedikit berbeda karena ini merupakan infeksi sekunder di mana tubuh sudah memiliki antibodi untuk melawan virus tersebut.

Sementara itu, Kasi Pemberantasan dan Pengendalian Penyakit Menular (P3M) Dinkes Kabupaten Kediri Nur Munawaroh menegaskan, di dalam kasus dengue parah, bisa mengakibatkan kegagalan sirkulasi darah hingga syok berat. Atau bisa diartikan masuk pada fase DSS. “DSS itu yang paling membahayakan,” tegasnya.

Dalam banyak kasus itu, jika sudah masuk fase DSS ini jika tidak ditangani dengan baik, pasien akan meninggal dunia. Seperti di Kabupaten Kediri, hingga (18/1) dari total 151 pasien yang mengalami DBD dan DSS, 9 di antaranya meninggal dunia. Dengan rincian, 22 pasien DSS yang meninggal 5. Sementara dari 129 pasien DBD 4 di antaranya meninggal.

Untuk itu dinkes mengimbau masyarakat untuk lebih memahami gejala pada fase awal. Dan segera melakukan rujukan ke layanan kesehatan terutama rumah sakit.

Kenali Cirinya, Obati Penyakitnya

 

1.     DD gejalanya demam tinggi dan merasa nyeri di belakang bola mata. Mirip dengan gejala flu, sakit kepala, dan pegal-pegal. Bedanya, pada demam dengue tidak ada keluhan hidung berair dan bersin-bersin. Beberapa orang yang terinfeksi mungkin tidak menimbulkan gejala seperti ini dan mungkin beberapa orang hanya menampakkan gejala ringan seperti demam. Sementara pada anak-anak bisa menampakkan penyakit demam tidak spesifik tapi ringan dengan ruam.

2.     DBD ditandai dengan perdarahan yang muncul dari hidung, mulut, atau gusi. Ciri lainya adalah nyeri pada perut secara terus-menerus, sering muntah, sesak napas, pucat dan kulit terasa dingin. Jika hal ini terjadi, maka pertanda terjadi kebocoran plasma yang serius. Disertai bintik-bintik merah.

3.     DSS ditandai dengan gejala syok seperti tangan dan kaki dingin hingga kesadaran menurun.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia