Kamis, 14 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Features

Dokter Taufan, Pengelola Klinik Sunat Gratis

Bukan Sensasi tapi Ingin Berbagi

20 Januari 2019, 12: 54: 50 WIB | editor : Adi Nugroho

sunat gratis

DEMI SESAMA: Dokter Taufan sedang mengkhitan pasien sunat gratis di kliniknya, di Desa Ngadiluwih. (Iqbal Syahroni - radarkediri.id)

Share this          

Bocah itu tak takut menatap dokter Taufan. Bukan hanya karena di sampingnya ada sang ayah. Tapi juga karena wajah ramah sang dokter. Rasa takut hendak disunat pun jadi sirna.

Sore itu lantunan suara azan terdengar nyaring hingga di klinik berobat yang ada di Desa Ngadiluwih, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri. Setelah sempat terjeda sejenak, aktivitas di klinik berobat itu kembali bergulir.

Di klinik, atau lebih tepatnya rumah yang dijadikan klinik, itu dr Taufan Hidayat tengah sibuk. Tangannya sudah siap dengan beberapa peralatan sunat. Kebetulan, sore itu dia tengah mendapatkan pasien untuk dikhitan. Seorang bocah asal Kecamatan Ringinrejo.

dokter taufan

Dokter Taufan, Pengelola Klinik Sunat Gratis (Iqbal Syahroni - radarkediri.id)

“Alhamdulillah, ini sudah yang ketiga dalam dua minggu,” terang dokter muda ini.

Di kliniknya yang juga berada di rumah kepala Desa Ngadiluwih itu penuh dengan kerabat si bocah yang hendak disunat.

Usai proses sunat, dr Taufan segera memberikan obat-obatan. Yang menarik, selembar sarung dan satu kopiah warna hitam juga jadi satu paket dengan obat-obatan itu. Dan yang harus menjadi catatan, sang dokter tak mengutip biaya sepeser pun kepada sang pasien.

“Niatnya berbagi kepada sesama,” ucap dr Taufan singkat, saat berbincang santai di ruang tamu rumah yang sekaligus jadi tempat praktiknya itu.

Taufan mengatakan, dia memang menerima pasien yang akan khitan dengan gratis. Khususnya bagi keluarga yang kurang mampu. Terhitung sudah hampir satu setengah tahun ini dia mulai menggiatkan ide berbagi ini kepada sesama tersebut. Dia awali dari warga di desanya sendiri. Kemudian, kini merembet ke desa-desa dari kecamatan lain. Bahkan, sebagian pasiennya juga ada yang datang dari Kota Kediri.

Upayanya itu sangat didukung oleh keluarganya. Karena itu dia pun menjalankan klinik sunat gratis di rumahnya. Kadangkala dia dibantu sang adik yang juga berprofesi sebagai dokter.

“Biasanya untuk jadwal sunat gratis menghubungi saya terlebih dahulu. Karena saya juga tidak setiap hari di Kediri. Karena masih harus kuliah di Malang,” ujar dokter yang kini masih menjalani pendidikan di Magister Manajemen Rumah Sakit di Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya ini.

Karena itulah keluarga pasien sunatnya harus menghubungi Taufan terlebih dahulu. Setidaknya untuk menentukan tanggal yang tepat. Seperti dalam beberapa minggu terakhir ini, di klinik dr Taufan ada tiga anak yang antre disunat. Mereka semua berasal dari Kecamatan Ringinrejo. Dan semuanya juga sunat gratis.

Taufan mengaku mempublikasikan sunat gratis itu dari akun pribadinya di medsos. Sebagian lagi dari sang istri yang aktif di PKK. Atau juga dari anggota keluarga lain. Kebetulan, ayah dr Taufan juga kepala Desa Ngadiluwih.

“Anak-anak (yang ingin khitan) biasanya tahu dari mulut ke mulut,” imbuhnya.

Selain sunat gratis, klinik Taufan juga memberikan pelayanan pengobatan gratis bagi orang yang kurang mampu. Ia menjelaskan bahwa jika dibutuhkan, dan dirinya kebetulan sedang berada di rumah, pukul berapapun dia mau melayani. Terutama ketika ada pasien yang sakit dan tidak mampu membayar pengobatan di puskesmas atau rumah sakit.

Dia menegaskan bahwa hal itu bukanlah upaya mencari sensasi. Atau dia sedang melakukan kampanye. Yang dia lakukan adalah murni wujud kepeduliannya pada sesama. “Kalau saya melakukan hal-hal seperti ini bukan untuk cari muka atau kampanye, lho Mas,” tegasnya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia