Jumat, 15 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Hujan Ringan, Talut Longsor

20 Januari 2019, 12: 40: 15 WIB | editor : Adi Nugroho

talud longsor

LONGSOR: Talut di Desa Mlati, Mojo. (Habibah Anisa - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KABUPATEN – Hujan yang terjadi Jumat (18/1) petang memang tak terlalu deras. Namun, akibatnya ternyata fatal. Ada tembok penahan tanah (TPT) atau talut jalan yang yang terletak di Dusun/Desa Mlati, Kecamatan Mojo, longsor. Longsornya talud itu terjadi pada malam harinya. Sekitar pukul 19.00 WIB.

Berdasarkan keterangan yang didapatkan Jawa Pos Radar Kediri, hujan mulai turun sekitar pukul 17.00 WIB. “Saat itu hujan biasa, intensitas tidak terlalu deras,” ujar Kepala Dusun Mlati Moh. Hafid.

Meski tidak begitu deras, hujan itu berlangsung cukup lama. Selama tiga jam lebih. Nah, hujan yang terus-menerus itulah berdampak pada TPT jalan desa. Bangunan yang berada di arah tambangan Mojo menuju Ngadiluwih itu longsor. Penyebab longsor diduga karena TPT tersebut masih baru. Sehingga tidak kuat menahan gerusan air.

Hafid menjelaskan, TPT yang dibangun menggunakan dana desa tersebut merupakan urukan baru. Karena banyak air hujan yang masuk membuat tanah jadi longsor.

Untungnya, longsornya TPT itu tak mempengaruhi fungsi jalan tersebut. Karena jarak dengan jalan masih sekitar setengah meter, longsoran tak menutup badan jalan. “Jalan itu hingga saat ini (kemarin, Red) masih bisa digunakan,” ungkap Hafid.

Hafid menjelaskan, meski jalan masih bisa digunakan namun memang tetap harus segera diperbaiki. Kalau tidak maka jalan akan terputus.

Berdasarkan keterangan dari BPBD Kabupaten Kediri, mereka telah menugaskan personil URC ke lokasi kejadian. Melakukan rapid assessment. “Karena kontur tanah yang tidak stabil, terdapat titik retakan memanjang dan terisi air hujan,” jelas Plt Kepala BPBD Randi Agata Sakaira. BPBD rencananya akan menyiapkan 84 unit bronjong.  

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia