Kamis, 14 Nov 2019
radarkediri
icon-featured
Events

Catatan Ekspedisi Wilis I,Sosial Ekonomi Wilayah Barat Sungai(3/Habis)

Banyak Orang Kaya Baru karena Ada Proyek Besar

19 Januari 2019, 18: 00: 03 WIB | editor : Adi Nugroho

PUNYA PROSPEK: Pengendara melintasi kawasan Pasar Gringging, Grogol yang bakal terdampak proyek bandara dan jalan tol Kediri-Nganjuk.

PUNYA PROSPEK: Pengendara melintasi kawasan Pasar Gringging, Grogol yang bakal terdampak proyek bandara dan jalan tol Kediri-Nganjuk. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

Beberapa proyek besar diperkirakan singgah di barat Sungai Brantas. Setidaknya adalah bandara, jalan tol Nganjuk – Kediri, dan jalur lingkar Wilis. Apa saja dampaknya untuk warga sekitar?

Pembangunan infrastruktur sedang dikebut di era sekarang ini. Di berbagai tempat, semuanya berlomba untuk membangun dan membangun. Terjadi di semua daerah. Mulai dari proyek skala desa hingga skala nasional.

Di Kediri sendiri ada dua proyek besar yang diinisiasi oleh pemerintah pusat. Yaitu bandar udara dan tol Nganjuk – Kediri. Keduanya kebetulan juga akan dibangun di barat Sungai Brantas.

Sementara itu, untuk jalur lingkar Wilis, agaknya masih dalam proses perumusan. Sejauh ini, belum ada tanda-tanda kapan proyek tersebut akan dijalankan.

Masih sebatas mimpi besar untuk menyambungkan beberapa daerah yang berada di lingkar Wilis. Apabila bandara dan tol Nganjuk – Kediri merupakan proyek nasional, jalur lingkar Wilis merupakan cita-cita provinsi.

“Perlu dilihat betul, apakah kebutuhan jalur lingkar Wilis itu sudah benar-benar dibutuhkan. Kalau lewat jalur yang ada sekarang masih memungkinkan, saya rasa perlu dipertimbangkan lebih matang lagi,” papar Dosen Fakultas Sosial dan Politik Universitas Kadiri Suwarno.

Menurutnya, jalur yang ada sekarang pun masih layak dan memungkinkan untuk digunakan. Belum tampak adanya urgensi untuk membuka jalur baru. Seperti halnya potensi kemacetan atau kepadatan kendaraan.

Ia menilai bahwa jalur yang ada sekarang masih relatif lancar untuk digunakan. Begitu pula pandangannya terhadap jalan tol Nganjuk – Kediri. Namun untuk bandara, Suwarno menilai, ada urgensi di dalamnya.

Pasalnya, ia melihat secara kawasan. Tidak hanya Kediri dalam skala kecil saja. Menurutnya, pembangunan bandara perlu karena di beberapa daerah sekitar tidak ada bandara. Oleh karenanya, bandara tersebut perlu untuk sebuah kawasan.

Tingginya pembangunan tentunya akan memberikan dampak sosial. Seperti halnya penggusuran dan hilangnya lahan mata pencaharian warga setempat yang terdampak.

Tentunya, kompensasi yang setimpal harus diberikan kepada warga terdampak. Tidak hanya untuk saat ini saja, namun untuk dampak ke depannya juga harus dipikirkan. Menurut Suwarno, akan percuma saja jika ganti ruginya besar tetapi tidak ada peluang pekerjaan ke depannya.

“Akan lahir banyak orang kaya baru nantinya. Tergantung bagaimana warga nantinya mengatur keuangan mereka. Kalau tidak bisa atau pintar mengatur pengeluaran, jangan berharap anak – cucu bisa ikut menikmati,” pesannya.

Selain itu, potensi ada perubahan kebuadayaan atau kultural shock juga akan sangat dimungkinkan. Merasa memiliki uang banyak, gaya hidup pun akan dapat berubah dengan singkat. Jika dulunya cukup makan tahu – tempe, setelah ada uang setidaknya lauk daging.

Banyak dampak sosial yang akan dihadapi. Namun hal tersebut sudah menjadi tantangan dalam setiap fase kehidupan. Tinggal bagaimana kita menyikapinya. Begitu pula menyikapi sebuah pembangunan. Perlu adanya kajian mendalam tentang dampak sosial, ekonomi, budaya dan ekologinya. Untuk kebaikan bersama.

(rk/baz/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia