Selasa, 21 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Politik
KEBUDAYAAN

Butuh Sinergi untuk Merumuskan PPKD

19 Januari 2019, 17: 53: 41 WIB | editor : Adi Nugroho

PUSAT OLEH-OLEH : Tahu Takwa menjadi oleh-oleh khas milik Kediri.

PUSAT OLEH-OLEH : Tahu Takwa menjadi oleh-oleh khas milik Kediri. (Didin Saputro - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KOTA- Selain budayawan, peran pemerintah daerah (pemda) sangatlah berpengaruh dalam merealisasikan program kebudayaan di Kota Kediri. Termasuk informasi tentang objek pemajuan kebudayaan . Hal ini penting untuk menentukan strategi pemajuan kebudayaan nasional.

Oleh karenanya, Pemkot Kediri telah mempersiapkan tim penyusun Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD). Targetnya, bulan ini informasi penyusunan PPKD tersebut harus tuntas.

“Secara umum dari berbagai unsur sesuai petunjuk teknis penyusunan perumusan kebudayaan daerah (PPKD). Secara umum diperlukan sinergi yang menjadi unsur penting dalam perumusan ini,” ujar Subardi Agan, tim PPKD Kota Kediri.

Menurutnya, sinergi itu antara eksekutif, pelaku budaya, dan masyarakat. Sebab, selama ini para pelaku budaya ini memerlukan uluran tangan pemerintah agar potensi budaya di Kota Kediri yang luar biasa ini bisa berkembang.

“Memang kita termasuk terlambat, tetapi kita optimistis, karena setelah kita perhatikan dan pelajari PPKD dari daerah lain, ada beberapa yang belum sesuai prosedur seperti petunjuk teknis yang ada,” sebut Dosen UNP Kediri ini.

Dari prosedur, baik proses penyusunannya maupun isinya itu memang kalau disesuai jadwal, penyusunannya adalah pertengahan 2018 lalu. Tepatnya pada Mei. Namun tim PPKD baru terbentuk beberapa bulan kemudian. Tepatnya November. Bahkan untuk berkas pun belum rampung. Untuk itu bulan ini tim PPKD terus mengebut pengerjaannya.

“Harusnya Desember sudah disetorkan pusat. Meski terlambat namun karena tim di Kota Kediri ini sangat besar dalam kepedulian terhadap sejarah, awal Desember kita mulai kerjakan dan targetnya bulan ini selesai penyusunan PPKD nya,” bebernya.

Sebetulnya dalam penyusunan ini, menurutnya, bukan asli atau tidaknya kebudayaan dari Kediri. Namun apa saja budaya yang sekarang masih ada dan berpotensi untuk bisa dikembangkan. Terlebih sebenarnya ada cagar budaya asli Kediri namun sekarang ada di kota lain. Dan itu tidak bisa di data.

“Jadi sekarang kita fokuskan pada apa saja yang ada di Kota Kediri dan potensi. Salah satu contoh yang menarik adalah tenun ikat dan tahu takwa. Jadi tahu sebenarnya bukan asli Indonesia, tetapi di Kediri memiliki ciri khas yang dinamakan tahu takwa,” jelasnya. Dua benda itu merupakan bukti budaya yang masih eksis dan sangat berpotensi untuk dikembangkan di Kota Tahu ini.

Sementara itu, Kasi Sejarah dan Kepurbakalaan Dinas Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Kediri Endah Setyowati menyebut bahwa Kota Kediri dengan maksimal akan berupaya menjaga kelestarian kebudayaan yang ada. Karena adanya aturan dari pusat, akhirnya Pemkot merealisasikan pembentukkan tim penyusun PPKD ini.

“Tim ini terdiri atas budayawan, penggiat sejarah juga akademisi. Berperan penting untuk pendataan dan menentukan potensi kebudayaan,” katanya.

Endah menyampaikan bahwa sudah ada sejumlah aset kebudayaan di Kota Kediri selain berupa bangunan cagar budaya, juga berupa tarian tradisional, permainan, lagu dan juga makanan khas.

“Namun dalam pendataan, kalau bisa tidak boleh sama dengan daerah lain. Seperti budaya cerita Panji, pencak dor, atau makanan khas Kota Kediri, seperti tahu takwa sebagai warisan budaya lokal asli Kediri,” jelasnya.

Selama ini, kebudayaan yang telah diakui sebagai cagar budaya masih dalam bentuk bangunan. Seperti Gereja Merah sebagai Cagar Budaya Provinsi, sementara, Cagar Budaya Kota di antaranya Kelenteng Tjoe Hwie Kiong, kawasan Pecinan, Makam Aulia Syeh Wasil sekaligus Situs Setono Gedong, juga Kawasan Goa Selomangleng, dan masih banyak lagi termasuk Jembatan Lama Kota Kediri yang masih dalam usulan. Sementara ini, hal yang telah dilakukan Pemkot Kediri adalah menjaga bangunan bersejerah yang ada.

“Semoga kedepan Pemkot juga bisa membuat aturan terkait pelestarian bangunan bersejarah yang ada di kota Kediri,” imbuhnya.

Sebagai salah satu kota yang kaya akan sejarah dan budaya, Kediri memiliki kesempatan untuk memperoleh predikat kota dengan basis kebudayaan tersebut. Terlebih Kota Kediri sendiri sebenarnya telah memiliki pegangan, di mana Kerajaan Kadiri yang sangat terkenal bisa menjadi satu nilai tambah bagi kota ini. Juga pada era pergerakan kolonial Belanda. Kediri menjadi salah satu kota penting di pulau jawa. Karena ditopang oleh aliran sungai Brantas sebagai peradaban lalu lintas perdagangan di kota tersebut.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia