Rabu, 22 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Politik

Dua OPD Siap Menempati Gedung Baru di Werungotok

Tunggu Hasil Survei Bupati Novi

18 Januari 2019, 19: 39: 55 WIB | editor : Adi Nugroho

SIAP DITEMPATI: Gedung OPD di Kelurahan Werungotok yang tuntas dibangun akhir 2018 lalu belum dilengkapi pagar keliling. Penempatan gedung masih menunggu pengecekan Bupati Novi Rahman Hidhayat.

SIAP DITEMPATI: Gedung OPD di Kelurahan Werungotok yang tuntas dibangun akhir 2018 lalu belum dilengkapi pagar keliling. Penempatan gedung masih menunggu pengecekan Bupati Novi Rahman Hidhayat. (Sri Utami - RADARKEDIRI.ID)

Share this          

NGANJUK - Gedung organisasi perangkat daerah (OPD) di Kelurahan Werungotok, Kecamatan Nganjuk yang selesai dibangun akhir 2018 lalu, akan segera dimanfaatkan. Penentuan OPD pengguna gedung dengan total anggaran Rp 8,8 miliar itu, masih menunggu survei dari Bupati Novi Rahman Hidhayat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Nganjuk Agoes Soebagijo mengatakan, rencana pemanfaatan gedung yang terletak di dekat taman Pandan Wilis itu sudah dilaporkan ke Bupati Novi Rahman Hidhayat. “Nanti Pak bupati masih akan survei lokasi dulu,” ungkap Agoes. 

Pengecekan kondisi gedung, lanjut Agoes, di antaranya untuk memutuskan pengembangan lanjutan kompleks gedung OPD di sana. Seperti sebelumnya, pemkab berencana membangun beberapa gedung OPD lain di lokasi tersebut secara bertahap.

Usai memeriksa kondisi gedung, menurut Agoes bupati akan memutuskan OPD mana yang akan menempatinya. “Jadi menunggu dulu,” terang Agoes.

Lebih jauh Agoes mengungkapkan, sejauh ini ada dua OPD yang direncanakan menempati gedung tersebut. Yaitu, dinas pendidikan dan dinas sosial, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak (dinsos PPPA). “Mana (OPD, Red) yang menempati, nanti akan diputuskan Pak bupati,” tandasnya.

Untuk diketahui, gedung OPD dianggarkan Rp 6,6 miliar pada 2017 lalu. Kemudian, insiden terjadi pada akhir Januari 2018 lalu. Atap bangunan yang masih dalam tahap finishing itu ambrol. Selanjutnya, pemkab menganggarkan kembali Rp 2,2 miliar tahun lalu.

Terpisah, Kepala Dinsos PPPA M. Yasin mengatakan, jika memang dinsos PPPA diminta menempati gedung tersebut, mereka siap. “Belum ada kejelasan terkait penempatan,” ujar Yasin yang sebelumnya sudah mengajukan penempatan gedung.

Bagi pria yang juga menjabat plt kepala dinas pendidikan ini, pemindahan ke gedung OPD di Kelurahan Werungotok itu ada kelebihan dan kekurangannya. Kelebihannya, kondisi gedung relatif lebih baik dibanding kantor lama.

Kekurangannya, meski gedung baru itu besar, tetapi dinsos PPPA tetap membutuhkan gudang. Di gedung tersebut juga belum dilengkapi pagar untuk keamanannya.

Karenanya, jika ke depan dinsos PPPA benar-benar dipindah ke sana, mereka masih harus membangun pagar dan gudang. “Untuk menyimpan barang-barang dari tenaga sosial,” urai Yasin.

Dengan jumlah tenaga yang banyak, Yasin menyebut gedung OPD Werungotok itu tidak cukup menampung seluruh staf mereka. Sehingga, mereka tetap membutuhkan gedung baru di sana. “Tapi kalau memang ditempatkan di sana, kami siap,” imbuhnya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia