Selasa, 18 Feb 2020
radarkediri
icon featured
Politik

Kepala KUA Puncu Meninggal di Meja Nikah

Akibat Terkena Serangan Jantung

18 Januari 2019, 17: 55: 30 WIB | editor : Adi Nugroho

Kepala KUA Puncu Meninggal di Meja Nikah

Share this          

KEDIRI KABUPATEN- Kabar duka datang dari Kantor Urusan Agama (KUA) Puncu. Kepala KUA setempat, Syahruwardi, 48, meninggal dunia kemarin siang. Ia meninggal saat berada di balai nikah KUA Puncu, sekitar pukul 12.30 WIB. Dugaan kuat, Syahruwardi meninggal karena serangan jantung.

Dugaan mengenai serangan jantung itu diperkuat dengan informasi selama ini. Karena Syahru sudah mengidap penyakit jantung dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. “Dari cerita beliau sehari-hari selalu mengonsumsi obat jantung. Sudah beberapa kali dirawat di rumah sakit,” terang Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Kediri M. Amir Sholehuddin.

Menurut keterangan Amir, Syahru masih sempat menikahkan sepasang mempelai pagi harinya. Setelah itu ia kembali lagi ke kantor KUA Puncu untuk beristirahat. Sejatinya, pada hari itu juga ada pertemuan di Kantor Kemenag Kabupaten Kediri. Namun ia izin untuk tidak hadir.

Sekitar pukul 11.30 WIB beberapa staf KUA Puncu berencana membeli makan di Desa Karangdinoyo, Kepung. Mendiang sempat meminta kepada stafnya tersebut untuk membelikan makan.

Sembari menunggu, ia kemudian rebahan di meja balai nikah KUA Puncu. Dengan menggunakan kaos oblong putih dan celana hitam. Syahru berbaring di sana dengan posisi kepala berada di timur.

Setelah membelikan makan, salah satu stafnya tersebut berniat menyerahkan pada Syahru. “Biasanya langsung dimakan, tapi tadi ditunggu sekitar satu jam dibiarkan. Akhirnya stafnya tersebut curiga dan mencoba membangunkannya,” papar Amir.

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, staf tersebut kemudian memanggil dokter dari puskesmas setempat. Setelah dokter tiba di lokasi dan memeriksa keadaan Syahru, akhirnya dipastikan kalau ia sudah meninggal.

Setelah itu, pihak kepolisian pun dihubungi dan tidak lama kemudian mendatangi lokasi. Selain dari pihak Polsek Puncu, ada pula tim identifikasi dari Polres Kediri yang datang ke lokasi.

Dari keterangan tim identifikasi, Syahru diduga meninggal akibat serangan jantung. Bukan karena penganiayaan atau semacamnya. Pasalnya tidak ditemukan luka akibat penganiayaan. “Ujung lidahnya ada luka 0,3 sentimeter diduga digigit sendiri karena menahan sakit,” ungkap Kasi Humas Polsek Puncu Aiptu Jiwo Santoso.

Berdadasarkan data yang dihimpun oleh Jawa Pos Radar Kediri, Syahru dimakamkan sekitar pukul 17.30 WIB di salah satu pemakaman di desanya. Pada saat disalatkan, kepala Kantor Kemenag Kabupaten Kediri sendiri yang menjadi imamnya.

Semasa hidupnya, Syahru dikenal sebagai pribadi yang baik. Begitu pula kinerjanya juga dinilai bagus dan tidak pernah mendapatkan masalah. Selain itu ia juga tergolong sebagai pria yang bertanggungjawab kepada ibu dan adik-adiknya. Syahru merupakan anak pertama dari enam bersaudara.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia