Selasa, 16 Jul 2019
radarkediri
icon-featured
Politik

Catatan Ekspedisi Wilis I, Sosial dan Ekonomi Wilayah Barat Sungai (1)

Jembatan Penopang Jalur Lingkar Wilis

17 Januari 2019, 13: 20: 55 WIB | editor : Adi Nugroho

PERESMIAN: Suasana peresmian Jembatan Wijayakusuma yang dihadiri Menhub Budi Karya, Seskab Pramono Anung dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

PERESMIAN: Suasana peresmian Jembatan Wijayakusuma yang dihadiri Menhub Budi Karya, Seskab Pramono Anung dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

Mobilitas masyarakat yang semakin tinggi harus diiringi dengan akses yang memadai. Tak terkecuali untuk akses warga di barat dengan timur sungai. Jembatan Wijayakusuma menjadi salah satu jawaban hal tersebut.

Infrastruktur yang memadai tentunya akan berimbas terhadap pertumbuhan sektor lainnya. Entah itu infrastruktur jalan maupun jembatan. Seperti halnya keberadaan jembatan Wijayakusuma yang menyambungkan Kecamatan Ngadiluwih – Mojo.

Jembatan sepanjang 182 meter ini tak hanya jadi penghubung dua wilayah di Kabupaten Kediri yang terpisah Sungai Brantas saja. Tapi juga untuk penopang rencana pembuatan jalur alternatif  Lingkar Wilis. Rencananya akan menghubungkan Kediri dengan beberapa wilayah di selatan.

Jembatan yang dibangun dengan menghabiskan dana sekitar Rp 32,7 miliar tersebut telah menunjukkan hasil positif. Seperti yang diharapkan, jembatana tersebut mampu mempermudah akses ekonomi kedua wilayah.

Apalagi sekarang kedua akses jalan raya di barat dan timur jembatan sudah selesai dikerjakan. Untuk pembangunan akses jalan tersebut sendiri lebih cepat selesai pada sisi barat. Sedangkan untuk akses jalan di barat jembatan rampung pada akhir tahun kemarin.

Panjang jalan yang mencapai hampir 2 kilometer tersebut merupakan proyek dari Pemerintah Pusat. Dengan lebar sekitar 7,5 meter, jalan tersebut mampu dilewati berbagai kendaraan besar. Lebar bodi bus ukuran besar saja hanya memakan tempat sekitar 2,5 meter.

Dalam beberapa kesempatan, akses tersebut dinilai akan banyak memberikan efek positif kepada warga di kedua sisi jembatan. “Dengan adanya jembatan tersebut, konektivitas warga di barat dan timur sungai akan menjadi lebih mudah dan cepat,” ujar Pelaksana Tugas (plt) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kediri Krisna Setiawan.

Jembatan yang diresmikan langsung oleh Pramono Anung tersebut juga menjadi penopang bagi banyak sektor kemasyarakatan. Tak hanya tentang ekonominya semata. Namun aspek sosial, pariwisata, pendidikan, dan kesehatan akan terbantu.

Jika diamati, akses tersebut tentunya telah mengalami peningkatan intensitas kendaraan yang berlalu-lalang. Belum lagi ketika memasuki akhir pekan atau musim liburan. Bisa dipastikan, jumlah kendaraan yang menggunakan akses tersebut akan meningkat.

Salah satu yang menjadi tujuan wisata dengan akses tersebut adalah wisata air terjun Dolo dan Irenggolo. Daya tarik tempat wisata ditambah dengan akses yang mudah akan menjadikannya kombinasi sempurna.

“Adanya akses tersebut juga akan memudahkan warga di barat untuk mendapatkan akses kesehatan. Apalagi sekarang telah ada RSUD SLG. Mereka tidak lagi perlu jauh-jauh ke RSUD Pare jika ingin berobat. Itu juga yang menjadi salah satu harapan besarnya,” papar Krisna.

Banyak pula pelajar yang lalu-lalang di sana. Menuju lokasi sekolah maupun saat pulang ke rumah. Namun, sayangnya tidak sedikit warga maupun pelajar yang menggunakan jalur tersebut untuk trek-trekan maupun balap liar. Terutama di jembatan itu sendiri.

Tumbuhnya berbagai warung makanan dan minuman di sekitar jembatan juga membuktikan adanya peluang ekonomis untuk warga. Bahkan banyak juga toko-toko baru yang berdiri di sepanjang akses tersebut. Namun tidak jarang, warung di sekitar jembatan tersebut dimanfaatkan pelajar untuk membolos.

Tak bisa dipungkiri, pembangunan akan membawa dua sisi “mata uang” bersamanya. Sisi positif dan negatif tetap akan selalu menyertai. Tinggal kita yang menyikapi.

(rk/baz/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia