Sabtu, 25 May 2019
radarkediri
icon featured
Show Case

Waspada Diare! Jaga Pola Makan dan Minum

17 Januari 2019, 10: 26: 31 WIB | editor : Adi Nugroho

diare

Waspada Diare (Ilustrasi: Afrizal - radarkediri.id)

Menghadapi musim hujan dan ditambahi angin, masyarakat harus lebih waspada terhadap kondisi tubuh untuk menghadapi berbagai macam penyakit. Salah satunya penyakit diare.

          Penyakit yang menyerang seluruh kalangan umat manusia ini, penyebabnya ada dua. Selain virus juga karena bakteri. “Tergantung dari sumber penularannya,” ujar Dokter Spesialis Anak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Simpang Lima Gumul (SLG) Kabupaten Kediri dr Anggayasti, SpA, MKes.

          Diare sendiri ada dua jenis tergantung dari berapa lama orang terkena penyakit diare tersebut. Untuk diare akut, berlangsung sekitar beberapa hari hingga maksimal 14 hari. Jika lebih dari 14 hari, bisa mencapai satu bulan, disebut diare kronis.

          Gejala utama dari orang yang terkena penyakit diare adalah frekuensi dan konsistensi saat buang air besar seseorang berubah. Dari frekuensi, jika biasanya orang buang air besar maksimal tiga kali dalam satu hari, orang yang terkena diare bisa lebih dari tiga kali melakukan buang air besar dalam satu hari.

          Selain itu, konsistensi dari perubahan tekstur kotoran yang dibuang juga berubah, yakni feses menjadi lembek dan cair. “Jika sudah ada dua tanda tersebut, maka dipastikan terkena penyakit diare,” imbuh Angga.

          Untuk penyebaran penyakit diare sendiri bisa melalui dua tempat, yakni oral dan fecal, yang berarti dari mulut, dan saluran pencernaan. Penyakit diare juga sebagian besar disebabkan dari virus dan bakteri.

          Saat musim hujan, semakin banyak tempat untuk lalat untuk berkembang biak, hal tersebut juga merupakan salah satu faktor penyebaran virus dan bakteri diare. “Misal, lalat hinggap di kotoran orang yang terkena diare, lalu lalat tersebut hinggap di makanan orang lain, kemungkinan besar orang tersebut akan terkena penyakit diare,” terang Angga.

          Ia juga menambahkan bahwa dari bayi hingga orang dewasa, yang rentan terkena penyakit diare lebih besar dari bayi, dan anak-anak. Angga menjelaskan bahwa bayi yang rentan terkena penyakit, diare salah satunya, adalah bayi yang tidak mendapatkan ASI dari orang tua.

          Sedangkan untuk anak-anak, karena tidak mengontrol makan makanan kecil atau membeli jajanan yang dari tempat yang tidak diperiksa terlebih dahulu kebersihannya. “Bisa jadi, makanan sebelum dibeli telah dihinggapi lalat yang membawa penyakit diare,” imbuhnya.

Agar Terhindar dari Diare

1.     Rutin lakukan pembersihan diri dan lingkungan, seperti mandi teratur, bersihkan lingkungan tempat tinggal. Lakukan dua-duanya secara teratur, percuma jika tubuh bersih, namun lingkungan masih kotor.

2.     Makan dan minum teratur, usahakan jaga kebersihan dari tempat Anda makan dan minum.

3.     Bersihkan dapur dan toilet secara berkala, karena toilet dan dapur adalah tempat lalat hinggap.

4.     Perbaiki gizi, dengan memakan makanan seperti empat sehat lima sempurna, hindari juga makan makanan sisa yang sudah dingin, risiko lebih besar dihinggapi lalat.

5.     Cuci tangan berkala dengan sabun sebelum dan setelah beraktivitas. Hindari memakan makanan ketika keadaan tangan masih kotor.

6.     Jauhi sumber air yang tidak bersih untuk kehidupan sehari-hari seperti memasak, minum, atau mandi.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia