Minggu, 25 Aug 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Anggap Pemicu Macet, PKL Jalan Brawijaya Dipindah ke Trotoar

16 Januari 2019, 12: 41: 37 WIB | editor : Adi Nugroho

MACET : Kondisi Jalan Brawijaya semakin macet dampak pembukaan Jembatan Brawijaya.

MACET : Kondisi Jalan Brawijaya semakin macet dampak pembukaan Jembatan Brawijaya. (Didin Saputro - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KOTA- Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Brawijaya mulai ditata, kemarin (15/1). Penataan ini menyusul kemacetan yang terjadi akibat dampak pembukaan Jembatan Brawijaya tiga pekan lalu.

Titik yang paling berimbas adalah Jalan Brawijaya. Hal ini setelah adanya evaluasi Dinas Perhubungan, Satlantas Polres Kediri Kota dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bahwa di kawasan tersebut utamanya malam hari selalu ada penumpukkan kendaraan.

“Kami undang 17  PKL yang ada di Jalan Brawijaya. Tadi (kemarin, Red) kita ajak diskusi mencari solusi atas permasalahan tersebut,” kata Kabid Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Tramtibum) Satpol PP Kota Kediri Nur Khamid.

Akar permasalahan dari diskusi tersebut adalah mencari solusi bagaimana keberadaan PKL di sepanjang Jalan Brawijaya itu tidak menyebabkan macet. Karena selama ini PKL yang ada di sana menempati bahu jalan dan mengganggu aksesbilitas pengguna jalan. Padahal bahu jalan tersebut fungsinya sebagai tempat parkir kendaraan.

“Mereka (PKL, Red) sangat kooperatif saat diskusi. Dan senang diajak berfikir bersama, karena yang bersangkutan memang tahu secara langsung kondisi di lapangan,” terang Nur Khamid.

Nur Khamid menjelaskan, dari hasil diskusi dan kesepakatan bersama PKL yang mulai buka pukul 17.00 WIB tersebut diminta untuk berjualan di atas trotoar. Sehingga bahu jalan bisa digunakan sebagai parkir pembeli.

“Peraturannya mulai malam ini (tadi malam, Red) bahu jalan tidak boleh digunakan jualan, baik dipasang tenda meja ataupun rombong,” tegasnya.

Sebab selama ini, baik tenda, meja dan kursi serta peralatan berjualan PKL ditaruh di bahu jalan. Itulah yang mempersempit ruang gerak di Jalan Brawijaya. Namun untuk sementara ini, hanya 17 PKL di dekat lampu merah hingga SMP Santa Maria saja yang ditata. “Ini nanti akan kita evaluasi lagi. Namun ke depan pasti satu jalur semuanya akan kita tata juga,” ujarnya.

Memang sudah diprediksi bahwa Jl Brawijaya akan semakin padat. Terlebih jalan tersebut merupakan salah satu jalur poros kota menuju barat sungai yang dihubungkan dengan Jembatan Brawijaya.

Penataan PKL ini pun tidak mengesampingkan peraturan daerah (Perda) No 7 tahun 2014 dan peraturan walikota (Perwal) No. 37 tahun 2016 tentang penataan dan pemberdayaan PKL. “Kita melakukan pendekatan dan komunikasi, tidak sertamerta langsung eksekusi di lapangan,” jelasnya.

Menurutnya, apabila dalam percobaan ini masih belum bisa mengatasi macet, kemungkinan besar Perwali yang ada bisa diubah.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia