Minggu, 15 Dec 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Mendesak, Gedung Parkir di Jalan Dhoho

Tengah Kota Masih Pusatnya Niaga

16 Januari 2019, 11: 36: 00 WIB | editor : Adi Nugroho

HARUS BERBENAH: Suasana Jalan Dhoho di siang hari. Penataan kawasan itu harus dilakukan untuk mengantisipasi dampak keberadaan bandara dan jalan tol.

HARUS BERBENAH: Suasana Jalan Dhoho di siang hari. Penataan kawasan itu harus dilakukan untuk mengantisipasi dampak keberadaan bandara dan jalan tol. (Didin Saputro - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KOTA- Dampak pembangunan jalan tol dan bandara yang akan dibangun, semakin ditanggapi serius oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri. Mereka mempersiapkan sejumlah kawasan untuk menjadi pusat pedagangan. Terutama daerah pusat kota yang sejak dulu telah dirancang sebagai pusat niaga.

Kondisi itu juga membuat banyak perubahan dalam rencana tata ruang dan wilayah (RTRW). Utamanya karena aka nada penambahan sentra-sentra perdagangan.

“Terutama di bagian barat sungai (Brantas) nanti dipastikan memiliki pertumbuhan niaga yang sangat tinggi. Baik pertumbuhan alamiah maupun dampak dari jalan tol,” kata pakar RTRW dari Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang Ibnu Sasongko.

Menurutnya, penataan kawasan perdagangan tersebut sangatlah penting untuk menyambut hadirnya jalan tol dan bandara. Karena hampir pasti sektor perdagangan hingga industri bakal ‘mengeroyok’ kota ini.

“Untuk wilayah kota sudah padat. Maka didorong ke arah timur. Namun tengah kota masih menjadi pusatnya sektor niaga,” terangnya.

Sementara untuk barat sungai adalah wilayah pengembangan baru. Sementara bagian timur sekitar pesantren harus ada pengarahan dan pengendalian. Pasalnya di wilayah tersebut nantinya diperuntukan di sektor industri. Nah, dengan demikian, maka pemkot harus mempunyai skenario besar.

“Utamanya bagian tengah kota yang fungsinya sebagai pusat niaga dan perdagangan, perkantoran, serta kesehatan. Di mana semua fasilitas ada di pusat kota. Dan itu harus di tata sejak dini,” jelas Ibnu.

Dari keterangan dosen bidang planologi itu, wilayah yang perlu penanganan di pusat kota seperti Setonopande dan Kampungdalem. Di kedua daerah tersebut sudah sangat padat penduduk dan pemukiman warga. Hal itu harus bisa ditata dan dimanfaatkan.

“Kenapa kita tidak buat kampung batik, kampung tenun, atau kampung kuliner? Karena ini di tempat lain mulai muncul. Dan di sini pun sangat potensial untuk dikembangkan sentra itu,” sarannya.

Tantangan lain menurutnya adalah penataan kawasan Jalan Dhoho. Sebagai pusat niaga yang sangat aktif, sejak dini kawasan tersebut harus menjadi perhatian serius oleh pemkot.

“Di tengah kota harus ada penataan parkir dan pembangunan gedung parkir. Seperti di Jalan Dhoho. Nanti perlu kajian khusus dan bisa kita koordinasikan, karena di kawasan ini nanti dikembangkan sebagai pusat pemasaran produk UMKM,” sebutnya.

Ibnu menegaskan, sudah semestinya Jalan Dhoho menjadi tempat yang nyaman bagi pejalan kaki. Makanya pembuatan gedung parkir adalah sesuatu yang harus diutamakan.

Dalam perancanaanya, pusat kota nantinya terbagi atas tiga kawasan. Selain sebagai kawasan niaga dan perdagangan jasa, pusat kota juga akan dikembangkan menjadi kawasan perkantoran dan wisata kota. Untuk pengembangan perkantoran nanti akan dipusatkan di daerah Kelurahan Singonegaran.

Wisata kota yang dimaksud adalah wisata sejarah kota tua. Yang meliputi daerah Kelenteng Tjoe Hwie Kiong, Makam Aulia Setono Gedong, juga daerah kota tua di daerah Pakelan.

“Perdagangan jasa dan pariwisata harus bisa berkelanjutan. Wisata-wisata dalam kota nanti harus di dorong untuk saling bersinergi,” tegasnya.

Sementara pusat perdagangan lain, dalam RTRW yang disampaikan Ibnu, nanti juga terdapat di daerah Mrican sebagai sentra perdagangan jasa. Kemudian sentra penjualan souvenir di Selomangleng, sentra kuliner dan  pasar wisata pagi di kawasan GOR Jayabaya. Juga ada Pasar Sembako Modern di Mojoroto dan Pasar Wisata di Campurejo.

“Pasar wisata mulai dari pasar ikan, pasar burung, pasar bunga, hingga pasar barang antik,” pungkasnya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia