Rabu, 11 Dec 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Gerebek Dua Pasang Kekasih Di Dalam Kos, Mengaku Mahasiswa

12 Januari 2019, 13: 06: 25 WIB | editor : Adi Nugroho

MALU: Salah satu pasangan kekasih yang berhasil diamankan di rumah kos diperiksa petugas, kemarin (12/1).

MALU: Salah satu pasangan kekasih yang berhasil diamankan di rumah kos diperiksa petugas, kemarin (12/1). (Habibah Anisa - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KOTA – Sebuah kos-kosan yang berada di Kelurahan Banjar Melati, Kota Kediri digerebek warga setempat, kemarin (11/1), sekitar pukul 06.30 WIB.

Setelah warga mendapati satu pasangan bukan suami istri berada di kamar tidur. “Saat digerebek, ada perempuan dalam keadaan tidak menggunakan pakaian,” terang Agus Dwi Ratmoko, kasi Trantibum Satpol PP Kota Kediri.

Berdasarkan keterangan yang di dapatkan Jawa Pos Radar Kediri, pasangan tersebut adalah Khafi Nur Fatima, 18, warga Bengkulu dan M Nasrul Muin, 21, warga Bojonegoro.

Keduanya mengaku salah satu mahasiswa di salah satu kampus swasta Kota Kediri. “Saya baru saja pindah kos tersebut, barang-barang belum sempat saya pindahkan,” dalih Nasrul kepada petugas satpol PP.

Akibat perbuatan mahasiswa semester tujuh  fakultas ekonomi tersebut, warga Kelurahan Banjarmlati sepakat untuk tidak memperbolehkan keduanya tinggal diwilayahnya. “Karena sudah geram, keduanya disuruh pindah tempat tinggal,” tutur Agus.

Pasangan sejoli tersebut lantaran langsung diamankan di Mako Satpol PP Kota Kediri. Selain memanggil kedua orang tua, petugas juga akan memanggil pihak kampus tempat keduanya menuntut ilmu.

Lebih lanjutnya, sambil menunggu kedua orang tua pasangan tersebut. Agus melakukan pengarahan kepada pasangan beda jurusan tersebut. Selain itu, ia juga mengimbau kepada orang tua untuk mengawasi anak-anaknya dengan lebih serius. Agar kejadian tersebut tidak kembali terulang. “Itu pelajaran buat kita semua, para orang tua agar lebih hati-hati dalam mendidik anak-anak. Terutama anak-anak yang menginjak dewasa,” tegasnya.

Sebelumnya, Kamis malam (10/1), petugas Satpol PP juga mendapati sepasang mahasiswa berduaan di  dalam kamar kos. Pasangan tersebut berinisial BI, l 21 tahun, asal Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, dan perempuan CYS, asal Kabupaten Jombang, Kamis (10/1) malam.

Keduanya dijaring oleh anggota Satpol PP Kota Kediri saat berada di dalam kamar kos sang wanita, dengan keadaan tertutup dari dalam. "Lokasi tempat kos di wilayah Kelurahan Semampir," ujar Kabid Trantibum Satpol PP Kota Kediri Nur Khamid.

Saat dimintai keterangan dan diminta surat keterangan bahwa sudah menikah, keduanya tidak dapat menunjukkan. Malah dari kedua identitas yang ditunjukkan oleh keduanya, status pekerjaan keduanya masih bertuliskan mahasiswa.

Langsung saja, keduanya dibawa ke Mako Satpol PP Kota Kediri di Jalan Veteran untuk pendataan lebih lanjut oleh petugas.

Nur Khamid menjelaskan razia yustisi yang dilakukan tersebut untuk mengantisipasi penyalahgunaan tempat kos. Ditambah dengan banyaknya aduan dari masyarakat sekitar terkait dugaan tempat kos yang digunakan tempat asusila. "Untuk memberantas indikasi kos yang disewakan per jam. Bahkan jika terbukti disewakan per jam, kos bisa langsung disegel," imbuh Nur Khamid.

Razia yustisia yang dilakukan oleh Regu 5 Satpol PP Kota Kediri ini menyisir lima tempat kos yang masing masing berada di Kelurahan Semampir, Ngadirejo, dan Banjaran.

Dari tiga tempat kos di Kelurahan Semampir yang disasar oleh Satpol PP Kota Kediri, ditemukan sepasang kekasih tersebut. Sedangkan dari dua kos lainnya di Semampir, nihil pelanggaran identitas, asusila, hingga Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Selanjutnya, para anggota menyisir ke Kelurahan Ngadirejo, dan Banjaran. Dari masing-masing tempat kos tersebut juga tidak ditemukan pelanggaran yang diatur dalam Perda dan Perwali.

Dari hasil razia yustisi Kamis (10/1) malam mulai pukul 20.00 hingga 22.00 WIB, ditemukan satu pelanggaran, yakni pasangan bukan suami istri di salah satu Kos di Semampir.

Sepasang kekasih tersebut dilakukan pembinaan dan oleh petugas dipanggilkan pihak keluarga mereka untuk menjemput dan memberikan pembinaan lebih lanjut kepada keduanya. "Kami juga berikan penjrlasan kepada pihak keluarga, agar informasi dan himbauan yang diberikan Satpol PP Kota Kediri benar-benar tersampaikan dengan baik," pungkas Nur Khamid.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia