Rabu, 11 Dec 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Proyek Bandara Bakal Jadi Magnet untuk Tarik Investor

Berimbas Positif pada 10 Kabupaten dan Kota

12 Januari 2019, 11: 32: 17 WIB | editor : Adi Nugroho

“Kediri juga akan menjadi lebih menarik bagi investor, hal ini tentunya berkaitan dengan terciptanya lapangan kerja baru”  (Susanto, Direktur PT Surya Dhoho Investama)

“Kediri juga akan menjadi lebih menarik bagi investor, hal ini tentunya berkaitan dengan terciptanya lapangan kerja baru” (Susanto, Direktur PT Surya Dhoho Investama) (Didin Saputro - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KOTA- Dampak positif pembangunan bandara dan jalan tol di Kediri dipastikan tidak hanya berimbas di wilayah Kabupaten dan Kota Kediri. Tetapi daerah lain pun diprediksi mengalami pertumbuhan yang cepat di banyak sektor.

Direktur PT Surya Dhoho Investama (SDI) Susanto Widyatmoko menyebut bahwa keberadaan bandara kelak akan meningkatkan ekonomi wilayah di Jawa Timur bagian selatan. “Nanti dapat memacu wilayah selatan Jatim secara terpadu. Terutama meningkatkan potensi pariwisata yang ada. Baik di daerah sekitar Kediri maupun di sepanjang Jalur Lintas Selatan (JLS),” paparnya.

Tentunya dengan adanya bandara juga membuka lapangan kerja baru terkait penyelenggaraan dan pengoperasian bandara. Termasuk bisnis turunan lain yang masih berkaitan dengan lapangan terbang yang bakal mulai dibangun pada Maret tahun ini. “Masyarakat juga bisa memanfaatkan kegiatan komersial lain di sana,” imbuh Susanto.

Dia berharap, Kediri dan sekitarnya menjadi lebih mudah melakukan hubungan perdagangan dengan daerah lain. Hal ini bisa meningkatkan aksesbilitas ke luar daerah. Peningkatan tersebut yang akan menjadi tambahan penghasilan bagi masyarakat Kediri dan sekitarnya.

Selain Kabupaten dan Kota Kediri, setidaknya ada 10 daerah lain yang dipastikan merasakan dampak positif keberadaan bandara yang rencananya diberi nama Surya Dhoho ini. Yakni Kabupaten/Kota Blitar, Tulungagung, Trenggalek, Nganjuk, Kab/Kota Madiun, Jombang, Ponorogo, dan Pacitan.

Terlebih rencana pembangunan sudetan tol Trans Jawa yang melalui Kediri hingga tembus JLS dalam waktu dekat akan direalisasikan. “Kediri juga akan menjadi lebih menarik bagi investor, hal ini tentunya berkaitan dengan terciptanya lapangan kerja baru,” tegas Susanto.

Selain memajukan sektor pariwisata, keberadaan bandara dan jalan tol dipastikan dapat mendorong pertumbuhan industri, logistic, dan penguatan konektivitas antarmoda transportasi dalam membangun sistem dan jaringan transportasi yang terintegrasi.

“Transportasi yang saling terintegrasi tersebut untuk mendukung investasi dalam koridor ekonomi, kawasan industri khusus, kompleks industry, dan pusat-pusat pertumbuhan lainnya di wilayah koridor non ekonomi,” ujarnya.

Untuk diketahui, Bandara Kediri ini merupakan bandara publik kedua di Indonesia yang dibangun pihak swasta. Sebelumnya sistem proyek seperti ini juga tengah digarap di Bandara Bintan Baru, Batam. Yakni Salim Group.

Sebelumnya, Susanto juga telah menegaskan bahwa pembangunan Bandara Kediri ini bukan merupakan bisnis baru dari PT Gudang Garam. Tetapi ini bentuk pengabdian pada masyarakat.

“Jadi ini bukan pengembangan bisnis, tetapi ini lebih untuk pengabdian masyarakat. Selain itu juga dorongan pemerintah supaya perusahaan swasta ikut berpartisipasi secara aktif di dalam penyediaan infrastruktur,” terangnya.

Selain itu, tentunya ini untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya di Jawa Timur bagian selatan. Menurut Susanto, pembangunan bandara ini tak lepas dari keberadaan bandara internasional di Pulau Jawa yang belum merata. Terutama di Jawa bagian timur yang hanya ada satu bandara internasional, yakni Juanda.

Hingga kini, progres pembangunan Bandara Kediri pada tahap pembebasan lahan. Total kebutuhannya mencapai 364 hektare (ha), dan lahan yang sudah bisa dibebaskan 289 ha. Atau jika dihitung, masih kurang 75 ha atau 25 persen. Untuk lokasinya meliputi sebagian dari tiga kecamatan di bagian barat Kabupaten Kediri, yakni Tarokan, Grogol, dan Banyakan.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia