Rabu, 27 Mar 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Edukasi Pemilih, Cetak Alat Peraga Sosialisasi

12 Januari 2019, 11: 09: 41 WIB | editor : Adi Nugroho

INFORMATIF: Petugas KPU Kabupaten Kediri memasang alat peraga sosialisasi berupa baliho surat suara caleg di halaman kantornya, Jl Pamenang, Katang, Ngasem kemarin.

INFORMATIF: Petugas KPU Kabupaten Kediri memasang alat peraga sosialisasi berupa baliho surat suara caleg di halaman kantornya, Jl Pamenang, Katang, Ngasem kemarin. (Andhika Attar - radarkediri.id)

KEDIRI KABUPATEN- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kediri kembali melakukan terobosan untuk menyukseskan gelaran pemilu 2019. Kali ini, mereka mencetak alat peraga sosialisasi berupa baliho. Alat peraga tersebut menggambarkan bentuk atau layout surat suara pemilihan anggota legislatif (pileg) pada April mendatang.

Alat peraga ini dianggap penting karena jumlah caleg relatif banyak dalam setiap daerah pemilihan (dapil)nya. Belum lagi total ada enam dapil di Kabupaten Kediri. Alhasil, dicetaklah baliho berbentuk surat suara sebanyak tiga buah setiap kecamatan.

Terkait pemasangannya tidak ada keharusan, namun paling tidak harus di area strategis bagi masyarakat. “Untuk baliho kita bedakan per dapilnya. Jadi untuk kecamatan yang masuk dapil satu ya balihonya bergambarkan surat suara untuk caleg dari dapil satu,” ujar Komisioner Divisi Sumber Daya Manusia dan Partisipasi Masyarakat KPU Kabupaten Kediri Ronny Juli Tri Ernowo kepada Jawa Pos Radar Kediri, kemarin sore.

Baliho tidak hanya dipasang di setiap kecamatan. Ada pula yang di area kantor KPU Kabupaten Kediri. Bahkan di sana ada total enam baliho dipasang sebagai alat peraga sosialisasi. Bedanya, jika di tiap kecamatan dibagi per dapil sedangkan di kantor KPU kabupaten semua caleg dari keenam dapil tersebut.

Pasalnya, tidak banyak warga mengetahui masing-masing caleg yang nantinya mengikuti gelaran pileg. Kebanyakan hanya tahu satu – dua saja di setiap dapilnya. Itu pun hanya dari alat peraga kampanye yang dipasang caleg bersangkutan.

Lokasi pemasangan di kantor KPU sendiri karena banyak instansi yang berada di sekitarnya. Harapannya, warga yang sedang ada keperluan ke salah satu instansi tersebut teredukasi.  “Tidak ada anjuran dari pusat atau daerah lain yang membuat baliho tersebut. Hal itu merupakan ide kita sendiri. Kita memanfaatkan anggaran sosialisasi untuk pencetakan baliho,” papar Roni.

Lebih lanjut, layout baliho tersebut sama persis dengan surat suara pileg yang nantinya dicoblos pada 17 April 2019. Pencetakannya baru dilakukan setelah adanya kesepakatan atau aproval surat suara.

Dengan alat peraga sosialisasi itu, Roni berharap, masyarakat bisa lebih teredukasi. Mereka menjadi tahu caleg yang nantinya akan mewakili kepentingan masyarakat. Selain itu, alat peraga tersebut juga agar masyarakat mengerti tata letak caleg pilihannya kelak saat pencoblosan.

“Kita yakin dengan adanya alat peraga tersebut dapat memberikan edukasi kepada masyarakat. Paling tidak masyarakat tahu format surat suara per dapilnya nanti,” pungkas Roni.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia