Kamis, 21 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Hilang Sebulan, Meninggal di Mess

Saat Ditemukan Kondisi Loper Susu Membusuk

11 Januari 2019, 15: 27: 50 WIB | editor : Adi Nugroho

OLAH TKP : Polisi sedang melakukan olah tkp di mess perusahaan susu CV Karunia

OLAH TKP : Polisi sedang melakukan olah tkp di mess perusahaan susu CV Karunia (Habibah Muktiara - radarkediri.id)

Share this          

KEDIRI KABUPATEN – Warga Desa Jongbiru, Kecamatan Gampengrejo, kemarin digegerkan dengan penemuan mayat di salah satu kamar di mess karyawan perusahaan susu CV Karunia. Seorang loper susu bernama Masyhudi, 55, ditemukan meninggal dunia dalam keadaan membusuk di tempat tidur.

Dari kondisi mayat, diperkirakan Masyhudi meninggal dalam rentang waktu lama. Apalagi, sebelum ini sang loper tak diketahui kabarnya selama satu bulan.

Yang menemukan mayat Masyhudi itu adalah Yudiono, 60. Warga Desa Jabon, Banyakan, itu adalah tukang bangunan yang bekerja di lokasi mess. “Saat itu saksi mendapat kabar dari anak magang bahwa ada bau busuk dari arah mess perusahaan susu,” terang Kapolsesk Gampengrejo AKP Mukhlason.

Mendapat laporan tersebut, Yudiono langsung menuju ke mess susu CV Karunia. Saat tiba memang tercium bau busuk yang sangat menyengat. Dia pun kemudian mendobrak pintu mess. Alangkah kagetnya tukang bangunan tersebut ketika melihat di dalam. Di kamar itu terdapat sesosok mayat yang sudah keadaan membusuk. Dalam kondisi telentang di tempat tidur.

“Melihat kejadian tersebut saksi langsung melaporkan kejadian tersebut kepada petugas,” jelasnya.

Tidak lama kemudian petugas Polsek Gampengrejo bersama dengan Tim Inafis Polres Kediri tiba di lokasi kejadian. Dari hasil pemeriksan tempat kejadian perkara kondisi mayat sudah parah. Ketika ditemukan sudah dalam keadaan penuh belatung. Selain itu kondisi tubuh sudah dalam keadaan membengkak. Diperkirakan meninggal lebih dari lima hari.

“Mayat dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan visum, mengingat tubuh korban sudah membusuk,” ungkap Mukhlason.

Selama proses evakuasi sempat menarik perhatian warga setempat. Namun karena lokasi kejadian dibatasi garis police line, warga tidak bisa masuk ke dalam ruangan.

Sebelum ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa, loper susu itu sudah tidak terlihat sejak 3 Desember 2018. Sebelumnya, Masyhudi juga sering mengeluh masuk angin. Korban juga pernah mengeluh pusing yang diakibatkan tekanan darahnya yang tinggi. Di dekat korban, polisi juga menemukan beberapa obat-obatan yang diperkirakan dikonsumsi. Di antaranya ada obat maag. 

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia