Selasa, 17 Sep 2019
radarkediri
icon-featured
Events

Catatan Ekspedisi Wilis I, Menguak Misteri Alas Ngreco (5)

Obat Lumut Reco Putri, Menendang Tak Bisa Pulang

10 Januari 2019, 12: 04: 05 WIB | editor : Adi Nugroho

ILUSTRASI : Lumut Reco Putri dapat dijadikan obat-obatan.

ILUSTRASI : Lumut Reco Putri dapat dijadikan obat-obatan. (Ilustrasi: Afrizal - radarkediri.id)

Share this          

Hingga kini, keberadaan Reco Putri, salah satu penghuni Alas Ngreco masih misteri. Sebagian warga meyakini arca itu telah diambil. Namun, ada yang mempercayai telah kembali ke tempatnya semula.

Kisah Reco Putri itu diceritakan oleh Jari, 65, warga Dusun Karanglo, Desa Kanyoran, Kecamatan Semen. Dulu kala, sekitar tahun 1983, Jari berinterkasi langsung dengan Reco Putri. Bersama sang kakek, Jari mendatangi Alas Ngreco untuk mencari obat.

Almarhum kakek Jari adalah seorang yang dituakan di Dusun Karanglo kala itu. Dia adalah Mbah Poniran. Sebagai sesepuh dan ‘orang pintar’ di Karanglo, Poniran sering jadi jujugan warga untuk meminta pertolongan. Tentang masalah apa saja. Bisa konsultasi tentang supranatural atau meminta obat untuk kesembuhan penyakit. “Nggih ngoteniku mbah kula. Mbendinten enten mawon tamune,” cerita Jari.

Pada suatu hari, Poniran meminta Jari menemaninya ke Alas Ngreco. “Sesok melu aku Ri, nggolekke tombo uwong. Njipuk lumute Reco Putri,” ujar Jari menirukan perintah kakeknya.

Jari dan Poniran berangkat menuju Alas Ngreco sekitar pukul 03.00 pagi sebelum Subuh. Harinya, Jari sudah tak mengingat lagi. Rute awalnya sama seperti yang kami lewati kemarin. Jari dan Poniran dari Karanglo menuju kawasan Njeruk. Bedanya mereka jalan kaki, kami kemarin naik motor. “Jaman semonten dalane tasik setapak, dereng ombo kados sakmeniko,”kata Jari.

Setelah Njeruk ini yang berbeda dengan rute kami. Jari mengaku, jalan lurus terus ke barat. Kalau kami belok ke selatan. “Nggih mantun Njeruk, kulo terus ngilen lewat Wonosegoro, mantun niku Njeglong Meduro, Alas Glodakan, lajeng Putuk Uthuk,” kata Jari menceritakan urutan lokasi yang dilewatinya.

Kira-kira jam 10.00-an pagi sampai di lokasi alas Ngreco. Jari dan Poniran langsung ke tempat Reco Putri. Jari masih ingat betul yang dilakukan saat itu. Poniran begitu datang, langsung sedikit melakukan ritual di dekat Reco Putri. Kamudian mengambil lumut yang menempel di arca itu. Lumut itu yang dipercaya bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Hingga kini, detail Reco Putri masih diingat Jari. Arca itu seorang putri cantik. Duduk menghadap ke timur mengenakan kemben. Tingginya sekitar 60-70 sentimeter (cm). Di kaki dan tangannya mengenakan perhiasan. Rambutnya digelung rapi. Ada tusuk konde di atas gelungan itu. Hanya saja yang arca itu telanjang di bagian bawah. Sehingga mohon maaf, area kemaluannya kelihatan berlubang.

“Nggih niku Mas. Ngapunten, wadonane ketingal bolong ngoten. Mulane enten ingkang mastani Reco Sundel Bolong. Terus saking bolongan wadonan niku kulo tingali kados ngedalaken toyo mirip darah,” papar Jari.

Menurutnya, arca itu benar-benar seperti hidup. Bentuk-bentuk bagian tubuhnya terlalu sempurna untuk sebuah patung batu. “Menurut kula niku asli tiang ingkang disabda dados patung. Kados Roro Jonggrang nika lho Mas,” ujar Jari bercerita.

Tak lama Jari dan Poniran di lokasi Reco putri. Kemudian Poniran mengajak Jari menuju tempat lain yang masih di wilayah Alas Ngreco. “Ayo melu aku, tak duduhi belung buto,” ujar Poniran kepada Jari.

Mereka berjalan menuju arah selatan dari lokasi Reco Putri itu. Tak jauh menurut Jari. Sampailah mereka di tempat yang mengejutkan untuk Jari. Ditempat itu berserak tulang-belulang dengan ukuran yang besar. Sangat besar untuk ukuran tulang manusia.

Tulang itu menumpuk. Menghijau ditumbuhi lumut. Jari menanyakan kepada Poniran tentang tulang itu. Namun sang kakek hanya menjawab itu tulang raksasa. “Yo kuwi sing diarani balung buto,” jelas Poniran kepada Jari.

Lalu, di mana sekarang tulang-belulang itu? Jari mengaku, juga tidak tahu. Apakah tulang itu masih ada atau sudah hilang dari tempatnya. Dia hanya sebentar di area balung buto itu. Kemudian Poniran mengajaknya segera pulang ke Karanglo.

Selain lumutnya bisa untuk obat, ada lagi keanehan Reco Putri. Masih menurut cerita Jari, pada suatu hari, ada seorang warga yang dengan sengaja menendang arca itu hingga terguling. Usai itu, warga itu tak bisa menemukan jalan pulang ke desa. Beberapa hari dia hanya berputar di wilayah Alas Ngreco.

Kemudian keluarganya mencari keberadaannya. Dan menemukan di wilayah Alas Ngreco. Setelah keluarganya mengembalikan Reco Putri ke tempat semula. Dan melakukan ritual di sana, baru mereka bisa membawa pulang keluarganya yang tersesat tadi.

Sebenarnya, selain Reco Putri ada lagi reco yang lain di wilayah Alas Ngreco. Namanya Reco Wayang. “Nggih miturut mbah kula, diwastani reco wayang soale recone sami kados wayang. Ning kula dereng nate sumerep langsung,” ujar Jari.

Hingga kini pun Jari tidak mengetahui secara pasti di mana lokasi yang pas keberadaan arca wayang tersebut. Sang kakek terburu meninggal sebelum menunjukkan lokasinya.

(rk/baz/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia